Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 58 : Tidur


__ADS_3

Reyhan terbangun dari tidur, ia menggeliat pelan dan membuka matanya perlahan, rasanya matahari sore begitu indah namun cukup menyilaukan. Reyhan pun duduk dan bersandar di kepala ranjang, kepalanya cukup pening, mungkin karena tidurnya yang terlalu lama. Reyhan mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar. Ia mencari Aisyah yang kini sudah tak ada, "Aisyah," panggil Reyhan pelan.


Tak lama Aisyah datang membawa sebuah tray di tangannya, "Makan dulu Mas, pas banget tadi baru di anterin makanan," ucap Aisyah. Aisyah menaruh nampan itu di meja kecil dekat sebuah kursi, ia membuka cadarnya dan duduk disalah satu kursi tersebut.


Dengan lunglai Reyhan pun duduk di sebelah meja tersebut, ia menatap beberapa makanan yang disediakan. "Kamu udah ke pantainya?" Tanya Reyhan yang tiba-tiba ingat permintaan Aisyah sebelum ia tidur.


Senyum di wajah Aisyah pun muncul, ia menggelengkan kepalanya. "Aisyah gak berani keluar sendiri," ucap Aisyah lembut. Mereka pun mulai makan, Aisyah menunjukkan beberapa kegiatan yang akan mereka lakukan saat bulan madu ini, rupanya Bunda membelikan sebuah paket honeymoon platinum, di mana mereka akan mendatangi beberapa tempat wisata yang terkenal di Yogyakarta.

__ADS_1


Setiap hari pun berlalu dengan sangat hambar, mungkin bagi Aisyah ini cukup menyenangkan, namun Reyhan semakin tidak nyaman. Ia begitu tertekan dengan honeymoon ini. Pikiran Reyhan hanya tertuju pada Rere yang setiap harinya hanya menjawab beberapa pesan yang Reyhan kirimkan. "Kamu dari mana aja sayang? Beberapa hari ini susah banget dihubungi," protes Reyhan. Ia kini sedang berada di pusat perbelanjaan, matanya tetap mengawasi Aisyah yang tengah asyik berbelanja. Kini sudah hari ke-6, Aisyah mempersiapkan beberapa oleh-oleh untuk orangtua dan saudara di Bandung. "Aku lagi ada syuting iklan sayang, kalau kamu kangen cepetan pulang ke Bandung," jawab Rere di seberang sana sambil terkekeh.


"Besok aku ke pulang, kamu mau dibawain apa sama aku?" Tanya Reyhan.


Berbicara dengan Rere menambah warna bagi hidup Reyhan. Rasanya Reyhan sudah tidak sabar untuk besok. Reyhan sangat menanti pulang, tak ada yang menyenangkan di sini. "Mas, udah. Sekarang kita ke toko makanan yuk," ucap Aisyah.


Keesokan harinya senyum Reyhan pun timbul. Ia dengan semangat mengemasi pakaian kedalam koper. Reyhan benar-benar menanti kepulangan ini. Ia ingin bertemu dengan Rere, dan melepaskan kerinduannya. "Gak ada yang ketinggalan kan Mas?" tanya Aisyah, dengan cepat Reyhan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Mereka pun keluar dari hotel, masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara. Selama di perjalanan seperti biasa, tak ada percakapan diantara mereka, keduanya seakan sibuk dengan pikiran masing-masing. Reyhan tahu, beberapa hari ini Aisyah seakan mencoba memperbaiki rumah tangga mereka, namun Reyhan lagi-lagi tak ingin membohongi dirinya sendiri, ia sudah tak nyaman dan akan melepaskan Aisyah saat di Bandung nanti.


Beberapa jam pun berlalu, kini mereka sudah di Bandung dan keluarga mereka sudah pulang kembali. Dengan cepat Reyhan pun mengambil kunci mobil dan mengenakan jaketnya. "Mau ke mana Mas?" Tanya Aisyah yang terlihat bingung.


"Mau ke temen Mas, ngasihin oleh-oleh," ucap Reyhan terdengar kaku, Reyhan menunjukkan paper bag yang ia bawa seakan menunjukkan bukti untuk Aisyah.


"Ya udah hati-hati ya Mas, jangan pulang terlalu malam," ucap Aisyah memperingati.

__ADS_1


__ADS_2