
Beberapa hari telah berlalu, kemarin Livia sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit setelah kejadian waktu itu yang mengharuskan dirinya untuk dirawat disana. Dan kabar baiknya, janin yang berada di dalam kandungannya tidak mengalami masalah apapun. Hanya pendarahan ringan akibat benturan yang dialaminya dan semua sudah ditangani dengan baik.
Namun, kabar baik itu tidak membuat Zayn merasa lega. Bahkan dia merasa geram saat melihat wanita itu kembali dengan keadaan baik-baik saja. Mau tidak mau, Zayn harus menerimanya kembali di kediamannya karena saat ini kondisinya belum benar-benar pulih. Dia pun juga tahu, jika livia sekarang sudah tidak memiliki siapapun setelah ibunya meninggal beberapa tahun yang lalu. Hal itu membuat dirinya semakin membenci wanita itu. Pasalnya dia tidak bisa menghindarinya.
Setelah semalaman berfikir, akhirnya dia mengambil tindakan. Zayn menghubungi anak buahnya agar menyiapkan rumah untuk dapat segera ditempati. Tidak menunggu lama, tadi pagi Zayn segera memerintahkan dua orang pelayan untuk ikut pergi bersama, menemani Livia kerumah yang sudah disiapkan olehnya.
Livia tidak begitu saja menuruti perintah dari zayn. Tidak sedikit dia memberikan penolakan bahkan rayuan untuk membujuknya, tapi tetap saja tidak cukup untuk mengurungkan niat Zayn. Karena dia sama sekali tidak nyaman berada dirumah Ketika teringat dengan keberadaan wanita itu.
Malam itu sehabis acara makan malam bersama, terlihat zayn sedang duduk santai bersama dengan laurin dan juga Laura di ruang keluarga. Dia merasa sedikit lega karena akhirnya dia bisa menjauhkan Livia dari hidupnya walau hanya beberapa waktu saja.
" Kak, kenapa kakak melamun saja.? Sedari tadi aku memanggilmu " tanya laurin
" Hah.. ?? Maaf, kakak tidak mendengarkanmu. " balasnya
" Apa yang sedang kakak pikirkan ?? kenapa melamun saja dari tadi ?? Apa ini masalah Livia?? "
" Tidak laurin.. untuk apa kakak memikirkan wanita itu. Kakak sedang memikirkan Nadin. Kakak sangat merindukannya, kakak takut jika dia tidak bisa memaafkan kakak, laurin. "
" Kak, aku rasa Nadin akan memaafkan kakak walaupun akan sedikit berat. Percayalah !! Dia wanita yang sangat baik. "
" Laurin, kakak tidak tahu, kakak meragukan pendapatmu. Ayah bilang jika Nadin sudah mengurus surat cerai yang akan dia ajukan kepengadilan agama. Kakak takut jika itu benar-benar dia lakukan. "
Zayn merasa sangat sesak ketika mengingat hal terakhir yang ayah shen katakan sebelum dia kembali ke villa waktu itu.
" Kakak jangan berpikir terlalu jauh. Mungkin saja itu hanya akal-akalan ayah shen saja yang ingin membuat kakak mundur dan tidak lagi mengharapkan Nadin. " tebak laurin
Zayn menggeleng pelan tanpa menatap laurin.
" Sudahlah.. Biar kakak yang mengurusnya nanti. Lebih baik kita kembali ke kamar. Sepertinya Laura juga sudah mengantuk. "
" Yah... baiklah.... "
Mereka berdua beranjak dari duduknya kemudian berjalan beriringan menaiki anak tangga dan berbelok pada kamar mereka masing-masing.
Sedangkan dilain tempat, disebuah rumah mewah terlihat seorang wanita sedang duduk berselonjoran kaki diatas tempat tidurnya. Dia sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.
" Yah.. Aku sedang menikmati liburanku "
"...... "
__ADS_1
" Kau sudah tau bukan.. Lalu apa lagi yang harus aku katakan ?? "
"....... "
" Kapan kau akan kembali ?? "
"....... "
Livia mendelik saat mendengar penuturan dari orang yang ada di seberang telepon.
" Iyah.. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu lagi, Monic. " ucapnya sambil dibuat-buat seakan dirinya sedang merasa senang.
"....... "
" Baiklah, sepertinya aku akan istirahat, Monic. Badanku sangat lelah sekali karena seharian ini aku terus saja jalan-jalan dan shopping. "
" ..... "
" Oke.. bye... "
Hhuuuhhhft.
Livia menghembuskan nafas lega. Bagaimana tidak, dari tadi dia menahan kesal saat berbicara dengan Monic, sehingga dia menahan rasa sesak di dadanya. Livia merasa malas sekali sebenarnya meladeni Monic berbasa-basi. Apalagi ketika dia tahu jika Monic akan segera kembali dalam beberapa bulan mendatang untuk merebut hati Zayn kembali.
Sama halnya dengan kejadian yang menimpa Nadin saat dia terjatuh dan mengakibatkan dia menjadi koma adalah kelakuan Livia dengan atas perintah Monic. Tidak ada yang mengerti akan hal itu karena memang sudah direncanakan dengan matang oleh mereka sehingga membuat kejadian itu seperti kejadian yang tidak disengaja.
Bukan karena Livia dan Monic adalah teman, yang membuat Livia melakukan hal itu. Tetapi karena Monic sudah menjanjikan imbalan yang sangat menggiurkan bagi Livia yang hanya anak seorang pelayan di rumah Monic waktu itu. Sayang beribu sayang, ternyata Livia terhanyut akan pesona Zayn yang membuat hatinya tertarik dengan lelaki itu. Bahkan Monic tidak mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh Livia hingga saat ini. Yang Monic tahu hanyalah Nadin yang sudah kembali ke negaranya.
" Semoga saja dia kembali setelah aku sudah menikah dengan tuan Zayn " gumamnya
Livia kemudian merebahkan tubuhnya diatas kasur mahal itu. Dia kembali mengingat setiap kejadian dimana dia mulai memiliki perasaan itu pada Zayn.
Yah, zayn memang lelaki penyayang dan semua itu sudah dibuktikan dengan adanya baby Rafa yang selalu diberlakukan sangat baik olehnya. Setiap pagi menemui istrinya dan setiap sore menemani buah hatinya. Hal itu membuat Livia kagum pada sosoknya. Awalnya Livia berpikir jika Zayn adalah sosok yang galak sang angkuh, tapi semua itu tidaklah benar. Walaupun memang Zayn tidak menunjukkan secara langsung, Livia bisa menilainya sendiri dengan melihatnya saat memberlakukan anak dan istrinya secara istimewa, walaupun istrinya sedang koma.
Livia tidak menyesali perbuatannya selama ini. Entahlah, dia seakan sangat senang dengan hanya membayangkan saja, jika nanti ketika dia sudah menikah dengan Zayn, dirinya juga akan diberikan perlakuan yang sama dengan Nadin.
" Ah... aku sungguh tidak sabar menantikan belaian darinya "
Setelah puas tersenyum, raut wajahnya tiba-tiba meredup kala ingatannya kembali mengingat kejadian waktu itu.
__ADS_1
" Hemmm.. Aku harus mencari cara agar tuan Zayn tidak sampai melanjutkan perkara itu. Aku harus membuat dia lupa. "
Setelah itu dia mulai mencari posisi ternyaman dan siap untuk segera tidur.
******
Pagi ini Zayn terlihat sangat rapi. Setelah selesai bersiap, dia segera keluar dari kamarnya menuju ruang makan.
" Selamat pagi " Sapanya pada laurin
" Pagi kak. Apa tidurnya nyenyak semalam ??"
Zayn tersenyum sambil mengelus rambut laurin.
" Tenang saja, kakak tidur terlalu nyenyak. "
ucapnya sambil duduk di kursinya
Tok tok tok
" Hah.. siapa pagi-pagi sekali bertamu ?? "
" Sudahlah.. lanjutkan saja makannya !! "
Mereka berdua asyik dengan makanan yang menjadi menu sarapan pagi itu. Laura yang duduk dikursi khusus untuknya terlihat juga sangat menikmati sarapannya.
" Permisi, tuan "
Zayn dan laurin mengalihkan pandangannya kearah pelayan yang memanggilnya.
" Ada apa ?? " tanya Zayn
" Ini ada surat untuk anda "
ucap pelayan itu sbil menyodorkan amplop surat pada Zayn.
" Baik, terimakasih "
Setelah amplop itu diterima oleh zayn, pelayan itu segera pergi dari sana. Sedangkan Zayn mematung sambil meremas amplop yang baru saja di terimanya.
__ADS_1
' Aku tidak percaya jika hal ini akan benar-benar terjadi '
Tbc.