Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Ekstra part Cerita Nadin 2


__ADS_3

Seorang wanita cantik baru saja turun dari mobil mewahnya. Dengan berpenampilan sangat menarik, seakan mengalihkan pandangan setiap mata para lelaki yang melihatnya.


" Selamat pagi, Bu " sapa salah satu muridnya


" Pagi.. " jawabnya dengan tersenyum ramah


Wanita itu perlahan membawa langkah kakinya menuju kearah ruangan kerja miliknya yang disana juga terdapat beberapa meja kerja milik para guru lainnya.


Beberapa guru yang melihat kedatangannya, banyak yang memandang dengan binar mata bersahabat, namun tidak sedikit juga yang yang memandang tidak suka kearahnya.


" Bu Nadin, apa anda akan datang ke acara ulang tahun sekolah lusa ?? "


Baru saja dia mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya. Namun seorang guru yang ada disampingnya sudah menyambutnya.


Yah.. Wanita cantik tersebut memang tidak lain adalah Nadin. Dia kembali mengajar sebagai seorang guru disekolahan swasta yang tidak jauh dari rumahnya.


Satu tahun berlalu begitu cepat. Banyak perubahan yang terjadi pada dirinya. Dan setelah tiga bulan terpuruk akibat ulah sang suami, kini dia dapat kembali bangkit.


Membuka lembaran baru menjadi seorang single parents untuk Rafa. Walaupun sedikit berat, namun Nadin tidak pernah mengeluhkan hal itu pada siapapun.


Sudah hampir lima bulan dia mengajar disekolahan tersebut. Banyak guru dan murid yang mengagumi sosok Nadin. Bahkan dari mereka belum ada yang tahu jika Nadin masih berstatus sebagai istri orang bahkan sudah memiliki anak.



" Bu Nadin.... Kenapa malah melamun ?? "


" Hah... ahh.. maaf... "


Nadin menghela nafasnya, tadi pagi dia seperti sedang melihat sosok pria yang hingga kini masih menghantui pikirannya.


" Yah.. Pasti saya akan datang Bu yumi "


" Ah.. Baiklah... Pasti akan menyenangkan bukan. Bu Nadin juga sekalian dapat mendekatkan diri pada seorang pria nanti. "


Nadin mengernyitkan keningnya ketika mendengar penuturan dari Bu yumi. Seketika itu dia menjadi tertawa kecil.


" Bu yumi bisa saja. Saya akan membawa pasangan nanti. Bu yumi janagn khawatir "


Bu yumi terperangah.


" Pasangan ?? Apa selama ini Bu Nadin sudah memiliki kekasih ?? "


Nadin kembali tertawa kecil. Kemudian mengangguk.


" Bukan kekasih lagi, melainkan dia lebih dari seorang kekasih. "


" Hah... Apa benar ?? "


Nadin melirik sekilas kearah jam dinding.


" Ah.. Lebih baik kita segera pergi ke kelas. Sudah waktunya untuk kita mengajar, bukan "


Nadin mengarahkan kedua matanya kearah jam dinding dengan sedikit mengangkat wajahnya.


Setelah bu yumi mengikuti arah pandang Nadin. Dia segera bergegas kembali pada meja kerjanya.

__ADS_1


Nadin bisa bernafas lega karena dia berhasil mengalihkan pembicaraannya kali ini. Tanpa menunggu lama, dia segera pergi dari meja kerjanya menuju kelas.


**



" Jelaskan Zayn !! " Bentak ibu Maya.


Zayn masih tidak bergeming pada posisinya. Dia masih menimang apakah saat ini ada waktu yang tepat untuk dia berkata jujur.


" Kenapa kamu hanya diam, hah ?? " bentaknya lagi sambil menggebrak meja


" Sayang, jangan tersulut emosi dulu !! "


Kali ini Zayn menatap sendu kearah ibu Maya dan juga ayah shen. Mereka sedang berbincang di halaman belakang rumah mewah keluaga syahir.


Memang benar, jika tadi pagi Zayn datang kerumah keluaga syahir. Dia juga sempat akan menemui Nadin, namun ibu Maya lebih dulu menggagalkan aksi Zayn Tersebut.


" Mmmm, Maafkan Zayn ibu "


" Apa maksudmu Zayn ?? "


" Sayang, tenanglah.. !! Biarkan Zayn menjelaskan semuanya. " bujuk ayah


Kini merengkuh tubuh istrinya itu yang hendak marah.


Zayn sejenak menghirup udara dengan sedikit berat.


" Sebenarnya Zayn juga masih belum bisa percaya bahwa bayi itu adalah darah dagingku, ibu "


Sejenak Zayn menatap kearah ibu Maya dan ayah shen yang kini sedang menantap kearahnya dengan penuh amarah padanya.


" Percayalah jika Zayn hanya mencintai Nadin. Tidak ada wanita lain selain dia "


Kini nafas ibu Maya semakin memburu. Dadanya naik turun seiring dengan nafasnya yang mulai kepayahan akibat menahan emosinya. Dia ingin sekali memaki dan mencekik leher menantunya tersebut. Namun ayah shen terus saja meredamnya.


" Zayn, Jadi kamu benar menghamili wanita itu ?? "


" Lihatlah sayang.. Bagaimana perasaan putri kita jika mengetahui hal ini. Aku sungguh ingin sekali memukul kepalanya. Benar-benar kurang ajar "


Ibu maya kembali tersulut emosinya.


" Sayang tenanglah dulu. " ucap ayah masih sambil memeluk ibu maya


" Jawablah Zayn "


" Sebenarnya bukan Zayn sengaja melakukan itu ayah. Seperti yang Zayn katakan jika Zayn melakukan itu ketika mabuk Dan satu lagi ketika Zayn diberi obat perangsang olehnya. Zayn benar-benar minta maaf karena tidak bisa menghindar dari rencana wanita licik itu, ayah "


Seketika itu ayah shen mengepalkan kedua tangannya. Dengan cepat dia beranjak dari duduknya. Menghampiri Zayn dan segera mencengkram krah kemejanya.


Ayah shen tidak segan melayangkan pukulan pada menantunya tersebut. Beberapa kali pukulan itu melayang mengenai wajah dan perutnya. Namun Zayn hanya diam saja tanpa menghindar.


Ibu Maya sempat merasa iba melihat keadaan Zayn yang kini babak belur. Namun ayah shen tidak menghiraukan seruan ibu Maya untuk menghentikan ulah ayah shen.


" Sayang.. Hentikan !! "

__ADS_1


" Kumohon, hentikan !! Dia bisa mati, sayang. "


Namun ayah shen masih tetap menghajar Zayn tanpa ampun.


" Kau benar-benar bre****k Zayn "


Satu pukulan lagi mengenai perut.


" Aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekati anakku kembali "


Satu pukulan melayang menegnai pipi sebelah kanan Zayn.


Hingga seorang anak kecil datang dan berteriak lantang


" Kakek.. Hentikan !! Kenapa kakek memukuli paman itu ?? "


Seketika tangan ayah shen menggantung di udara. Teriakan Rafa kecil berhasil menghentikan aksi brutal pria paruh baya itu.


Dengan sangat berat ayah shen menghembuskan nafasnya. Dia melirik kearah Zayn yang kini terkulai lemas akibat ulahnya tadi.


Ibu Maya masih tertegun melihat keadaan Zayn. Namun Rafa kecil lebih dulu mengambil tindakan. Dia berlari kearah Zayn dan berjongkok untuk dapat melihat wajahnya dengan jelas.


" Paman, apa paman baik-baik saja ?? "


Entah mengapa, Rafa begitu merasa sedih melihat keadaan Zayn yang dia sendiri pun belum mengenalnya. Mungkin karena ikatan darah yang mengalir ditubuhnya.


Zayn tersenyum dan menggeleng.


" Daddy tidak apa-apa, sayang "


Rafa kecil mengernyitkan keningnya. Dia menangkap perkataan yang dirasa aneh dari orang di depannya itu.


" Rafa.. Kembali ke kamarmu, sayang.. " Bentak ibu Maya.


Namun Rafa kecil menggeleng.


" Kakek, nenek Rafa tidak akan kembali sebelum paman ini di obati. Kenapa kakek tega memukuli paman ini "


" Bibi tolong bawa Fara kembali !! " Ibu Maya segera memanggil pengasuh Rafa yang kala itu baru saja datang menghampiri.


" Baik nyonya "


Dengan masih memberontak, Rafa digendong oleh bibi pengasuhnya pergi dari sana. Entah kenapa dia begitu merasa kesal melihat kakeknya yang tadi memukuli Zayn.


" Nenek, Rafa tidak mau pergi"


" Kakek.. jangan pukul paman itu lagi !! "


Kini zayn menatap nanar kearah putranya yang sudah dibawa masuk oleh pengasuhnya.


Bukan Zayn juga yang merasa terharu. Namun ayah shen dan juga ibu Maya sempat meneteskan air mata.


Kini keadaan menjadi kacau. Sosok ayah shen yang selalu sabar, Entah bagaimana bisa menjadi brutal seperti tadi. Hingga ibu Maya pun sempat dibuat tidak percaya tadi.


Ayah shen masih merasa kecewa dengan keadaannya. Dia memilih untuk pergi dari sana. Berjalan perlahan dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


" Sayang.. " Panggil ibu Maya lirih.


Ibu maya ikut merasa sedih. Namun dia tidak sampai hati meninggalkan Zayn sendiri. Sepeninggalan ayah shen, ibu Maya segera memanggil pengawal agar membawa Zayn kerumah sakit terdekat.


__ADS_2