Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 46 : Jebakan!


__ADS_3

"Makasih," ujar Aisyah pelan. Pelayanan itu mengangguk dan pergi, meninggalkan kedua perempuan yang tampaknya kini saling membenci satu sama lain.


Rere mengeluarkan ponselnya, wajahnya benar-benar tampak datar. "Aku udah pesen taxi, kayaknya percakapan kita sampai sini aja. Keputusan aku tetep gak akan tinggalin Reyhan."


"Rere! Lusa kemarin kamu dengan mudahnya bilang cuma klien Mas Reyhan, tapi kenapa sekarang kamu dengan keras kepalanya bilang akan mempertahankan Mas Reyhan. Di mana hati nurani kamu? Aku lebih berhak atas Mas Reyhan, jadi aku minta tolong sama kamu, tolong tinggalin Mas Reyhan," pekik Aisyah dengan nada tegas. Niat awal yang ingin berbicara baik-baik hanyalah sebatas niat, Rere begitu membuatnya kehilangan kendali, apalagi jawabannya yang satu ini.

__ADS_1


"Kenapa gak kamu aja yang tinggalin Reyhan? Kembaliin dia buat aku." Rere tampak tersenyum miring, mendekatkan wajahnya pada Aisyah dengan segala kemenangan yang ia miliki. "Jelas-jelas kemarin Reyhan pilih aku, harusnya kamu yang mundur dan sadar diri. Aku juga berhak atas Reyhan, dan aku minta kamu gugat cerai dia sekarang juga."


Aisyah berdiri dari duduknya. Ini sudah keterlaluan. 'plak' Aisyah melemparkan sebuah tamparan pada pipi Rere, kesabaran benar-benar hilang digantikan amarah yang luar biasa besar. Bagaimana bisa Rere menyuruhnya udah meninggalkan suaminya sendiri. "Bener-bener keterlaluan kamu," lirih Aisyah.


"Aisyah!" Teriakan dari pintu masuk membuat keduanya menoleh, Reyhan berdiri disana dengan rahang yang mengeras. Semuanya kacau, apakah pernikahan mereka memang sudah di atur sesingkat ini?

__ADS_1


Aisyah duduk di sofa dengan hati tak tenang, ia sesekali menatap jam dinding. Aisyah berdiri dari duduknya dan berjalan dengan cemas kearah jendela, suara mobil Reyhan di luar terdengar. Saar Reyhan masuk dengan raut wajah yang tidak bersahabat, Aisyah dengan cepat menghampiri Reyhan, mengikuti langkah suaminya. “Mas, dengerin aku dulu. Aku bisa jelasin,” ucap Aisyah seakan memohon. Reyhan tidak menghiraukan, ia menaiki anak tangga dengan gerakan kilat, berlari kecil melewati setiap anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya. “Mas, dengerin aku,” pinta Asiayah kembali.


Reyhan berbalik dan menutup pintu kamar dengan kencang “Semua udah jelas Aisyah, Mas lihat dengan mata kepala Mas sendiri kamu tampar Rere!” bentakan itu membuat Aisyah sedikit terkejut, ini pertama kalinya ia di bentak seperti ini. Sedangkan di bawah, Mbak Nur yang sudah bersiap pulang, melirik kecil kearah kamar atas, perasaannya mengatakan ada yang tidak beres dengan mereka.


“Aku tampar Rere karena dia kurang ajar Mas,” jawab Aisyah, mencoba sebisa mungkin menjelaskan semua yang terjadi. “Dia nyuruh aku buat cer-“

__ADS_1


“Cukup Aisyah! Gak ada pembenaran atas hal ini, Mas kira kamu perempuan yang lembut,” ujar Reyhan dengan mimik wajah sinis. Membuat Aisyah kehilangan cara untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Semua nya terjadi dengan tiba-tiba, Aisyah hanya meminta Rere untuk mengerti posisinya sebagai istri sah Reyhan. Namun apa? Rere malah bersikap sombong dan dengan beraninya menyuruh Aisyah menceraikan Reyhan.


Aisyah menghela nafasnya, ia menatap Reyhan dengan kecewa. Reyhan lebih mempercayai Rere dari pada Aisyah. “Apa ada pembenaran atas perselingkuhan yang kamu lakukan Mas? Aku juga mengira Mas lelaki yang bisa bertanggung jawab, menjaga hati kamu dari perempuan lain dan menempatkan aku diatas diri kamu sendiri dan menjadikan aku istri kamu satu-satunya, seperti janji yang sudah kamu ucapkan ke Ayah aku Mas,” jawab Aisyah dengan kecewa.


__ADS_2