Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Hampa


__ADS_3

Dua puluh purnama kemudian...


Rinjani menatap penampilannya di depan cermin besar kamarnya, one shoulder mini dress berwarna soft pink dan cone heels hitam, menyempurnakan dengan high jacket hitam


"Rinjani san kamu cantik sekali, mau menggaet Harry Styles yah? kekeh Naomi teman seflatnya, gadis Jepang bertubuh 157cm, dengan wajah putih bersih dan imut. Mereka dekat sejak awal kuliah, sama-sama mengambil jurusan Internasional Relations. Mungkin karena mereka berasal dari Asia membuat lebih akrab dan akhirnya memutuskan berbagi flat.


"Aku suka Zayn Malik" balas Rinjani sambil mencibirkan bibir, memutar bola matanya dan kemudian tertawa


"Hahaha ambil jika bisa.. Ayo, para pria sudah menunggu kita di bawah" kata Naomi menarik tangan Rinjani menuju pintu depan. Malam itu mereka akan ke The Zeus 2 blok dari flat mereka, pub paling terkenal di Middlesex untuk merayakan ulang tahun Naomi ke 26.


Para pria maksud Naomi adalah pacarnya Kim Tae Hoo dan sahabatnya Park Seung Jae, mereka berempat berkuliah di M University London, dengan program jurusan berbeda.


Rinjani berjalan di belakang pasangan yang selalu di mabuk asmara, dia sendiri beriringan dengan Seung Jae. Pria setinggi Keanu dan tampan, yang kata Naomi mirip artis korea Park Seo Joon.


"Berikan tanganmu" kata Seung Jae


"Untuk apa?"


"Kamu sudah berapa kali hampir terjatuh" kata Seung Jae melirik heels Rinjani, akhirnya dengan patuh menggandeng lengan kokoh pria itu.


...


Suasana riuh dengan alunan hip hop memeriahkan The Zeus malam itu, meja-meja terisi dengan orang-orang yang menghabiskan waktu jumat malam dengan bersantai dan menenggak alkohol. Rinjani tidak berhenti tertawa dengan cerita konyol Tae Hoo dan Seung Jae, begitu pun Naomi tertawa hingga memegang perutnya.


"Can we talk?" bisik Seung Jae di telinga Rinjani

__ADS_1


"Di luar?" Tanya Rinjani


"Yah" jawab Seung Jae sambil berdiri dan mengulurkan tangannya


Naomi dan Tae Hoo tersenyum lebar melihat Rinjani dan Seung Jae beranjak meninggalkan tempat mereka.


"Kamu cantik malam ini" kata Seung Jae menatap Rinjani "tidak dingin?"


"Lil bit" suhu malam itu 12 derajat di bulan Maret


"Pakai ini" ucap Seung Jae membuka coat hitamnya


"Thank you" Rinjani bisa mencium wangi parfum pria ini sesaat memakai coatnya


"Aku menyukaimu Rinjani"


"Aku tahu" balas Rinjani


"Jadi?"


"Aku tidak bisa Seung Jae, kamu tidak kenal diriku"


"Aku tahu semuanya Rinjani,.. dari Naomi" kata Seung Jae


Kapan perempuan itu menceritakan masa lalunya ke Seung Jae..

__ADS_1


"Kamu tidak menyukaiku?" Tanya Seung Jae


"Aku menyukaimu... " Kata Rinjani menatap mata tanpa lipatan itu seperti mata kucing "as friend..."


"Rinjani..." Ucap Seung Jae meraih tangan Rinjani


"Maafkan aku" kata Rinjani dengan sendu


Seung Jae bisa menangkap arti sorot mata itu, gadis ini masih terluka. Selama setahun belakangan dia berusaha mendekati Rinjani, mengikis sedikit demi sedikit tembok pertahanan gadis itu.


"Sahabatku melarang berpacaran dengan orang luar" ucap Rinjani dengan senyuman tipis mencoba menghibur pria yang masih memegang jemarinya


"Berikan nomer handphonenya, atau akun sosial medianya..." Kata Seung dengan raut muka serius "aku akan meminta dirimu kepadanya"


"Hahaha..." tawa Rinjani membayangkan Widya dan Seung Jae saling berdebat


"Korea dan Indonesia dekat, kita sama-sama di Asia"


"Masalahnya di aku, bukan siapa pun. Aku belum bisa membuka hati"


"Jangan terlalu lama menutup hatimu, cantik.. aku tidak apa-apa kau jadikan bahan percobaan dekat dengan pria lagi" ucap Seung Jae menarik tubuh Rinjani dan memeluknya


Rinjani terdiam, dia bisa mendengar debar kencang jantung pria memeluknya sementara debar jantungnya tetap normal. Hati datar tak ada gejolak dan hampa.


"Woiii, kalian pergi buka kamar atau mau ikut dengan kami ke nightclub" teriak Naomi di depan pintu pub "malam masih panjang" lanjutnya

__ADS_1


__ADS_2