Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Ekstra part 1


__ADS_3

10 tahun kemudian


Terlihat seorang wanita cantik yang sedang mengandung sedang berjalan santai dihalaman belakang rumah. Dua anak lelaki terlihat duduk digazebo sambil memperhatikan wanita yang sedang berjalan tersebut. wanita cantik itu tersenyum kala melihat seorang lelaki dewasa menghampirinya dengan menggunakan pakaian rapi dan juga sangat tampan..


" sayang hari ini aku akan pergi ke kantor.. Aku harus menghadiri rapat penting, biar Rafa dan Alva yang menemanimu yah '' Zayn mencium kilas bibir nadin dan di hadiahi pukulan kecil pada dada bidangnya. membuat nya tertawa kecil.


" Oh dad... kau yang benar saja, ada kami disini. " teriak Rafa


" Dad.. sebaiknya kau melakukan itu ketika berada di dalam kamar " teriak Alva


Dua anak laki -laki itu sontak memerah menahan malu, melihat apa yang dilakukan oleh kedua orangtuanya. Zayn hanya tertawa melihat tingkah laku anak mereka itu.


" Kau ini sungguh tidak tau malu Zayn "


" Yasudah.. cepatlah berangkat. ini sudah pukul 9.. kenapa siang sekali rapatnya ?? "


" Iyah... investor dari Italia datang sayang, dia hanya ingin memulai rapatnya setelah pemilik perusahaan datang, jadi mau tidak mau aku harus menemuinya. Sungguh investor yang merepotkan " jelas Zayn


Sebenarnya dia sangatlah malas untuk pergi ke kantor. jika tidak ada kepentingan yang mendesak, dia pasti akan memilih untuk singgah dirumah dan memilih menemani istrinya yang sedang hamil tua.


" Yasudah pergilah, sudah ada mereka yang menemani aku. Jadi tidak perlu khawatir " ucap Nadin sambil menggiring suaminya itu menuju halaman depan. Disana sudah ada leon yang menunggunya disamping mobil.


" Hai nyonya.. bagaimana kabarmu?? " sapa Leon


" Sangatlah baik Leon. Ajaklah istrimu main kerumah kami jika ada waktu. Aku akan sangat senang jika dia mau berkunjung kemari. " ucapan Nadin diangguki oleh Leon. Pasalnya baru beberapa bulan lalu Leon melangsungkan pernikahan.


" Iyah baiklah nyonya..saya akan mengajaknya mampir kemari lain waktu. "


" Sudah sayang, aku berangkat dulu " sambil mengecup kening Nadin.


" Ayo Leon kita berangkat. " Zayn segera masuk kedalam mobilnya. Leon membungkuk hormat pada Nadin sebelum memasuki mobil yang akan dibawanya.


Mobil mewah itu kemudian segera berlalu meninggalkan halaman rumah dan Nadin segera membawa Tubuhnya untuk melangkah masuk kedalam dan kembali menemui kedua anaknya yang berada dihalaman belakang.


" Sayang.. " panggil Nadin dari depan pintu belakang sambil memegang perutnya yang tiba-tiba terasa kram.


" iyes mam " sahut keduanya. Mereka yang melihat Nadin memegang perut buncitnya segera turun dari gazebo dan berlari kearah Nadin.


" Mam kenapa ?? " ucap alva


" Apa Mam akan melahirkan.?? " sahut rafa


" Mam apa aku telponkan Daddy saja sekarang. ? " sahut Alva

__ADS_1


Mereka berdua terlihat sangat panik. Saat ini mereka lah yang paling menjaga dan menyayangi Nadin , juga calon adiknya. Dulu saat awal mereka tau akan kehamilan Nadin, mereka berdua ada orang yang paling tidak suka mendengarkan kabar bahagia itu. Bagaimana bisa, mereka bahkan sudah besar dan akan memiliki seorang adik kecil. sungguh memalukan.


Tetapi tidak untuk zayn, Dia begitu sangat bahagia karena dia sangatlah menginginkan Nadin untuk hamil lagi sedari dulu. Bahkan dia diam-diam mengganti pil KB Nadin menjadi pil kesuburan untuk wanita yang sedang program kehamilan. Nadin juga nampak syok mengetahui kabar yang mustahil itu, sebelum Zayn menjelaskan semuanya. Mau tidak mau Nadin harus mengandung lagi diusianya yang hampir menginjak 40 tahun.


" Tidak... mami tidak apa-apa sayang. ini hanya kram biasa. Tenang dulu. lebih baik panggilkan bi nela di dapur "


" Biar aku panggilkan, kakak disini saja jaga mami " setelah melihat Rafa mengangguk dan membawa Nadin untuk masuk dan mendudukkan tubuhnya di sofa.


Mereka berdua tau jika maminya itu sedang tidak baik-baik saja, walaupun maminya sudah mencoba meyakinkan jika dirinya tidak apa-apa.


Bi nela datang bersama dengan Alva. Mereka berdua lari tergopoh-gopoh.


" Nyonya, apa nyonya sedang mengalami kontraksi "


" Iyah Bi.. bibi tenanglah dulu jangan buat mereka semakin panik... Uuhhhhh " ucap Nadin sambil menahan rasa sakit karena kontraksi.


" Lebih baik kita kerumah sakit saja nyonya " tutur bi nela dan dijawab anggukan kepala oleh nadin.


" Bibi ambilkan tas perlengkapan saya yang ada di lemari. "


" Sayang panggilkan pak Dean agar segera menyiapkan mobilnya "


" Baik mam " Rafa segera berlari mencari keberadaan sang supir.


Dirasa sakitnya semakin terasa Nadin memilih berhenti sejenak sambil meremas pakaiannya. Alva yang melihat itu ikut merasa nyeri. Bahkan dia ikut mengeluarkan keringat dingin sama seperti Nadin.


Bi nela datang menghampiri Nadin dan juga Alva. Kemudian Rafa juga terlihat berlari kearah mereka.


" Mari saya bantu nyonya "


" Mam, pak Dean sedang mengantarkan bi Nuri belanja. " ucap Rafa yang terlihat sangat panik.


" Mam, bagaimana kalau Rafa saja yang mengemudikan mobil " lanjutnya


" Uuuhhggggg..... yah baiklah sayanng.. ambil kunci mobilnya di laci kamar sebelah kiri "


Rafa segera berlari menaiki tangga, dia sekarang sedang panik. Melihat maminya yang sedang menahan sakit membuat dirinya nyeri sendiri.


" Mam, lebih baik aku kabari Daddy saja bagaimana " ucap Alva.


Mereka saat ini sedang menunggu Rafa untuk mengambil mobil di garasi.


" Jangan dulu sayang. Daddy mu sedang ada rapat, Uuuhhhgggmmmm... tunggu nanti ketika sampai dirumah sakit saja " ucap Nadin sambil menahan rasa sakit diperutnya

__ADS_1


" Tapi mam "


" Sudahlah.. " sahut nadin


hhuuhhh... hhuuuhhh.. hhuuhh...


Mobil mewah yang dikemudikan Rafa sudah berhenti tepat di depan mereka. Rafa turun dari mobil dan segera membukakan pintu untuk maminya. setelah Nadin masuk kedalam mobil bersama dengan bi nela, Rafa dan Alva segera masuk di jok depan. Rafa segera melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah mereka menuju rumah sakit terdekat.


Suasana tegang menyelimuti setiap orang yang ada di dalam mobil. bahkan Rafa terus saja ditegur oleh Alva karena seringnya menoleh kearah nadin.


" Kemudikan yang benar kak. " tegur Alva sambil menepuk pundak Rafa.


" Iyahhh.. aku khawatir pada mami.. "


Rafa mengemudikan mobilnya semakin kencang. Ditambah jalanan yang tidak terlalu macet, dia dengan segala keahliannya membawa mobil mewah itu menuju rumah sakit dalam kurun waktu 20 menit.


" Ayo mam biar Alva bantu. " ucap alva


" Aku akan panggilkan dokter dulu " sahut Rafa


Nadin dibantu oleh BI nela dan juga Alva berjalan perlahan menuju pintu masuk rumah sakit. Disana sudah ada seorang perawat dan juga Rafa yang sedang menunggu.


Nadin duduk di kursi roda dan didorong oleh seorang perawat menuju kamar bersalin. Rafa dan bi nela segera mengikuti kemana perawat itu membawa Nadin. Alva yang berjalan terakhir sambil membawa tas milik Nadin.


" Kak.. dimana mami ?? "


" Baru saja masuk kedalam, kita tidak boleh masuk. "


" Baiklah aku akan hubungi Daddy dulu. " ucap Alfa dan diangguki oleh Rafa.


Alva mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya kemudian segera menghubungi Zayn.


Suasana tegang nampak ketara pada wajah mereka. Alva sedang sibuk menghubungi Zayn . sedangkan Rafa nampak mondar mandir di depan pintu kamar bersalin..


' Semoga mami dan adik baik-baik saja'


^^^^


Ditunggu kelanjutannya ektra part selanjutnya....


Happy reader.....


terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2