Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 49 : Hampa


__ADS_3

Siang harinya, kening Mbak Nur tampak berkerut saat hendak membersihkan kamar tamu, sebuah tas dan pakaian Reyhan yang tidak tersusun beraturan ada di atas ranjang. “Astagfirullah,” gumamnya spontan. Pemikirannya salah, mereka sampai berpisah kamar.


“Mbak, kita berangkat sekarang ya,” teriak Aisyah saat kakinya sudah menginjak anak tangga terakhir. Mbak Nur dengan cepat keluar dari dalam kamar tamu, menghampiri Aisyah yang sudah bersiap terlebih dahulu. “Mbak dari mana?” tanya Aisyah bingung melihat Mbak Nur yang tampak terburu-buru.


“Itu, Mbak baru mau beresin kamar tamu Bu,” jawab Mbak Nur pelan, jantungnya masih terlalu berdegup kencang melihat isi kamar tersebut.


Aisyah sedikit menegang mendengarnya. “Gak usah di beresin Mbak,” ucap Aisyah cepat. “Kan jarang ada tamu juga,” lanjutnya.


“Tapi kan kata ibu dua minggu sekali di bersihin, biar gak ada debunya,” kekeh Mbak Nur.


“Nanti aja kalau misalkan ada tamu baru di siapin Mbak. Udah, sekarang kita belanja dulu yuk.”


...🦋...

__ADS_1


Reyhan membuka email masuk dan memeriksa pesan penting, sesekali ia membaca dokumen yang di antarkan sekretaris nya. Hari ini Reyhan cukup sibuk dengan pekerjaannya, mengalihkan pikirannya dari permasalahan yang sudah ia buat sendiri. Suara panggilan masuk cukup membuat Reyhan terganggu, ia melirik sekilas siapa yang menelpon. Reyhan membuang nafasnya kasar, lagi-lagi Rere menelfonnya. “Hallo, Re,” ujar Reyhan.


“Sayang, sibuk ya? Aku baru nyampe Villa, mau mulai photoshoot."


"Ya udah fokus dulu aja di sana, aku mau masih banyak kerjaan Re. Gimana pipi kamu? Masih merah?"


"Enggak kok, udah gak semerah kemarin."


Setelah Rere tampak mengerti dan panggilan telepon terputus, Reyhan menghempaskan tubuhnya ke bagian belakang kursi, rasa cinta nya pada Aisyah benar-benar seakan hilang, namun semuanya menjadi perdebatan batin saat ia mulai bersama orang yang ia cintai kembali. Semua ini membingungkan, ia tidak bisa memaksakan hatinya, semua tampak hambar dan hanya Rere yang membuatnya nyaman. "Astagfirullah," gumam Reyhan, ia menarik halus rambutnya ke belakang. Reyhan bangkit dari duduk, mengambil kunci mobil untuk menemui seseorang.


...🦋...


Aisyah sudah selesai dengan masakannya, ia menanti Reyhan pulang. Aisyah melirik jam dinding, sudah lebih lima belas menit, hatinya semakin berdebar, ia harus membujuk Reyhan untuk kembali satu kamar, Aisyah akan menurunkan egonya dan membuat Reyhan tetap berada di sisinya. Aisyah lelah dengan keadaan seperti ini, mereka seakan orang asing yang tinggal di bawah atap yang sama, tidak ada komunikasi dan kebahagiaan, rumah tangganya benar-benar sedang di uji.

__ADS_1


Suara pintu terbuka membuat Aisyah dengan cepat bangkit dari duduknya, ia terlalu asik melamun hingga tak mendengar suara mobil Reyhan. "Assalamu'alaikum," ucap Reyhan, ia tak menolah sedikit pun pada Aisyah, Reyhab berjalan menuju kamar tamu.


"Wa'alaikumsalam Mas, makan dulu," ucap Aisyah cepat, Reyhan tak menghiraukan nya, ia hendak berbalik di tembok dekat tangga. "Mas," panggil Aisyah kembali.


"Mas udah makan di jalan, beberapa hari ini gak usah siapin makan malam dulu buat Mas," ucapan Reyhan benar-benar datar dan kembali melanjutkan jalannya, hati Aisyah sakit, padahal niatnya sudah ingin berdamai.


Mbak Nur berjalan pelan mendekati Aisyah yang tengah menutup wajah dengan kedua telapak tangannya, siku wanita menopang di atas meja, tampak lelah dan sedih. "Bu, Mbak pulang ya," ujar Mbak Nur pelan.


Aisyah langsung terperanjat, ia memaksakan senyum pada Mbak Nur. "Sebentar Mbak." Aisyah berjalan kearah dapur, membawa dua kotak makan dan memasukkan masakan yang sudah ia masak tadi kedalamnya, Aisyah tak segan-segan hampir memasukkan semuanya lalu di taruh ke dalam tas makan berukuran sedang yang cukup untuk dua kotak makan. "Ini Mbak, buat makan malam sama anak Mbak," ujar Aisyah lembut.


"Aduh Bu, gak usah, nanti ibu sama bapak makannya gimana?" tolak Mbak Nur.


Aisyah menggelengkan kepalanya cepat. "Mas Reyhan udah makan di luar, buat Aisyah ada sedikit lagi kok Mbak. Hati-hati ya pulangnya."

__ADS_1


__ADS_2