Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Ekstra part Cerita Livia 9


__ADS_3

Zayn meremas amplop coklat yang baru saja di terimanya. Wajahnya mengeras. Dia sedang menahan amarahnya.


" Ada apa kak ?? "


" Tidak apa-apa. Lanjutkan saja makannya. !! "


Laurin mengerutkan keningnya. Seakan dia menangkap sesuatu yang tidak biasa dari kakaknya itu. Tapi dia tidak menanyakannya pada Zayn. Dia memilih diam saja, Karena dia tahu jika ada masalah pasti kakaknya itu akan bercerita.


Mereka melanjutkan sarapannya dalam diam. Sambil memendam perasaan yang mengganjal di hati dan pikirannya masing-masing.


Setelah beberapa menit berlalu, terlihat Zayn lebih dulu mengakhiri sarapannya. Dia segera berpamitan pada laurin dan juga Laura untuk berangkat ke kantor.


*****


Perusahaan Orlando International


Zayn tampak memandang kosong dengan posisi duduk dikursi kebesarannya sambil menyenderkan punggungnya. Saat ini dia sedang berfikir keras untuk menghadapi dan mencari penyelesaian masalah yang baru saja muncul.


Rasanya dia sangat lelah. Satu persatu masalah datang silih berganti. Seakan takdir sedang memberikan hukuman padanya. Bahkan brasanya untuk bernafas saja terasa sedak. Sepertinya dia ingin sekali menyerah. Saat ini dia tidak bisa menggunakan kekuasaannya untuk merayu keluarga istrinya. karena jika itu dia lakukan, pasti akan membuat istri dan orangtuanya semakin membencinya.


Memang begitulah sifat Keluarga Nadin. Mereka semua adalah orang yang sederhana dan tidak pernah memandang seseorang dari statusnya.


Zayn segera mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Dia mengetikkan sesuatu disana kemudian mengangkatnya.


" .... "


" Ayah.. Saya sudah menerima surat cerai dari Nadin. Kumohon ayah.. Tolong hentikan semua ini !! "


"...... "


terdengar suara ayah yang terkejut mendengar penuturan dari Zayn


" Iyah ayah... Saya tidak akan pernah tinggal diam jika Nadin terus memaksa, ayah. Zayn akan melakukan sesuatu. "


"....... "


" Jika ibu melarang Zayn untuk tidak menemui Nadin dan juga Rafa, saya masih bisa menerima. Tapi jika ayah dan ibu membiarkan Nadin menceraikan saya. Akan saya pastikan jika Nadin dan Rafa akan segera berada disini dalam sekejap. Zayn sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Zayn sangat mencintai Nadin ayah. "


Wajah Zayn terlihat mengeras. Dia sedang menahan amarahnya.


"...... "


" Baiklah.. Jika itu yang ayah mau. Tapi Zayn tidak akan pernah tinggal diam jika Nadin terus melanjutkan proses perceraian ini. "

__ADS_1


"...... "


" Yah.. baik ayah.. terimakasih "


Huuuffft...


Zayn sedikit bernafas lega. Tapi hatinya masih merasa sedikit ragu. Dia merasa belum puas.


Zayn segera melakukan panggilan telepon pada seseorang, setelah tadi dia menimbang beberapa hal kemungkinan yang akan terjadi kedepannya berkaitan dengan masalah ini.


Yah.. Zayn menghubungi pengacaranya untuk mengurus masalah perceraian yang diajukan oleh Nadin. Dia mengantisipasi jika Nadin akan nekat mengurusnya sendiri dan dia tidak mau sampai hal itu terjadi.


Setelah selesai dan mengakhiri panggilannya, Zayn segera beranjak dari duduknya dan segera pergi untuk menemui pengacara yang baru saja dia hubungi.


*******


Hari demi hari berlalu begitu cepat. Dalam seminggu ini zayn terlihat lelah, hal itu dapat dilihat dari guratan diwajahnya. Dia bahkan melupakan persoalan Nadin yang menggugat cerai dirinya, karena sangat sibuknya mengurusi perusahaannya yang sedikit oleng akibat adanya seorang karyawan keuangan yang menggelapkan dana pembangunan proyek baru.


Pagi ini dia terlihat sangat rapi. Yah.. karena hari ini dia akan berangkat ke Jepang untuk menemui ayah dan ibu mertuanya. Masalah perusahaan sudah diselesaikan dengan baik. Sekarang dia harus menyelesaikan masalah kehidupannya bersama sang istri.


Baru saja dia membuka pintu utama, wajah yang tadinya terlihat cerah seakan berubah menjadi malas. Dia menatap tajam wajah wanita yang ada didepannya itu.


' Cih.. mau apa lagi dia kemari ? '


" Ada apa kau kemari, Livia ?? " tanya zayn


Yah.. wanita itu tidak lain adalah Livia.


" Mmm... Saya hanya ingin berkunjung kemari, tuan. Saya hanya ingin melihat tuan. Mungkin bayinya sedang mengidam. " jawabnya


Zayn merasa sangat kesal. Bagaimana tidak, dia seakan sangat bahagia mengandung anak dari hubungan yang tidak jelas seperti ini. Bahkan Zayn saja masih meragukan kebenaran atas siapa ayah dari anak itu. Sungguh memalukan sekali. pikirnya


" Hah...Lebih baik kau kembali saja dan jangan pernah lagi datang kemari. !! " tutur zayn. Tanpa disengaja rahangnya mengeras. Dia sangat muak sekali meladeni wanita itu.


" Tuan, saya hanya ingin melihat anda, bukan untuk mengganggu apalagi untuk menemani saya. " bantahnya


" Sudahlah...minggir !! "


Zayn hendak melangkah, tetapi Livia segera membuat langkahnya terhenti.


" Tuan, anda akan pergi kemana?? Bukankah hari ini hari libur ?? "


Zayn menoleh dengan memasang wajah tidak ramah. Dia menatap tajam kearah Livia. Beberapa menit berlalu, akhirnya dia memilih diam dan memutuskan untuk segera pergi dari sana Sebelum sesuatu hal yang tidak diinginkan akan dilakukan olehnya.

__ADS_1


Beberapa kali Livia memanggil tapi tidak dihiraukan oleh Zayn. Zayn masuk kedalam mobilnya dan segera memerintahkan sopirnya untuk melajukan mobilnya.


" Dia benar-benar wanita tidak waras. Bagaimana bisa aku terjebak dalam tipuan yang dia buat. Aku sangat menyesal sudah mempekerjakan wanita itu " gumamnya lirih


Rasanya dia sangat malas sekali menghadapi wanita licik itu. Bukan hanya malas tapi juga sangat lelah. Bisa saja dia datang untuk melakukan sesuatu hal yang sudah dia rencanakan sebelumnya.


Setelah 30 menit dalam perjalanan, akhirnya Zayn tiba dibandara Heathrow. Zayn segera bergegas menuju pintu masuk dan segera melangkahkan kakinya menuju tempat dimana pesawat jet pribadi miliknya berada.


Tidak menunggu lama, pesawat itu segera lepas landas setelah Zayn masuk. Selama dalam perjalanan Zayn terus saja memikirkan Nadin. Saat ini dia sangat merindukan sosok wanita itu. Sejak awal pertemuannya, Zayn sudah merasa jatuh cinta padanya. Hingga saat ini, dia masih merasakan perasaan yang sama. Dia terhanyut dalam pikirannya. Rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ayah mertuanya dan ingin meminta ijin untuk menemui istrinya itu.


******


" Ibu, kita akan kemana ?? mengapa ibu memberikan pakaian ini. "


" Sudahlah, cepat pakai !! "


" Baiklah "


Dengan segera Nadin Menganti pakaiannya dengan baju yang baru saja diberikan oleh ibunya. Walaupun ada seribu pertanyaan muncul dikepalanya.



" Sebenarnya, ibu akan membawaku kemana dengan memakai pakaian kantor seperti ini. Sungguh aneh sekali " Gumam Nadin setelah memakai pakaian yang tadi diberikan oleh ibunya.


Setelah selesai berdandan ala dirinya. Nadin segera keluar dari kamar dan menemui ibunya.


" Ibu... ibu... "


Nadin Melihat kearah ibunya yang ada di halaman depan rumahnya. Dia sedang melakukan panggilan telepon dengan seseorang sambil menggendong baby Rafa.


" Ibu... Sebenarnya kita mau kemana ??


" Bukan kita, sayang.. Tapi kamu. Hari ini ayah akan menemui client penting. Dan sekertarisnya tidak bisa menemani ayah, Karena pekerjaannya sangat banyak dan harus segera dia selesaikan. Itu sebabnya, ayah ingin kamu yang menemaninya. Kamu tidak keberatan, kan ?? "


Nadin masih mencerna perkataan dari sang ibunda. Tapi rasanya sangat aneh sekali, pasalnya hal seperti ini tidak pernah terjadi. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


' Sepertinya, ibu sedang merencanakan sesuatu. Tapi apa ? '


" Nadin... "


" Hah.. Iyah... baiklah "


walaupun sedikit merasa curiga tetapi Nadin segera menepis pikiran itu. Mana mungkin ibunya akan melakukan sesuatu hal yang buruk padanya.

__ADS_1


Setelah Nadin masuk kedalam mobil, sang sopir segera malajukan mobil itu menuju tempat yang sudah diberitahukan oleh ibu Maya tadi.


__ADS_2