
Plaakkk....
Zayn memegangi pipinya yang sedikit memerah akibat tamparan dari Nadin. Walaupun demikian, tidak membuat zayn merasakan sakit.
Dia menatap lekat wajah cantik istrinya itu yang sedang kesal padanya. Entahlah, rasanya dia sangat ingin sekali memeluk wanita itu. Meluapkan segala rindu yang tertahan selama ini, tanpa menghiraukan kekesalannya pada istrinya itu.
Tanpa banyak bicara lagi, Nadin segera melangkahkan kakinya menuju pintu. Baru saja melangkah, Nadin menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Zayn yang sedang menahan tangannya.
" Mau apa lagi kamu ?? Lepaskan !! Atau aku akan berteriak " ucap nadin sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan zayn.
" Ku harap kamu mengurungkan niatmu untuk bercerai dari ku, Nadin. "
" Tidak.. Aku tetap ingin kita bercerai. Memangnya apa yang bisa aku harapkan lagi darimu, Zayn. Sebuah pengkhianatan sudah cukup untukku, lalu apalagi nanti yang akan kamu berikan jika kita masih bersama, hah ?? Aku bukan wanita yang bisa kamu jadikan mainan seperti wanita itu. " bentak nadin
" Aku tidak pernah mengkhianatimu, Nadin. Apalagi berniat mempermainkan mu. Aku akan membuktikannya padamu. Aku sangat mencintaimu. Percayalah !! "
Zayn memegang kedua tangan Nadin dan menggenggamnya erat. Dia menatap lekat wajah istrinya itu dengan tatapan mata yang mengisyaratkan kesedihan.
Zayn memang benar sangat mencintai Nadin. Walaupun pernikahan mereka berdua berlangsung akibat kejadian yang tidak mereka berdua inginkan. Tapi tidak bisa dipungkiri, jika Zayn sangat amat senang bisa menikahi Nadin waktu itu.
Mereka berdua saling memandang. Lagi dan lagi Nadin berusaha menghindar dari tatapan mata Zayn. Dia tidak ingin terhanyut lagi dalam buaian cinta dari sosok suaminya itu.
Nadin tidak ingin lagi menjalin hubungan dengan pria yang sudah mengkhianati kepercayaannya. Dia sangat amat marah pada Zayn ketika mengetahui ada wanita lain yang hidup bersama dengan suaminya itu. Walaupun dia sudah sangat jelas merasakan perasaan Nya pada sang suami tapi Nadin berusaha keras untuk menolak kenyataan itu.
Nadin sudah bertekad jika dia ingin sekali berpisah dari suaminya itu. Dia tidak mengharapkan lagi cinta dari pria itu. Nadin sudah menutup mata dan hatinya untuk Zayn saat ini.
" Tolong lepaskan tanganku, Zayn !! " pinta Nadin.
Mengingat kejadian-kejadian yang pernah mereka lalui bersama membuat Nadin ingin sekali menangis. Ini adalah pertama kalinya dia jatuh cinta pada seseorang, dan perasaannya itu sudah membuat hatinya sangat hancur.
Zayn menatap nanar wajah cantik istrinya. Dia seakan tahu apa yang sedang dirasakan olehnya.
__ADS_1
" Nadin, maafkan aku. Percayalah aku tidak pernah mengkhianatimu. Mana mungkin aku tega melakukan itu. Aku sangat mencintaimu. Bahkan aku sudah pernah kehilanganmu, tapi aku tidak pernah meninggalkanmu, sayang. Apalagi untuk mengkhianatimu ketika aku sudah memiliki mu dan juga rafa. Wanita itu sedang mempermainkanku. Percayalah !! " jelasnya pada Nadin.
Nadin menatap manik kecoklatan itu. Hatinya menjerit ingin sekali membenarkan perkataan yang baru saja di dengarnya, tapi egonya sudah lebih dulu menguasahi dirinya.
Nadin menggeleng pelan, air matanya lolos membasahi pipinya. Dia tidak tahan jika berlama-lama dalam situasi seperti ini.
Zayn melihat Nadin yang menangis membuat dirinya ikut merasakan kepedihan istrinya itu. Tidak lama, Zayn membawa Nadin kedalam pelukannya. Bahkan Nadin tidak menolaknya, dia seakan menikmati hangatnya tubuh dari sosok suaminya itu. Yah.. Nadin sangat merindukan lelaki itu. Suaminya. Cinta pertama baginya.
" Kumohon, berikan aku kesempatan untuk membuktikan semuanya, nadin !! "
Nadin masih menangis meluapkan segala emosi yang selama ini tertahan.
" Menangislah. !! "
Nadin hanya diam. Entahlah, kenapa dia dengan mudahnya menangis saat dihadapan Zayn.
" Aku sangat mencintaimu, Nadin. Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi meninggalkanku lagi. Kuharap kamu bisa ikut pulang bersama denganku "
Nadin mengusap air matanya dengan kasar.
" Aku tidak akan pernah mau kembali denganmu lagi, Zayn. Kamu pikir aku akan luluh begitu saja. Maaf, hal itu tidak akan terjadi. Kamu sudah menghancurkan kapercayaanku. Kembali lah pada wanita mu itu dan jangan pernah lagi kembali untuk menemui ku. " ucap Nadin dengan penuh emosi.
Nadin segera berbalik dan berjalan keluar dari ruangan itu. Dia berjalan cepat sambil terus mengusap kasar air matanya yang tidak mau berhenti.
" Nadin.. "
Zayn terus memanggilnya sambil mengejar wanita itu. Berharap akan bisa meyakinkannya sekali lagi.
" Sayang. "
Zayn mengusap wajahnya dengan kasar saat melihat Nadin masuk ke dalam lift yang baru saja tertutup. Tanpa pikir panjang dia segera berlari menuju tangga darurat. Zayn menuruni anak tangga dengan berlari. Dia ingin sekali menahan Nadin agar tidak pergi. zayn ingin berbicara sekali lagi dengan istrinya itu.
__ADS_1
Saat dirasa dirinya sudah sangat lelah, zayn memilih keluar dari sana. Terlihat Zayn memasuki lantai tiga. Dia melihat lift yang baru saja terbuka saat seseorang baru saja keluar dari sana, dengan cepat dia berlari untuk masuk kedalam lift itu.
Dengan nafas yang masih ngos-ngosan, Zayn menyenderkan punggungnya di sisi lift. Dia berharap dapat mengejar istrinya itu. tidak lama berada di dalam sana, kemudian lift terbuka tepat dilantai bawah. Zayn segera berlari keluar dan melihat sekeliling.
Zayn segera berlari menuju pintu utama. Dia melihat sosok wanita yang saat ini sedang dicarinya.
Nadin berdiri sambil sesekali menoleh kesegala arah. Wanita itu takut jika Zayn lebih dulu menghentikan dirinya untuk pulang. Bukan tidak mau, tapi dia takut jika hatinya tergoyahkan oleh bujuk rayu suaminya itu.
Tidak lama paman Lux datang untuk menjemputnya. Nadin segera masuk kedalam mobil. baru saja dia ingin menutup pintunya, dia segera menoleh ketika ada seseorang yang memanggilnya.
" Nadin. Tunggu !! "
Tidak lama, Nadin segera melanjutkan niatnya untuk menutup pintu mobilnya.
" Cepat jalan paman !! "
Tanpa menunggu lagi, mobil yang di naiki oleh Nadin segera melaju meninggalkan hotel mewah itu.
Zayn menatap nanar mobil yang di naiki oleh istrinya itu. Zayn sedikit membungkuk dengan kedua tangannya bertumpu pada pahanya. Nafasnya memburu akibat dirinya baru saja berlarian. Ingin sekali dia meluapkan segala emosinya. Dia merasa sangat kesal sekali pada takdir yang sudah membuat dirinya menjadi seperti sekarang ini.
**
Nadin menoleh, Melihat kebelakang ketika Zayn terus memanggil dirinya. Tak kuasa menahan rasa sesak yang ada di dadanya. Dia menangis sambil terus melihat Zayn dari dalam mobilnya yang terus membawanya menjauh dari sosok lelaki itu.
Nadin ingin sekali kembali padanya, tapi dia tidak bisa. Hatinya sudah sangat hancur. Walaupun dia belum mengetahui kebenarannya akan hubungan yang terjalin diantara suaminya dengan perempuan yang waktu itu, tapi rasanya dia begitu sangat sakit dan kecewa.
Istri mana yang tahan jika melihat suaminya bersama wanita lain. Apalagi keadaan wanita itu sedang hamil.
Nadin mengusap kasar air matanya saat mengingat kejadian dimana dia bersama ibunya mendatangi kediaman sang suami. Nadin berbalik melihat kearah depan. Dia menghela nafasnya.
" Aku tidak akan kembali lagi denganmu, Zayn " gumamnya sendiri.
__ADS_1
Nadin memejamkan kedua matanya. Menahan rasa sedih dan kesalnya yang bergejolak di dalam hatinya.