Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Ekstra part Cerita Livia 14


__ADS_3


Zayn tampak sedang duduk manis dikursi kemudinya. Merapalkan kalimat di dalam diamnya agar dirinya dapat tetap bersabar. Menunggu seseorang yang memang patut untuk ditunggu kedatangannya.


Sudah beberapa bulan terakhir dia belum berkunjung, dan hari ini akhirnya dia dapat menemui sang kekasih hatinya. Sosok perempuan yang selalu ada didalam hati dan pikirannya. Mendamba setiap yang ada pada pada sosok istrinya itu.


Kedua mertuanya sudah melepaskan pengawasan terhadap Zayn. Sepenuhnya Zayn sangat berterimakasih kepada ayah mertuanya yang sudah dapat meyakinkan ibu mertua untuk dapat menemui Nadin kembali.


Zayn menunggu didalam mobilnya. Membuka kaca mobilnya lebar-lebar, membiarkan angin dari luar masuk kedalam. Panas yang terbawa oleh semilir angin tidak membuat dirinya untuk menyerah.


Satu jam yang lalu, setelah dirinya tiba di bandara Haneda Tokyo, Jepang. Dia sangat senang Setelah menghubungi ayah mertuanya dan mendapatkan kabar jika saat ini Nadin sedang berbelanja kebutuhan Rafa di supermarket terdekat sendirian.


Zayn tidak menunggu lama untuk segera melajukan mobilnya menuju tempat yang tadi ditunjukkan oleh ayah shen.


Disinilah sekarang Zayn berada. Disebuah lahan parkir yang disediakan oleh tempat perbelanjaan yang dikunjungi oleh Nadin. Dia tidak ingin masuk kedalam. Karena Zayn takut tidak akan bisa menemukan Nadin.


Zayn meraih tombol untuk menyalakan MP3 pada mobilnya, mendengarkan sebuah lagu favoritnya untuk sekedar mengurangi rasa bosan yang sedang melanda dirinya.


Tidak disangka Setelah menunggu lebih dari satu jam lamanya. Sosok wanita berparas cantik yang sejak tadi ditunggunya keluar dari pintu utama pusat perbelanjaan tersebut. Sontak hal itu membuat Zayn tersenyum lebar.


" Akhirnya.. "


Zayn segera keluar dari mobil. Membawa langkah kakinya dengan tidak sabaran untuk menghampiri istrinya itu.


" Nadin "


Nadin menoleh kearah kirinya. Mendapati sosok pria yang sangat dia kenal. Tidak lama pria tersebut menghampirinya dan segera memeluknya erat.


" Kapan kamu datang ?? " tanya Nadin ketika mereka melepaskan pelukannya


" Kemarin. Tadi ayah shen bilang, kau sedang berbelanja. Kebetulan sekali saat aku menghubunginya aku baru saja datang kemari. Tidak disangka jika kita akan segera bertemu. "


Mereka berdua tertawa kecil menanggapi ucapan pria yang ada dihadapan Nadin.


" Apa kau akan berbelanja. ?? "


Pria itu mengangguk kecil.


" Baiklah, aku akan kembali terlebih dahulu, ken. Kutunggu kau dirumah saja. Aku ingin mendengarkan cerita tentang kekasihmu itu "


Kali ini suara gelak tawa nyaring sukses membuat seseorang yang berada di sisi belakang mereka mengepalkan kedua tangannya. Seketika rahangnya mengeras tanpa disadari.


" Baiklah.. Sampai jumpa lagi. "


" yah.. sampai jumpa dirumah. "

__ADS_1


Kenji Adachihara adalah sepupu Nadin. Anak dari adik ayahnya. Dia terlihat Sangat dekat dengan Nadin. Bukan karena apa, memang sejak dulu sebelum akhirnya Kenji pergi ke Korea untuk melanjutkan studinya mereka berdua sudah sangat dekat.


Hingga kini Kenji kembali dan bekerja di perusahaan keluarga. Membuat mereka berdua kembali dekat. Awalnya Kenji sangat terkejut mendapati Nadin yang sudah memiliki anak. Dia bahkan melupakan acara pernikahan Nadin waktu itu. Karena saat itu dia sedang menjalani ujian akhir. Hingga kini dia sudah mengetahui tentang semuanya.


Nadin tersentak kecil ketika barang belanjaannya diambil alih oleh seseorang dari belakangnya. Seketika Nadin membalikkan badannya. Menatap lekat wajah seseorang yang baru saja mengambil barang belanjaan miliknya.



Mereka berdua saling memandang. Membiarkan diri mereka hanyut dalam tatapan yang menyejukkan jiwa dari keduanya. Memberikan ruang kosong untuk mengambil alih keadaan.


Zayn tersenyum saat melihat Nadin yang masih enggan untuk sekedar mengalihkan pandangannya. Sejak kejadian yang dilihatnya beberapa menit yang lalu, Zayn sudah menahan amarahnya. Namun, setelah melihat Nadin yang begitu nampak memesona, segera membuat hatinya berdesir. Merindu yang tidak kunjung hilang walau saat ini sudah melihat sosok yang dirindukannya.


Nadin hanyut dalam pikirannya. Entahlah.. beberapa bulan terakhir ini kenapa rasanya dia begitu sangat merindukan sosok suaminya itu. Namun dia tidak akan pernah mau kembali lagi pada zayn. Itulah yang diucapkannya Minggu lalu saat ibu dan ayahnya bertanya.


" Sayang, Ayo aku antar pulang. !! "


Tarikan kecil pada tangan kanannya seketika menyadarkan Nadin dari lamunannya. Nadin menautkan kedua alisnya, memasang wajah garang kearah Zayn yang sedang menarik tangannya.


" Lepaskan !! Aku bisa pulang sendiri "


" Siapa yang mengijinkanmu pulang sendiri. ?Kau akan pulang bersamaku. "


" Ayo.. "


Tidak mendengarkan lagi teriakkan Nadin. Zayn dengan langkah tegas menarik tangan Nadin agar dia ikut bersamanya. Membiarkan istrinya itu untuk mengeluarkan segala emosinya.


" Cepat masuklah !! Aku tidak ingin membuat Rafa menunggu terlalu lama. "


Nadin sejenak mengerutkan keningnya. Mencerna setiap kata yang baru saja keluar dari mulut Zayn.


" Apa maksudmu ?? "


" Cepat masuk !! "


Dengan keadaan bingung, Nadin segera masuk kedalam mobil mewah tersebut tanpa harus dipaksa. Hal itu membuat Zayn tertawa dalam hati. Membiarkan istrinya bingung sendiri memikirkan ucapannya yang sama sekali tidak benar.


Bahkan Zayn tidak tahu bagaimana keadaan anaknya itu. Tadi dia asal bicara saja, dan hal itu seakan sangat berpengaruh pada Nadin. Membuat Zayn merutuki kelakuannya yang saat ini sedang mengerjai istrinya itu.


" Sebenarnya ada apa Zayn ?? Apa terjadi sesuatu pada Rafa ?? "


Zayn baru saja mengemudikan mobilnya. Memutar arah untuk dapat keluar dari tempat parkir tersebut. Berbelok kearah kiri dan segera bergabung dengan kendaraan lainnya yang sudah berada di jalan raya.


Zayn hanya melirik kearah Nadin. Membiarkan wanita itu bingung dengan apa yang tadi diucapkannya.


" Zayn.. Katakan sesuatu !! "

__ADS_1


Nadin memegang lembut lengan Zayn.


Kali ini bukan lirikan lagi yang diberikan oleh Zayn. Namun sebuah tatapan mendamba pada sosok wanita cantik yang sedang duduk disampingnya itu. Rasanya sungguh ingin sekali memeluknya. Namun itu tidak mungkin dilakukannya sekarang karena saat ini dia sedang mengemudi.


" Aku mencintaimu, Nadin. "


Mendengar ucapan yang baru saja keluar dari bibir sexy suaminya itu, membuat Nadin terperangah. Seketika sebuah pukulan keras meluncur dari tangan mungilnya.


Hal itu membuat Zayn mengeluh pelan. Hingga kini Nadin mengulangi perbuatannya sekali lagi, kedua kali hingga beberapa kali.


" Kau sedang membohongiku. "


" Nadin, hentikan !! "


" Tidak.. Berani sekali kau menggunakan nama Rafa untuk membohongiku "


" Hentikan !! Baiklah.. Maafkan aku.. maafkan aku. "


Sambil terus mencoba menghindari pukulan Nadin yang semakin menjadi.


" Nadin, aku sedang mengemudi saat ini "


Akhirnya gerakan tangan Nadin berhenti diatas udara. Membiarkan tangannya untuk tidak memukul Zayn lagi walaupun dia sangat kesal pada lelaki itu.


Kini suasana di dalam mobil menjadi hening. Rasa canggung sedang menyelimuti mereka berdua. Kejadian tadi membuat Nadin menjadi malu sendiri.


' Hah.. bagaimana bisa aku percaya padanya begitu saja. Dasar bodoh.. "


Zayn sejenak melirik kearah Nadin yang menjadi salah tingkah. Dia menarik ujung bibirnya membuat sebuah senyuman manis.


Hingga tidak terasa beberapa menit berlalu, Zayn membelokkan arah mobilnya untuk masuk kedalam halaman rumah keluarga syahir.


Mereka berdua turun, Nadin segera membawa langkah kakinya untuk segera masuk kedalam rumahnya. Tidak menghiraukan panggilan sayang yang keluar dari mulut Zayn.


Hal itu semakin membuat Zayn tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya yang sedari tadi menyelimuti hatinya.


Dengan perasaan yang berbunga-bunga Zayn membawa barang belanjaan Nadin untuk masuk kedalam rumah. Ingin segera masuk menemui istri dan anaknya. Namun suara dering ponsel segera mengalihkan perhatiannya.


Dengan cepat Zayn merogoh kantong celananya Setelah beberapa kali mendengar suara dering dari ponselnya.


" Halo.. "


" ...... "


" Apa ??? "

__ADS_1


Seketika raut wajah Zayn berubah mengeras seiring dengan suara seseorang yang didengarnya dari balik ponselnya.


__ADS_2