
Radit menatap kepergian Pak Agung dan istrinya yang barusan menyelesaikan pekerjaan bersih-bersih rumah dan kolam renang. Suami istri itu rutin dua hari sekali datang dan melaksanakan pekerjaannya. Sudah menjadi keputusan Rinjani dan Radit untuk memilih pengurus rumah tangga tidak harus setiap hari membersihkan.
Sebenarnya Radit baru tiba dari London tiga hari yang lalu setelah seminggu berada di sana dan mencari istrinya. Hasilnya nihil, dia tidak mendapatkan sedikit pun kecuali perasaannya yang makin galau. Betul apa yang dikatakan Rinjani, aku akan menghilang bahkan bayanganku pun takkan kamu temukan.
ATM yang diberikan kepada istrinya pun tidak di utak-atik, saldonya tidak berkurang padahal Radit berharap dari transaksi keluar dia bisa tahu keberadaan Rinjani. Radit tahu jika Rinjani mempunyai beberapa rekening pribadi, dan ada yang menjadi tabungan rahasianya hasil rumah makan mama mertuanya yang rutin tiap bulan dikirimkan.
Kekasihku, engkau di mana? Gumam Radit sembari merogoh saku celananya meraih handphonenya yang bergetar
Pesan dari Keanu
"Sekarang ke Jakarta!" Dengan foto Rinjani dari belakang
Tangan Radit mendadak gemetar, dia kembali memastikan pesan Keanu, dengan berlari dia kembali masuk ke dalam rumah, mengganti pakaiannya dan menarik tas punggung mengisinya dengan pakaian bersih. Jantungnya berdegup dengan kencang, apakah dia sedang bermimpi seperti tiap malam yang dia lalui dengan terbangun tengah malam berkeringat dingin penuh perasaan tidak enak.
Radit menjentikkan telunjuknya ke hidung untuk memastikan kesadarannya
Ptakkk...
"Ahhh sakit" kekeh Radit dengan mata berkaca-kaca
...
Langkah Radit terhenti di ambang pintu menatap tubuh istrinya yang terbaring membelakangi tertutup dengan selimut. Air matanya jatuh, perlahan hatinya mulai lega.
Rinjani, cintaku...
Si wanita jahat,
Satu-satunya yang kumiliki.
Yang mengajari tentang cinta,
Tempat berlabuhnya hati
Kegilaan kewarasanku hanya tertuju padamu
Aku sebenarnya ingin marah, menumpahkan kesal namun melihat tubuhmu yang semakin ringkih membuatku ingin semakin melindungimu
Aku membutuhkanmu Rinjani
Tubuhmu adalah oksigen bagi paru-paruku
Entah apa yang aku lakukan jika tak menemukanmu lagi
Mungkin aku akan hidup seperti zombie,
Karena aku tak mungkin mengakhiri hidupku, sementara aku tahu kamu hidup di muka bumi yang entah di belahan mana.
Aku pasti akan terus mencari..
By BUCIN
Perlahan Radit mendekat ke tempat tidur, menatap wajah istrinya yang putih memucat kekurangan sinar matahari, betapa tidak pahamnya kamu sayang kalau kamu tidak cocok dengan Eropa. Yang tadi diberitahukan oleh Keanu jika Rinjani di Amsterdam. Itu kenapa kau tak kutemukan di London sayang, rupanya kamu di negara yang pernah menjajah Indonesia selama ratusan tahun.
Dia kemudian membaringkan diri di samping Rinjani dengan pelan
__ADS_1
"Sayangku" gumam lirih Radit lalu mengecup kedua jemari Rinjani dengan mata berlinang "maafkan aku" tambahnya makin terisak
"Henngggg..." Erang pelan Rinjani sesaat menyadari kehadiran Radit di sampingnya "suami...." Lanjutnya bergumam mengeratkan genggaman tangan mereka
"Maafkan aku Rinjani" kata Radit dengan terbata-bata menatap wajah istrinya dengan penuh kerinduan
"Maafkan aku juga suami" kata Rinjani menggeserkan kepalanya mendekat dengan kesusahan, saat itulah perhatian Radit mengarah ke perut istrinya, dengan tangan gemetar dia menyingkap selimut Rinjani.
Radit langsung terduduk kaget, tangannya menyentuh perut besar Rinjani.
"Ini" kata Radit mengusap pelan perut Rinjani
"Iyah" gumam pelan Rinjani kemudian mencoba ikut duduk namun akhirnya menaikkan bantal mengganjal punggungnya
"Huaa...." Pecahlah tangis Radit, badannya terguncang dengan napas tersengal-sengal seperti meluapkan perih yang mendalam, layaknya tangisan seorang anak kecil yang kehilangan mainan kesayangan. Rinjani hanya ikut berkaca-kaca sembari mengusap lengan suaminya. Radit kemudian menjatuhkan kepalanya dengan pelan di bahu Rinjani namun tangannya tak lepas dari perut istrinya, masih dengan isak tangis.
Mungkin ini salah satu alasan Ezra lebih memilih menghubungi Keanu ketimbang Radit, suaminya pasti tidak bisa mengontrol perasaannya jika mendapati Rinjani telah mengandung anak mereka. Keanu lebih stabil secara emosi dan bisa menghandle segala kemungkinan dengan bijaksana pikir Rinjani.
"Suami" bujuk Rinjani sembari membelai rambut Radit yang mulai memanjang
"Aku tidak percaya jika sebentar lagi aku akan menjadi ayah" kata Radit masih terisak
"Ternyata aku telah telat dua bulan setelah pergi dari rumah, karena kita berdua sibuk saat itu hingga lupa sesuatu yang paling penting"
"Jadi?" Tanya Radit lalu bangun dan memperbaiki sandaran punggung Rinjani
"Masuk 5 bulan, kita harus memeriksanya besok" kata Rinjani menatap Radit "tapi mereka sepertinya baik-baik saja, aktif terus bergerak"
"Mereka?" Tanya Radit kaget lalu kembali berkaca-kaca
Radit menggelengkan kepalanya tidak percaya, air matanya kembali jatuh. Hati yang berapa jam lalu tandus sekarang telah berubah menjadi danau. Memang wanita ini adalah sumber kebahagiaannya, perlahan dia mencium perut istrinya.
"Halo anakku, ini ayah" kata Radit pelan mengirimkan rasa cintanya yang besar
...
"Bapak Radit bisa lihat dengan jelas adek-adek bayinya?" Tanya Dokter Danu spesialis kandungan terbaik di ibukota yang mereka dapatkan info dari beberapa teman, memperlihatkan di layar monitor USG 4D
Radir mengangguk dengan menahan tangis, suster sampai memberinya selembar tissue
"Anak pertama pasti" kekeh dokter Danu
"Iya dok" kata Rinjani "suami saya sentimental sekali" lanjutnya tersenyum tipis
"Sudah tahu kan jenis kelaminnya?" tanya dokter Danu lagi dengan tersenyum lebar
Radit mengangguk dengan penuh bahagia
"Makasih sayang" ucap pelan Radit melirik Rinjani
...
"Kuat gak sayang?" Tanya Radit sambil menggamit lengan Rinjani sesaat mereka keluar dari tempat praktik dokter Danu
"Iya" jawab singkat Rinjani, perlakuan suaminya dari sejak kemarin over protektif sampai ke kamar mandi pun Radit mengikuti, memperlakukannya seperti barang pecah belah
__ADS_1
"Bagaimana jika kita masih tinggal di Jakarta untuk berapa hari lagi, abang keberatan gak? atau kita nginap di hotel"
"Hih.. kalau abang mah seneng kalau ada temennya, kenapa mank?"
"Kita perlu membeli perlengkapan bayi, dan lain-lain. Nanti sisa kita kirim ke Bali"
"Ohh itu, mumpung di sini yah" sahut Rinjani mengiyakan
"Sekarang aku punya alasan menghabiskan uang" kata Radit sambil tersenyum lebar "kita juga perlu membeli rumah baru.."
"Apa?" Potong Rinjani menatap suaminya "belum saatnya, walau rumah kita cuma berkamar dua tapi mungkin kita bisa menunda itu, lagian rumah itu aku suka karena dekat dengan RRWardhana"
"Tapi...." Suara Radit tercekat seolah menahan sesuatu
"Apa? Apa yang kamu lakukan suami saat aku tidak ada?" Selidik Rinjani dia bisa mencium aroma pemborosan dari kata-kata suaminya
"Itu... Karena tidak jadi bisnis kafe, aku membeli beberapa lahan.. untuk investasi" jawab Radit dengan hati-hati
"Di mana?"
"Bali, beberapa itu dekat pantai loh sayang" bujuk Radit sambil mengedipkan matanya
"Beberapa dekat pantai? Jadi beberapamu itu berapa suami?" Cecar Rinjani
"Yukk, kita shopping dulu. Nanti kita bahas, atau makan dulu" kata Radit mengalihkan pembicaraan, istrinya memang paling perhitungan dengan uang
"Aku kangen makan gudeg" gumam pelan Rinjani
Radit menahan langkah mendengar perkataan Rinjani kemudian menatap lekat-lekat wajah istrinya
"Anakku" kata Radit mengusap perut Rinjani "mau ketemu eyang kakung dan uti yah"
"Mungkin habis ini kita menetap untuk sementara di Jogja, aku ngidam makanan jaman kita kuliah" kata Rinjani dengan menarik bibirnya ke bawah
Radit langsung memeluk Rinjani,
Tuhan... Sejauh ini kami berdua, dari bangku kuliah sekarang sebentar lagi akan menjadi orang tua.
"Aku mencintaimu Rinjani, sangat.... Aku tidak meminta apapun lagi, cukup percaya aku saja. Tetaplah disampingku sampai anak-anak kita dewasa dan menua bersama yah kan sayang?" Kata Radit dengan mata berkaca-kaca menangkup pipi istrinya
Rinjani mengangguk menyunggingkan senyuman merekah lalu mencium bibir Radit ringan
"Diliatin orang" kekeh Rinjani "ayo kita shopping!" Serunya menarik tangan pria paling mencintainya seantero dunia
###
alo kesayangan...
demi kalian aku update nh hari walau rambutku mendadak keriting 😂 kebanyakan mikir 😆
tetap sehat jiwa, raga dan mental yah ❣️
love,
D 😘
__ADS_1