Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 6 : Pernikahan


__ADS_3

Rere menutup mulutnya dan menahan air mata tak keluar banyak untuk laki-laki yang menjadi asing dihadapannya. "Kalau gitu selamat untuk pernikahan kamu besok. Dan selamat kamu udah ngehancurin aku." Rere sedikit meringis. Bahkan saat ia menangis pun tak ada pelukan hangat yang biasanya Reyhan berikan. Dia benar-benar sudah menjadi Reyhan yang dulu, Reyhan yang pertama ia kenal. Dingin, kaku dan menjaga jarak.


"Aku minta maaf dan aku terima kalo kamu mau benci aku." Hanya itu yang Reyhan ucapkan, dia ingin menarik Rere dalam pelukannya, namun ia sadar itu bukanlah hal yang baik. Dia sudah tidak bisa menyentuh perempuan lain, Reyhan harus mulai membiasakan diri untuk tetap dijalan ridho Allah. Tanpa mendengar jawaban dari Rere, Reyhan menatap kepergian Rere. Hatinya juga sakit namun dia tidak bisa melakukan hal lebih, dia mempunyai batas untuk semua yang dia lakukan.


...🦋...

__ADS_1


Reyhan menatap diri di cermin, sambil memantapkan hatinya ia mengenakan peci putih, ini hari specialnya. Dan hari dimana ia akan menyempurnakan agama.


Reyhan meyakinkan diri bahwa ini benar-benar jalan yang harus ia tempuh, cinta akan datang seiring berjalannya waktu. Ia pun bukannya jahat kepada Rere, ia hanya ingin mereka terbebas dari perbuatan zina dan menjauhkan mereka dari kerusakan. Walaupun tidak melakukan sejauh itu, namun Reyhan tetap merasakan dirinya sudah jauh dari agama. Ia shalat setiap hari seakan terhapus kembali karena memeluk dan menyentuk perempuan yang bukan hak nya.


"Bismillahirrahmanirrahim," gumam Reyhan, ia yakin bisa melewatkan semua ini dengan hati yang ikhlas.

__ADS_1


...🦋...


Jantung Aisyah berdetak kencang saat menyadari dia sudah mendekati Reyhan, suaminya. Dia jatuh cinta tepat dihari pernikahannya. "Cium tangan suami kamu sayang." Bisikan itu seakan menyadarkan Aisyah. Dia dengan ragu menggapai tangan yang sudah disodorkan pelan itu, dan untuk pertama kalinya bibir Aisyah mencium tangan seorang lelaki selain ayahnya.


Reyhan terkesiap, dia tidak merasakan apapun, Reyhan merasa biasa saja. Ada apa dengan hatinya? Dihadapannya seorang bidadari dunia yang terlihat sangat cantik walau tertutup cadar putihnya, mata indah itu mampu membuat siapapun terpukau, namun mengapa Reyhan tidak merasakan apa-apa?

__ADS_1


Reyhan menarik nafasnya, dia menyentuh pelan kepala Aisyah, mendekatkan bibirnya pada kening perempuan itu sambil memejamkan mata. Lumayan lama Reyhan mencium keningnya, berharap ada sesuatu desiran dihatinya agar setitik rasa cinta itu tumbuh. "Kak." Suara gugup itu menyadarkan Reyhan, ia menjauhkan wajahnya dari Aisyah. Reyhan mengusap kepala Aisyah pelan, membacakan doa setelah resmi nikah. Semua wajah yang melihat mereka tersenyum bahagia, Reyhan mengedarkan pandangannya, mencari seseorang yang diragukan Reyhan akan datang. Sadarlah Reyhan, Rere tidak mungkin datang keacara ini, tidak ada perempuan yang mau disakiti dengan cara yang seperti itu!


Kini Reyhan memasangkan cincin pada jari Aisyah, jari yang begitu halus dan putih, namun tetap belum bisa meluluhkan hati Reyhan. "Tandatangan dulu buku nikahnya sayang," ucap Hana lembut setelah melihat keduanya saling bertukar cincin.


__ADS_2