
Setelah melakukan segala yang diperintahkan, kini Aisyah dan Reyhan harus tersenyum memperlihatkan buku nikah mereka kepada sang fotografer, setelah itu memperlihatkan mahar yang mereka berdua pegang. Beberapa orang memberikan hadiah dan ucapan selamat kepada mereka, memang tidak terlalu banyak yang diundang, hanya saudara dan kerabat dekat saja.
Reyhan langsung tersenyum saat pandangannya bertemu dengan ayah mertuanya, dia sosok yang begitu baik dan pengertian, baru hari ini mereka bertemu dan Reyhan sendiri cukup bingung mengapa dirinya bisa langsung akrab dengan ayah Aisyah, padahal Reyhan termasuk ke dalam golongan orang introvert yang selalu sungkan dengan orang baru. "Selamat ya, anak ayah dapet suami yang sempurna seperti nak Reyhan." Kata-kata itu mampu membuat kedua pengantin baru bersemu merah. Keduanya hanya saling menatap sebentar lalu kembali melepaskan kontak mata.
"Jauh dari kata sempurna, Ayah," jawab Reyhan sopan.
"Tiga hari lagi ayah kembali ke Kairo, ayah titip Aisyah ya Rey," ucapnya lembut. Reyhan mengangguk pasti dengan garis senyuman halus.
"Pasti Rey jaga, Ayah," jawab Reyhan ramah sambil tersenyum.
__ADS_1
Aisyah menatap Ayahnya dengan tatapan sedih, dia masih sangat merindukan sosok Ayah di sampingnya. "Kenapa cuma tiga hari Ayah?" sahut Aisyah cepat.
Ayahnya hanya tersenyum. "Ayah masih ada kerjaan disana. Kalau udah selesai ayah janji bakalan ke Bandung, jaga diri baik-baik ya Aisyah, berbakti sama suami, apapun yang kamu akan lakukan atau pergi wajib ijin dulu sama suami kamu ya."
Aisyah menganggukkan kepalanya, dia tersenyum kecil sambil memeluk Ayahnya. "Iya Ayah, Aisyah pasti ijin dulu."
...🦋...
Semuanya makan dalam diam yang cukup tenang lalu minum setelah selesai. "Aisyah, maaf Mama baru bilang, rumah yang baru Reyhan beli belum selesai, mungkin satu mingguan lagi, gak apa-apa kan sementara dirumah Mama dulu? Sekalian mau belajar sama menantu sendiri," ucap Hana dengan wajah berserinya.
__ADS_1
Aisyah mengangguk sambil tersenyum, itu bukanlah masalah yang besar bagi Aisyah, sedangkan semuanya tertawa pelan mendengar kata menantu yang dilontarkan Hana. Mereka tahu Hana sangat senang dan begitu antusias dengan pernikahan ini. "Modus pingin ditemenin menantu ya Han?" ejek umi Bilqis yang tidak tahan untuk menggoda Hana.
"Tau aja," jawab Hana sedikit malu-malu.
Aisyah melirik semua orang yang ada, ia ingin ijin ke kamar mandi namun bingung harus pamit bagaimana. "Kak, Aisyah ke kamar mandi dulu ya," ujar Aisyah pada akhirnya, dilihat wajah suaminya tersenyum lembut sambil menganggukan kepalanya. Hati Aisyah benar-benar sejuk melihat Reyhan.
"Jangan kak dong, panggil mas.” Aisyah sedikit terkejut, ternyata Hana mendengar ucapannya, dia sedikit malu.
"Ayo, Mama mau denger Aisyah panggil Reyhan, Mas."
__ADS_1
Dengan sedikit malu-malu, Aisyah mengangkat wajahnya menatap Reyhan. "Mas Reyhan," ucapnya dengan begitu lembut.
Senyum Reyhan luntur, dia masih biasa saja mendengar suara lembut itu. Ingin sekali Reyhan meluapkan kekesalannya pada diri sendiri, kenapa dia tak merasakan apapun? Mengapa tak ada rasa tersanjung? Tidak bisakah setitik saja rasa cinta itu hadir dihari pernikahan ini? Sungguh celaka dia menjadi seorang suami.