
Empat bulan kemudian Jogja memasuki musim kemarau, siang hari akan terasa sangat panas dan saat malam suhu akan turun di bawah 20 derajat celcius, dingin.... sedingin pernikahan Rinjani. Pernikahan yang hangat dan romantis hanya berlangsung dua bulan, dan setelah itu Ezra disibukkan dengan pekerjaan design yang tiada habisnya.
Mereka telah tinggal di rumah selatan begitu Rinjani menyebutnya, rumah yang di bangun suaminya. Sebulan pertama menikah, mertuanya Bu Kristina masih tinggal bersama, namun kemudian memilih untuk ke Jakarta menemani mbak Indah yang habis melahirkan.
Rinjani akhirnya juga tahu jika suaminya seorang workaholic, di sisi lain over protektif dan posesif kepadanya. Sebelum menikah dia pikir dia yang tergantung kepada Ezra, ternyata Ezra yang tak membiarkan Rinjani kemana-mana tanpa ditemaninya. Namun dia bisa menerima kehilangan kehidupan sosial, mungkin konsekuensi sebagai istri.
Malam itu pun Ezra masih di kamar kerjanya, Rinjani seperti biasa dinner sendiri di meja makan berkursi 10.
"Sudah non?" Kata bi Yanti, pembantu pertama rumah ini berumur 50 tahun, ada dua pembantu menemani Rinjani. Bi Yanti dan mbak Mini berumur 30an akhir.
"Iyah bi" jawab Rinjani "dirapiin saja, tar mas Ezra turun makan kalau sudah selesai kerja" lanjutnya pelan
Trrrr
Widya memanggil, tidak biasanya
W : Rinjani!
R : hai Wid, tumben?
W : Radit kecelakaan, tadi habis magrib
R : apa!! Kamu dimana?
W : aku di perjalanan, aku juga barusan dikabarin, rumah sakit B*tesda. Belum tahu gimana keadaan pastinya
__ADS_1
R: baik aku menyusul
Setengah berlari Rinjani menuju kamarnya di lantai dua, dia gemetaran dengan mata berkaca-kaca mengganti pakaian, berhias seadanya, dan kemudian menarik tasnya.
"Mau kemana?" Kata Ezra di depan pintu kamar tidur
"Mas..." Isak Rinjani " hiks Radit kecelakaan" lanjutnya menatap suaminya
"Terus?" Ucap Ezra dengan dingin
"Temani aku ke rumah sakit mas?" Pinta Rinjani
"Aku? Tidak! Kamu tidak boleh pergi!!" Ezra dengan nada tinggi, Rinjani kaget dia tidak pernah melihat suaminya marah seperti ini
"Tidak! Jika kamu berani melangkahkan kakimu keluar dari rumah ini, jangan pernah berharap untuk kembali! Paham!?"
Duarrrr... Seketika ada yang pecah di hati Rinjani, dia terduduk di lantai mendengar kata Ezra, air matanya berjatuhan.
"Kamu mengancamku?" Isak Rinjani menatap Ezra yang memandangnya dengan tajam dan rahangnya menegang
"Terserah kamu mengartikan kata-kataku" balas Ezra sambil berbalik meninggalkannya
Rinjani menangis dengan pikiran terpecah suami atau sahabat yang telah dia kenal sejak remaja. Kemudian dia beranjak, membuka lemari mengeluarkan tas jinjing. Memasukkan beberapa pakaian, peralatan makeup dan paling penting kunci rumahnya.
Dengan pelan dia berjalan menuju garasi dan memanaskan mobilnya, ada mbak Mini mengantarnya walau tanpa kata-kata namun dia tahu majikannya sangat terluka.
__ADS_1
Rinjani menancapkan gas Jukenya dengan kencang, tanpa berbalik atau melihat kaca spion.
....
"Widya!" Pekik Rinjani sesaat melihat sahabatnya berdiri di depan pintu depan RS
"Rinjani sayangku" kata Widya memeluk Rinjani "cuup nangisnya sudah sayang, Radit sudah siuman kok"
"Betulkah?" Ucap Rinjani dengan airmata terus keluar
"Iya, gak parah kok. Radit naik motor keserempet mobil. Gak sadar awalnya kata dokter cuma shock, gak ada luka dalam" kata Widya sambil merangkul Rinjani "sudah di pindah ke kamar inap, lihatlah sebentar"
Rinjani mendapati Radit sedang tertidur, kepalanya di perban, ada luka beberapa di tangan, kaki dan muka.
"Dit" ucap Rinjani meraih tangan Radit dan menaruh kepalanya di tepian bed, air matanya kembali luruh. Mungkin jantungnya berhenti sepersekian detik saat mendengar sahabatnya kecelakaan, dia sangat.. sangat takut kehilangan.
Rinjani merasa ada yang mengusap kepalanya dengan pelan, dia pun mendongakkan wajahnya
"Aku pikir kamu tak akan pernah menangisiku" ucap Radit dengan tersenyum
"Radit, hiks..." Kata Rinjani kembali menangis
"Hei bumil jangan nangis, gak bagus buat kandungan" kata Radit sambil mengelus kepala Rinjani "aku tidak apa-apa"
Iyah.. Rinjani sedang mengandung tiga bulan, dan sekarang dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
__ADS_1