
Hal itu jelas membuat Rere semakin kesal, kehadirannya di sini seakan benar-benar menjadi pengganggu untuk Reyhan. Laki-laki itu jelas sudah berubah, sebenarnya apa yang dilakukan Aisyah sehingga bisa membuat Reyhan menjadi seperti ini? Suara pesan masuk dari ponsel Reyhan membuat Rere dengan cepat menolehkan kepalanya kearah sumber suara, cara melihat sekilas kearah pintu, setelah merasa cukup aman Rere pun berjalan menuju meja Reyhan.
^^^Mas siang ini ada rapat nggak?^^^
^^^Aisyah ke kantor ya, bawain makan siang buat Mas.^^^
Rere tersenyum miring melihat isi pesan tersebut, rupanya hubungan Aisyah Dan Reyhan benar-benar sudah membaik. "Lo gak akan dapetin Reyhan, Aisyah," gumam Rere pelan.
^^^Dateng aja jam makan siang.^^^
Dengan cepat Rere menghapus kedua pesan tersebut, ia sudah merencanakan suatu hal yang bisa membuat hubungan keduanya hancur kembali. Rere melirik jam dinding, satu jam lagi Aisyah akan kemari.
__ADS_1
...🦋...
Reyhan menghembuskan nafasnya pelan, setelah pekerjaannya selesai, ia harus berbicara dengan Rere. Ia harus jujur dengan keputusan yang akan diambil, mungkin terdengar cukup egois, namun Reyhan sendiri tidak mengerti mengapa ia selabil ini. Reyhan sudah memutuskan akan mempertahankan rumah tangganya dengan Aisyah, ia tidak siap jika membayangkan anaknya nanti harus tumbuh tanpa Reyhan di sisinya.
Reyhan pun kembali masuk ke dalam ruangan kerja, di sana ia melihat Rere yang sedang asyik memainkan ponsel. "Istirahat nanti ada yang mau aku omongin," ucap Reyhan pelan.
Rere tampak mengangguk dengan pelan. "Ya udah sekarang kamu selesai dulu kerjaan kamu, ada sesuatu hal yang ingin aku omongin juga."
Reyhan tak merasa ada yang aneh dari sikap Rere, ia pun mulai menyelesaikan pekerjaannya. Setelah jam makan siang tiba, Reyhan mulai menutup layar laptopnya. Ia berjalan mendekati Rere lalu duduk di kursi depan Rere yang membelakangi pintu masuk. "Kamu mau ngomong apa?" tanya Reyhan terlebih dahulu.
"Astagfirullah Mas," lirih Aisyah begitu pelan, pandangannya menatap Reyhan tak percaya sambil menggelengkan kepalanya. Aisyah dengan cepat berbalik, mengabaikan kotak makan yang terjatuh, ia berlari dengan cepat keluar dari ruangan Reyhan.
__ADS_1
Reyhan yang melihat kejadian itu langsung berdiri dari duduknya, "Aisyah!" teriak Reyhan. Tepat saat Reyhan akan berlari mengejar Aisyah, sebuah tangan menahan Reyhan. "Apa maksud kamu ngomong kayak gitu hah? Demi Allah Re kita gak pernah sejauh itu, aku selalu jaga diri kamu. Udah bener-bener gila kamu," pekik Reyhan yang kembali menoleh saat tangannya di tahan kembali oleh Rere.
"Kenapa dikejar? Kan sama aja nanti Aisyah lahiran kamu cerai sama dia," ucap Rere menahan rasa sesak.
Reyhan menepis tangan Rere dengan cepat, ia menatap Rere tak percaya. "Jangan-jangan ini semua rencana kamu? Kamu tahu kalau Aisyah bakal datang ke sini?" tanya Reyhan menyelidiki.
"Ya! Ini semua rencana aku. Kalau aku nggak suka lihat kalian baikan kenapa? Kamu mau marah? Kamu bener-bener brengsek ya! Disaat kamu tertarik sama istri kamu lagi dengan seenaknya kamu jaga jarak sama aku, mana semua janji kamu? Aku yang dari awal milikin kamu Reyhan!"
"Rere cukup! Ini gak lucu sama sekali, aku harus kejar Aisyah dan kasih penjelasan buat dia. Aisyah lagi hamil, kalo ada apa-apa sama kandungannya—" Reyhan menatap tajam kearah Rere. "Kamu orang pertama yang aku benci."
Tanpa menghiraukan teriakan Rere, Reyhan pun keluar dari ruangannya, ia menekan beberapa kali tombol lift. Hatinya semakin gelisah, kandungan Aisyah baru masuk 8 minggu, perkataan dokter mengiang dikepalanya. Aisyah tidak boleh berfikir berat, kandungannya masih sangat rawan.
__ADS_1
🦋
Guys kalo gak suka sama ceritanya langsung skip aja ya, jangan banyak komen dengan ngatain cerita gak jelas atau lain sebagainya, hargai penulis ya🤗