
Keberangkatan mereka menuju Jogja pun sudah di depan mata, Aisyah duduk di kursi pesawat dan Reyhan di sebelahnya. Perjalanan mereka akan menempuh waktu kurang lebih 1 jam lebih 15 menit. Selepas pesawat take off, tak ada percakapan sedikit pun di antara mereka, Aisyah menoleh ke arah Reyhan. Suaminya itu kini tengah tertidur dengan lelap, pagi tadi mereka diantar oleh keluarga Reyhan juga keluarga Umi. Mereka semua tampak bahagia saat di bandara, berbanding terbalik dengan keadaan hati Reyhan dan juga Aisyah.
Aisyah menghela nafasnya dalam, ia menoleh kearah jendela, menatap golongan awan yang terlihat begitu menenangkan. Aisyah senang dengan ketenangan ini, menikmati setiap keindahan yang ia lihat.
Sesampainya di sana, Reyhan terlihat sedang menghubungi seseorang, tak lama seorang laki-laki menghampiri mereka. "Pak Ridwan? Saya Reyhan," ucap Reyhan dengan ramah, menjabat tangan laki-laki itu yang kini tersenyum dan menjelaskan sedikit di mana mereka akan tinggal.
Mereka pun masuk ke dalam sebuah mobil, kali ini selama di perjalanan Reyhan sibuk dengan ponselnya. "Udah kasih kabar ke Bunda, Mas?" Tanya Aisyah membuka suara terlebih dahulu.
Reyhan pun menoleh, "Belum, coba kamu yang kasih kabar Bunda," jawab Reyhan kemudian lalu kembali sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
Aisyah pun mengeluarkan ponselnya yang ternyata sudah ada beberapa pesan masuk dari Bunda juga Umi. Senyum Aisyah pun muncul, ia mulai membalas pesan-pesan itu dan mengirimkan beberapa foto jika ia memang sudah sampai di Jogja.
Sesampainya di hotel, Aisyah menatap sekeliling kamar mereka. Hotel ini terletak di dekat sebuah pantai, mereka bisa melihat dari balkon kamar pemandangan yang begitu indah. "Mas," panggil Aisyah. "Nanti kita mau ke pantai?"
Reyhan yang baru selesai menarik kopernya melirik kearah Aisyah sambil menggelengkan kepalanya lemah. "Kalau kamu mau sendiri aja, Mas masih capek," jawab Reyhan. Ia berjalan ke arah ranjang, menghempaskan dirinya dan memejamkan matanya perlahan.
Aisyah menarik nafasnya, bagaimana pun ia sudah berusaha mendekati Reyhan, namun jika sikap Reyhan seperti ini terus itu artinya tidak ada kesempatan untuk memperbaiki hubungan ini. Aisyah pun berjalan membuka pintu kaca yang menghubungkan ke arah balkon, ia berdiri di sana. Aisyah menoleh saat mendengar ponsel Reyhan berdering.
"Kok Rere sih?" Rajuk nya manja.
__ADS_1
Reyhan menoleh kearah Aisyah yang tampak sedang asik di balkon lalu kembali fokus pada telepon Rere. "Kenapa sayang?" Ucap Reyhan pada akhirnya.
"Nah gitu dong, kan enak didengarnya," kekeh Rere. Mereka pun berbincang dengan sangat menyenangkan, saling melontarkan perhatian dan seakan melupakan sekitar.
Tanpa disadari, Aisyah mendengar semua percakapan Reyhan, walaupun ia tak mendengar ucapan Rere, tetap saja hati Aisyah begitu sakit mendengar Reyhan mengucapkan kata sayang pada wanita lain. Air mata pun mulai turun membasahi pipi, Aisyah menangis dalam diam, bagaimana bisa ada seorang suami yang tega seperti ini, di saat istrinya sendiri di diamkan ia malah asyik bercanda ria dengan wanita lain. Penolakan Reyhan saat tadi pun masih membuat Aisyah sedih.
Saat sudah tak mendengar percakapan mereka lagi, Aisyah memberanikan diri untuk menoleh ke arah belakang, di sana Reyhan sudah tertidur membelakanginya. Aisyah tau tubuh Reyhan lelah, namun apakah Reyhan tahu jika hati Aisyah lelah?
Aisyah kembali membalikkan wajahnya, lagi-lagi ia tak bisa menahan tangis, rasanya begitu menyesakkan, bagaimana untuk kedepannya? Selama seminggu mungkin hanya Aisyah yang akan bepergian, sedangkan Reyhan hanya menghabiskan waktunya dengan ponsel bersama Rere.
__ADS_1
Membayangkan itu Aisyah menatap langit dengan penuh air mata, ia benar-benar berharap semua ini berakhir. "Ya Allah, jika memang Mas Reyhan bukan jodoh ku, aku ikhlas melepaskan Mas Reyhan agar ia bahagia. Namun jika Mas Reyhan memang jodoh ku, berilah ia jalan untuk kembali padaku." Dengan rasa sakit yang luar biasa, Aisyah mengeluarkan semua air mata yang ingin ia keluarkan, mengeluarkan rasa sesak di dalam hatinya. Kedua bahunya bergetar hebat, suara isakan tangis kini mulai terdengar.