Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 44 : Janjian


__ADS_3

Di dalam kamar, Aisyah melepaskan mukena yang sudah satu jam masih dia kenakan setelah sholat Isya. Dengan perlahan dia melipatnya dengan tidak bersemangat, yaa, sudah tidak ada semangat apapun untuk hari ini, terlalu banyak air mata yang dia keluarkan karena kejadian tadi siang.


Suara pintu terbuka membuat Aisyah dengan cepat menoleh, melirik Reyhan yang baru saja masuk dengan perlahan, keduanya tampak begitu canggung dan terlihat asing satu sama lain. Aisyah menyimpan peralatan sholat dengan cepat pada tempatnya semula, dia berjalan ragu ke arah Reyhan dan mencium punggung tangan Reyhan seperti biasa, mau tak mau lagi-lagi dia harus mengingat pesan Ayah yang selalu memberitahu nya tentang bagaimana memperlakukan suami. Aisyah mengambil tas kerja Reyhan tanpa mengucapkan satu kata pun untuk meminta ijin, dia langsung menaruh tas kerja itu di atas meja kecil yang ada di dalam kamar mereka. “Aisyah, bisa kita ngobrol sebentar?” tanya Reyhan terdengar sangat hati-hati, dia mengikuti gerakan Aisyah dengan bola matanya. Aisyah tidak menatapnya sama sekali, dia terus berjalan lalu naik ke atas ranjang.


“Besok aja Mas, Aisyah mau tidur, Mas juga pasti cape," jawab Aisyah pelan. Lagi-lagi Aisyah menahan diri untuk tidak melihat ke arah Reyhan. Di satu sisi dia ingin marah dengan sikap Reyhan yang bermain di belakangnya, namun di sisi lain ada perasaan belum siap untuk mendengar ajakan pisah yang keluar dari mulut Reyhan. Rasa sesak dan ingin menangis kembali Aisyah rasakan. Dia menarik selimut tebal dan memeluk guling yang ada di tengah ranjang, Aisyah memaksakan matanya untuk terlelap dengan cepat, memaksakan diri untuk melewati hari buruknya. Untuk saat ini, sepertinya lebih baik begini, dia tidak ingin memutuskan dengan cepat kemana pernikahan ini akan berlangsung.


...🦋...


Keesokan harinya.


Rere mengerutkan keningnya saat sebuah pesan masuk ke sosial medianya, dia menampilkan senyum kecil saat melihat sekilas nama pengirim pesan tersebut, Aisyah.

__ADS_1


^^^Bisa kita bertemu sore ini?^^^


Bisa. Dimana?


^^^Café, tempat makan siang kamu sama Mas Reyhan lusa kemarin. Aku tunggu jam 4 sore ini.^^^


Oke.


Kening Rere berkerut samar, sepertinya ada yang salah dengan pemikirannya tadi. Dia merebut Reyhan? Tidak! Reyhan dari awal sudah menjadi miliknya, justru Aisyah yang sudah merebut Reyhan darinya!


Dengan cepat Rere mencari kontak Reyhan, dia menempelkan ponselnya pada telinga dan menanti panggilan itu diangkat. “Hallo sayang, sore kamu bisa ke café?” tanya Rere dengan nada lembut seperti biasa.

__ADS_1


“Aku masih kerja Re, besok lagi aja ya,” jawab Reyhan pelan.


“Jam 4-an kok sayang, sebentar aja, kan aku gak boleh ke kantor kamu.”


Terdengar suara helaan nafas panjang dari Reyhan. “Emang mau apa? Kenapa?”


“Aku pengen makan bareng. Tiga hari kan kita gak akan ketemu, aku ada pemotretan di Villa,” Rengek Rere.


“Kamu jadi ambil pemotretan itu?” tanya Reyhan membuat Rere sedikit tersenyum karena dirinya sangat yakin jika Reyhan tidak akan menolaknya.


“Jadi,” jawab Rere tenang.

__ADS_1


“Ya udah nanti jam 4 lebih aku ke café, pesenin aja dulu makanannya. Masih ada beberapa dokumen yang harus aku periksa.”


__ADS_2