Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 56 : Sulit


__ADS_3

Aisyah membalikkan tubuhnya, ia tidak bisa tidur untuk saat ini, hatinya begitu berat karena memunggungi Reyhan, ia pun membalikkan tubuhnya dengan perlahan. Aisyah menelan salivanya kuat saat melihat wajah Reyhan yang tengah terlelap tidur, menatap dua alis yang terlihat tegas. Reyhan begitu tampan dan ia merindukannya, sudah berapa lama ia tidak menatap wajah tenang ini? "Mas Reyhan, kenapa jadi gini sih?" lirih Aisyah nyaris tak bersuara. Tangannya terulur mengusap rambut Reyhan dengan sangat hati-hati.


Setelah dirasa cukup memandangi Reyhan, ia bangun dari tidurnya, turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi. Aisyah mengambil wudhu dan saat keluar dari kamar mandi ia melirik sekilas Reyhan yang masih tertidur. Ia pun mulai menggelar sajadah dan mengenakan mukena. Pukul 2 malam ini Aisyah ingin mendekatkan diri dengan sang pencipta, membujuk agar Reyhan bisa kembali mencintainya. Aisyah bingung dengan jalan yang harus ia ambil, disaat ia sudah sangat menyerah dan memilih pergi, mertuanya datang membawa sebuah tiket yang bisa mendekatkan dirinya kembali dengan Reyhan, menjauhkan Reyhan dari Rere selama beberapa hari mereka disana. Namun akan kah semudah itu ia mendapatkan hati Reyhan kembali?


Aisyah membaca niat dan mengangkat kedua tangannya, ia sholat dalam khusyuk dan mengucapkan salam diakhir solat. Aisyah mengadahkan kedua tangannya, mengeluarkan semua keluh kesahnya, hanya pada sang pencipta Aisyah berani menceritakan semuanya, meminta setitik cahaya untuk rumah tangganya yang redup. "Aamiin," ucap Aisyah pelan sambil mengusapkan telapak tangan pada wajahnya.

__ADS_1


...🦋...


Reyhan terbangun dari tidurnya saat mendengar suara yang begitu merdu, ia mengatur nafasnya yang terengah. Ia bermimpi Rere bersama pria lain, ia tidak bisa berlari menggapai Rere karena sebuah tangan menahannya. Reyhan menoleh kearah sebelah ranjang yang tampak kosong, ia pun berbalik dan menemukan Aisyah yang tengah duduk diatas sajadah.


Reyhan menghela napasnya dalam, ia harus membicarakan hal ini saat nanti di Yogya. Semua rencana Reyhan tentang keluarga bahagia rasanya gagal, ia mendustai janjinya sendiri, Reyhan rasa jodohnya memanglah Rere, dan Aisyah pantas mendapatkan yang lebih baik darinya.

__ADS_1


Tak berapa lama, kumandang adzan subuh mulai terdengar, suara Aisyah pun mulai berhenti dan tampak akan berdiri. Reyhan yang tak ingin Aisyah mengetahui dirinya tengah memandangi dengan cepat pura-pura tertidur.


Sementara Aisyah, saat mendengar kumandang adzan subuh mulai menarik nafasnya dalam, ia menaruh tasbih dan berdiri dari duduknya. Dengan ragu Aisyah berjalan mendekati Reyhan yang masih tertidur, bagaimana pun juga ia harus tetap membangunkan Reyhan untuk solat subuh berjamaah, di tambah Aisyah pun sangat yakin sebentar lagi suara Hana akan membangunkan mereka. Aisyah ingin ia terlebih dahulu yang dapat membangunkan Reyhan. "Mas," panggil Aisyah pelan. "Bangun, solat subuh dulu Mas," ucap Aisyah.


Mata Reyhan pun membuka perlahan, ia tampak mengusap kedua matanya pelan. "Mas ambil wudhu dulu, Aisyah mau bangunin Mama sama Papa dulu dibawah," ucap Aisyah sambil menundukkan kepalanya, ia pun beranjak pergi keluar dari kamar.

__ADS_1


__ADS_2