
Nadin turun dari mobil mewah itu sambil menggandeng lengan Zayn dan dibelakang mereka terlihat Rafa dan Alva berjalan dengan gagahnya. Kilatan lampu flash dari kamera mengiringi perjalanan mereka menuju pintu Ballroom hotel.
Nadin memang sangat jarang untuk ikut menghadiri pesta seperti ini. Sama halnya dengan kedua anaknya itu. Bukan karena Zayn yang melarang mereka untuk ikut, Tetapi memang Nadin sendiri yang tidak berminat untuk ikut.
Pantas saja, beberapa rekan bisnis Zayn tidak jarang yang tau mengenai istri dan keluarga Zayn. Walaupun dia adalah seorang konglomerat, berita tentangnya jarang sekali dipublikasikan. Zayn tidak ingin jika kehidupan pribadinya terekspos oleh media.
Mereka masuk kedalam ballroom hotel. Sungguh Nadin dibuat terpukau melihat dekorasinya.
Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Zayn berdecak kesal melihat banyaknya pria yang menatap Nadin. Zayn meraih pinggang Nadin dan mengeratkan pelukan tangannya.
" Ada apa sayang " Nadin menatapnya dengan tatapan bingung, dia merasa Zayn memeluk pinggangnya dengan erat.
" Aku tidak bisa membiarkan mereka memandangimu seperti itu. " jawab Zayn kesal.
" Kau ini, ada-ada saja. " ucap Nadin sambil memukul pelan lengan Zayn.
Baru beberapa langkah, para rekan bisnis Zayn sudah menyambut kedatangannya. Sambil sesekali melirik kearah Nadin. Walaupun sedang kesal, Zayn harus bersikap ramah dipesta ini.
Acara baru saja dimulai. Zayn dan keluarganya mengikuti setiap acaranya hingga selesai. Zayn mengajak Nadin dan kedua anaknya untuk ikut naik ke atas panggung dan memberikan selamat pada kedua mempelai.
Setelah mengucapkan selamat pada kedua mempelai, Zayn dan keluarganya segera mencari tempat yang lebih nyaman. Baru beberapa langkah, Zayn sudah disapa oleh seseorang yang tak lain ada rekan bisnisnya . Mereka berdua tampak sibuk berbincang hingga membuat Nadin dan kedua anaknya bosan.
" Sayang, aku akan mengambil minum dulu yah.." Pamit Nadin. Tanpa menjawab Zayn hanya menganggukkan kepalanya. Zayn melirik sekilas kearah kedua anaknya itu kemudian kembali fokus pada rekan bisnisnya.
" Mam aku ikut "
" Iyah.. aku juga ikut. "
" Disini sangatlah membosankan. "
"Kau benar sekali Al, Lebih baik kita tadi main game saja dirumah "
" Hemmm.. "
Nadin yang mendengarkan celotehan kedua anaknya itu membuatnya tersenyum simpul.
" Sayang ambillah makanan sekalian, biar kita disini saja "
" Wahh.. ide bagus mam. "
" begitu lebih baik. Ayo ambil makanan yang enak-enak. "
" Baiklah, mami tunggu disini yah.. jangan terlalu lama "
" Baik mam " sahut Rafa dan Alva berbarengan.
Rafa dan Alfa segera menghampiri meja yang penuh dengan makanan. Mereka mengambil beberapa makanan yang ingin mereka makan
sedangkan Nadin hanya mengawasi saja dari tempatnya.
" Permisi, Saya ingin mengambil minum "
" Oh iya.. maaf "
Nadin segera menyingkir dari tempatnya. Pria itu melirik sekilas . Dia melanjutkan niatnya untuk mengambil minuman.
" Oh.. hai nona.. kurasa aku pernah melihatmu , nona"
__ADS_1
" Hah ? aku tidak mengenal anda tuan, maaf "
pria itu menatap Nadin kemudian terkekeh pelan. Sesaat dia mengangguk.
" Yah aku ingat sekarang, kita pernah bertemu ditaman kau ingat taman danau remaja yang ada di Jepang, nona "
" Ah maaf, mungkin saja Anda sudah lupa. pertemuan itu memang sudah beberapa tahun lalu "
" Baiklah, Lee Seung min "
Pria itu mengulurkan tangannya.
Nadin menatap jengah kearah pria yang ada didepannya.
" Nadin " jawab Nadin sambil menjabat tangan pria itu cepat.
Mereka berdua akhirnya saling berbincang, walau Nadin sama sekali tidak merasa nyaman. Sesekali Nadin melirik kearah anaknya. Tetapi Nadin lupa jika dia sama sekali tidak melihat kearah Zayn.
Sedari awal Zayn terus mengawasi anak dan istrinya itu dari kejauhan. Dirasa cukup, Zayn melangkahkan kakinya menuju dimana Nadin berada. Dia sudah menahan gejolak api cemburu pada istrinya yang cantik itu.
" Eeheermm.. " suara deheman Zayn membuat Nadin dan Lee Seung min itu menoleh.
" Sayang, sepertinya kita harus segera pulang.
Dimana anak-anak" ucap Zayn sambil menatap Nadin dengan tatapan kesal. Nadin yang sudah paham akan sikap Zayn saat itu hanya mengangguk kemudian menunjuk kearah anaknya yang sedang asyik makan.
Zayn melihat kilas pria yang ada di depannya. kemudian dia merengkuh pinggang Nadin dengan erat dan segera mengajaknya untuk pergi menemui kedua anaknya tanpa berpamitan. Nadin hanya menghela nafas melihat kelakuan suaminya itu.
Lee Seung min masih menatap kedua pasangan yang baru saja pergi dari hadapannya.
" Hah... dia kan Zaynard Orlando Mark, Bagaimana bisa " gumamnya sendiri. Dia masih terkejut dengan kenyataan yang barusaja terungkap.
Zayn dan Nadin berjalan menghampiri Rafa dan Alva berada.
" Sepertinya kamu lebih senang menemani pria itu dari pada menemaniku. hemm.. "
Dari nada bicaranya, Nadin sudah tau jika Zayn sedang merajuk padanya. Nadin menggeleng pelan sambil tersenyum tipis.
" Kau ini bicara apa. Dia adalah fotografer yang dulu pernah bertemu denganku ketika di Jepang. Jangan berfikiran buruk seperti itu sebelum tau yang sebenarnya " Nadin mendongakkan kepalanya.
" Apa kamu sedang cemburu " ucap Nadin. Zayn menatap lekat wajah istrinya itu. Sungguh cantik.
" Aku akan menghukummu nanti "
" Yahh.. baiklah. Sekarang tersenyumlah didepan mereka "
Nadin dan Zayn berhenti di depan kedua anaknya itu.
" Hai mam.. hai dad " sapa mereka bersamaan
" Baiklah, kalian sudah selesai makan. Mari kita pulang " ajak nadin
" Iyah sebentar " sahut Alva sambil meneguk air minumnya tanpa sisa. Sama halnya dengan Rafa .
" Mari kita pulang " sahut Rafa yang sudah menyelesaikan acara makannya.
" mam " panggil Alva
__ADS_1
" Iyah sayang, ada apa " jawab Nadin dengan menoleh sekilas tanpa menghentikan langkahnya. Mereka semua menuju pintu utama untuk segera kembali pulang.
" Kenapa tadi mami tidak ikut kita makan "
" Ah.. Iyah.. makanannya sungguh lezat. Iyah kan Al " sahut Rafa
" heemm " jawab Alva smbil mengangguk
" Mami lagi tidak selera makan sayang "
" Sayang sekali, makanannya sungguh... "
" Sudahlah jangan banyak bicara lagi, atau kalian akan muntah jika terus berbicara " sahut Zayn yang merasa jengkel akan sikap anak dan istrinya hari ini.
" Haahh " Alva menoleh pada Rafa
" Ada apa dengan daddy, kak " bisik alfa
" Entahlah, lebih baik diam saja " jawab Rafa sambil menaikkan bahunya.
Zayn dan Nadin baru saja masuk kedalam kamar mereka. Keluarga kecil itu baru saja sampai tepat pukul 9 malam dan mereka segera masuk kedalam kamar mereka masing\-masing.
Nadin melihat Zayn membuka jasnya dengan kasar. Dia menghela nafasnya.
" Biar kubantu " Nadin dengan segera menghampiri Zayn kemudian membuka kancing kemeja Zayn satu persatu.
Zayn menatap lekat wajah istrinya itu. Kedua tangan Zayn meraih pinggang Nadin dan memeluknya erat. Nadin menahan tubuhnya dengan kedua tangannya di depan dada Zayn.
" Sayang, kita belum.... "
" Biar saja, kau membuatku tidak bisa menahannya "
Dengan cepat zayn meraih bibir Nadin dan segera mencumbunya.
" Sedari tadi kamu sudah membuatku kesal, sayang. Sekarang giliran aku yang akan membuatmu kesal sungguhan " Bisik Zayn setelah dia melepaskan pungutan liarnya.
Nadin ingin menolak, tetapi Zayn lebih dulu mendorong dan menindih tubuhnya diatas kasur. Mau tak mau Nadin hanya bisa pasrah dengan apapun yang akan dilakukan oleh suaminya itu.
Mereka berdua menghabiskan malam panjangnya setelah satu bulan lamanya berpuasa..
Sampai segini aja yah ektra part\-nya...
Tunggu Cerita Cinta 2 yang para reader yang baik..
Semoga suka..
Maaf jika masih banyak typo , author masih pemula..
Mohon dukungan dari para reader, untuk terus like, komen dan vote nya...
Makasih...
__ADS_1