Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 60 : Hasutan


__ADS_3

Sudah larut malam Reyhan belum juga bisa tidur, ia menoleh kearah Aisyah yang sudah tertidur lelap. Pikirannya masih begitu tak menentu, saat ia sudah yakin ingin mengakhiri ini semua mengapa harus ada kabar Aisyah hamil? Jujur saja, Reyhan tak bahagia sama sekali, yang ia pikirkan sedari tadi adalah jika kedua orang tuanya pasti sedang bahagia, Reyhan tak bisa menceraikan Aisyah begitu saja, bahkan saat nanti Aisyah sudah melahirkan. Reyhan menarik nafasnya dalam lalu membuangnya perlahan, ia benar-benar kacau. Sebuah pesan masuk pun menyadarkan lamunan Reyhan.


^^^Sayang gimana?^^^


^^^Kamu udah cerai-in Aisyah?^^^


Reyhan tak membalas pesan itu, ia turun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar. Reyhan membuka pintu yang menghubungkan ke arah balkon, dengan perlahan ia menekan tombol telepon di nomor Rere. "Halo sayang gimana?" Terdengar suara Rere yang begitu ceria di seberang sana, membuat Reyhan semakin yakin untuk menceritakan ini semua.


"Maaf sayang, untuk beberapa bulan ke depan aku belum bisa pisah sama Aisyah," jawab Reyhan. Cukup lama Rere terdiam, ia tak mendengar jawaban Rere sedikit pun.


"Maksudnya gimana sih? Kamu kan udah janji mau talak Aisyah malam ini?"

__ADS_1


Lagi-lagi Reyhan menarik nafasnya dalam, ia mengedarkan pandangannya pada halaman di bawah sana. "Aisyah hamil, aku nggak bisa talak dia, dan kedua orang tua aku juga udah tahu, aku harap kamu bisa bersabar nunggu sampai Aisyah melahirkan."


"Mas," lirih Rere pelan. "Udah beberapa bulan ini aja aku capek hubungan di belakang gini terus, apalagi harus nunggu 9 bulan? Aku takut setelah aku nunggu, kamu malah lebih memilih sama Aisyah dan anak kamu."


"Enggak sayang, aku tetap pilih kamu, dan aku janji setelah Aisyah melahirkan nanti, aku akan talak dia. Untuk sementara kita masih kayak gini ya, inget hati aku cuma buat kamu," ucap Reyhan meyakinkan Rere.


Terdengar helaan nafas di seberang sana. "Aku pegang janji kamu," jawab Rere pada akhirnya. "Besok sahabat aku ulang tahun, kamu mau kan nemenin aku?" Tanya Rere.


...🦋...


Keesokan harinya, Reyhan benar-benar menemani Rere ke acara ulang tahun sahabatnya. Di sana ia melihat Evan yang tengah menatapnya bingung. "Lo masih sama Rere?" Pertanyaan itu menjadi sambutan untuk Reyhan.

__ADS_1


"Gue nggak bisa bohongin hati gue Van, masih cinta sama Rere," jawab Reyhan.


Evan yang mendengar itu menggelengkan kepalanya. "Gila! Ini sudah nggak bener namanya. Istighfar Rey, kurang apa istri lo! Gue aja sampai salut lo bisa dapetin istri solehah Aisyah," gumam Evan tak mengerti dengan pola pikir Reyhan.


"Van! Lo kenapa sih? Gak suka banget kayaknya liat gue sama Reyhan. Lo tau sendiri kan gue yang lebih dulu sama Reyhan," protes Rere teh suka, ia pun mengambil tangan Reyhan dan menariknya pelan. "Udah kita ke sana aja, gak usah dengerin orang gak jelas kayak dia," gerutu Rere.


"Rey!" Panggil Evan cukup keras, membuat langkah kedua orang itu berhenti dan menoleh ke arahnya. "Emang susah yakinin lalat kalau bunga lebih baik daripada kotoran," desis Evan sambil menggelengkan kepalanya lalu pergi begitu saja.


Mendengar itu amarah Rere cukup terpancing, ia memanggil Evan. "Van, dari zaman kuliah, kalau jadi belain Aisyah? Lo suka sama dia?" Tanya Rere mengejek.


Reyhan pun menenangkan Rere, yang merangkul bahu Rere dan mereka berjalan ke arah sahabat Rere. "Evan nggak tahu posisi kita kayak gimana, udah nggak papa kita diam aja sayang," bisik Reyhan. Ia sedikit risih dengan beberapa tatap mata yang menatap mereka penasaran.

__ADS_1


__ADS_2