Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 11 : Menggoda


__ADS_3

Aisyah menganggukan kepalanya. Saat Reyhan sudah masuk ke dalam kamar mandi, dia mulai bergegas beranjak ke arah lemari, memilih dan mencari baju yang akan digunakan Reyhan untuk pagi ini. Setelah beberapa menit mencari, pilihannya jatuh pada sebuah kaus abu dengan celana jeans hitam. Setelan yang pernah dia lihat difoto yang terpajang di ruang tamu saat kemarin dan tadi.


Beberapa menit kemudian Reyhan keluar dengan jubah handuknya, dia mengucapkan terimakasih pada Aisyah yang telah menyiapkan baju, lalu Reyhan kembali masuk kedalam kamar mandi, menghargai Aisyah yang takutnya akan risih jika dia menggantinya didalam kamar. Walaupun mereka sudah sah, tetap saja Reyhan merasa mereka membutuhkan waktu untuk seterbuka itu.


Setelah selesai mengenakan pakaian, Reyhan keluar dari kamar mandi. "Aisyah, yuk ke bawah," ujar Reyhan lembut.


"Iya Mas. Mama dan papa udah nunggu." jawab Aisyah pelan. Mereka keluar dari dalam kamar dan beriringan berjalan menuju meja makan.


Empat orang itu memulai sarapan mereka dengan tenang. Hanya suara sendok terkena piring yang terdengar halus. "Jam sepuluh Mama sama Papa mau kerumah dek Gina. Anaknya ulangtahun. Kamu sama Aisyah mau ikut?" tanya Mama halus.

__ADS_1


Reyhan melirik Aisyah dan perempuan itu tersenyum sambil menganggukan kepalanya. "Ya udah Rey sama Aisyah ikut Ma." Senyum Hana mengembang dan wajahnya begitu cerita.


...🦋...


Reyhan duduk dikursi pengemudi dengan Aisyah disampingnya. Kedua orangtua Reyhan duduk dikursi belakang. Gina adalah Sepupu jauhnya, terakhir Reyhan bertemu saat lebaran tahun kemarin, yang bertepatan saat Gina melahirkan anak keduanya.


"Iya Ma. Kalo libur terus nanti pekerjaan papa numpuk. Kan pengantin baru libur satu minggu," jawab Papa menyindir Reyhan, namun matanya melirik bergantian Aisyah dan Reyhan, membuat wajah Aisyah memerah dan menunduk malu, ia seperti sudah tertangkap basah memperhatikan Reyhan yang tengah sibuk menyetir. Mama yang langsung mengerti tertawa pelan, walaupun tertutup cadar dia tahu gerak gerik Aisyah.


"Tenang sayang, Rey masih ada cuti nikah enam hari lagi. Kalian masih ada waktu buat berdua," canda Mama membuat Aisyah semakin malu, di situ Reyhan melirik Aisyah, raut wajah malu-malu terlihat begitu lembut digaris matanya, kepala Aisyah yang menunduk menahan senyumnya membuat Reyhan nyaman menatap pemandangan itu.

__ADS_1


"Loh, kenapa pada mojokin Aisyah nih?" tanya Reyhan sambil tertawa kecil. Mata Aisyah menatap Reyhan. Entah mengapa, walau pun tertutup kain Reyhan merasa Aisyah tengah tersenyum malu. Perlahan Aisyah menggelengkan kepalanya.


"Gak tahu Mas, padahal Aisyah diem," jawabnya dengan sedikit tawa.


"Iya diem-diem mandangin suaminya." Semuanya tertawa mendengar itu. Reyhan mengulurkan sebelah tangannya sambil sesekali fokus pada kemudi, masih sambil tertawa pelan Reyhan mengelus kepala Aisyah pelan. "Maafin Mama ya, Aisyah. Emang gitu kalo udah deket."


"Uhh, pah Mama mau juga dong kepalanya di elus gitu kayak pasangan didepan."


"Apa sih Maa," gumam Reyhan sambil menjauhkan tangannya kembali. Kini ia benar-benar fokus menyetir saat mulai berbelok pada gapura. Jalan yang disediakan cukup untuk dua mobil, tidak terlalu menghambat saat mereka masuk.

__ADS_1


__ADS_2