Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Ini Tak Adil Untukku


__ADS_3

Rinjani melompat turun dari rubicon orange dan melangkahkan kakinya dengan semangat memasuki toko kain langganannya di kota enpasar.


"Mbak jegeg datang" seru pemilik toko bli Nyoman sesaat melihatnya masuk


"Rahajeng tengai bli, punyaku sudah disiapkan?" -selamat siang- sapa Rinjani dengan senyum semringah


"Tuh sudah dibungkus mbak jegeg" kata bli Nyoman sambil menunjuk bungkusan plastik putih di atas meja, isinya kain brokat perancis berwarna chartreuse untuk kebaya seragam


Saat lamaran dua minggu lalu, Rinjani meminta kepada kedua ibu bahwa dia sendiri yang akan membuatkan baju kebaya untuk pesta pernikahan mereka yang akan diselenggarakan tiga bulan ke depan. Kapan lagi dia menunjukkan bakatnya kepada keluarga, kalau bukan sekarang.


"Ini cantik bli" kata Rinjani meraih kain french tulle 3d bunga renda bordir "warna apa saja?"


"Fuchsia pink, perak, hitam ma hijau. Sudah potongan 5 meter"


"Aku ambil semua warnanya bli, bahan seperti ini jarang masuk indo soalnya" katanya berjalan menuju kasir


"Iyah baik mbak jegeg" kata Bli Nyoman sambil menyuruh pegawainya mengambilkan warna lain


...


Rinjani membuka pintu samping mobil, lalu Bli Nyoman menaruh semua belanja bahan di kursi belakang


"Matur suksma bli" kata Rinjani menutup pintu mobil


"Suksma mewali mbak jegeg" kata bli Nyoman tersenyum lebar dan kembali masuk ke tokonya


Sambil mengangkat sarung songket balinya, mengambil ancang-ancang naik ke mobil, tiba-tiba tangannya di tarik oleh pria berkemeja hitam dan celana hitam yang tidak tahu dari mana datangnya


"Rinjani" kata Harry mencengkeram tangan Rinjani "kita perlu bicara" menariknya menuju mobil mercy berwarna hitam samping rubiconnya


"Pak, apa-apaan ini" kata Rinjani saat sudah di dalam mobil Harry


"Rinjani" kata Harry dengan mata kelabu menatapnya dalam "kenapa kamu jahat sekali denganku? Hah?"

__ADS_1


"Maksudnya apa pak?" Tanya Rinjani heran


"Kamu tidak pernah memberiku kesempatan!" Kata Harry dengan nada sedikit tinggi, matanya memancarkan kegalauan


"Kesempatan apa?"


"Kesempatan untuk memilikimu, kamu meninggalkanku. Kamu tahu Rinjani, aku rindu denganmu. Sangat rindu! aku masih ingat seperti apa kamu di tempat tidurku"


Mata Rinjani terbelalak menatap Harry mendengar ucapan pria barusan, bagaimana mungkin bisa Harry masih mengungkit kejadian 3 tahun lalu.


"Apa yang telah berlalu harusnya kita lupakan pak" kata Rinjani membalas tatapan Harry


"Segampang itu yah kamu melupakanku? Sementara aku tidak bisa menghilangkanmu dari ingatanku! Ini tak adil untukku!"


"Aku akan menikah" kata Rinjani pelan


"Apa?" Kata Harry kaget "dengan pria itu?" Tanyanya lagi


Harry terdiam, dia terus menatap dengan lekat-lekat Rinjani yang menggunakan kebaya putih, sarung songket biru, kain pengikat pinggang berwarna merah. Dia semakin cantik, memukau dan bersinar.


"Aku tidak masalah kamu menikah, aku juga sudah menikah" kata Harry meraih pipi Rinjani dan membelainya "aku mencintaimu Rinjani"


"Aku tidak..." Kata Rinjani menutup matanya dan menepis tangan Harry "aku tak akan menujumu lagi pak, kita sudah berakhir. Dulu.."


"Aku bilang tidak masalah kamu menikah, asalkan aku bisa menemuimu!" Potong Harry terdengar putus asa


"Kamu mengajakku berselingkuh? Oh Tuhan Tidak!" Kata Rinjani menggelengkan kepalanya dengan kuat


"Bukankan sekarang banyak melakukan seperti itu?" Kata Harry tanpa beban


"Banyak! Tapi bukan aku! Kamu gila Bapak Harry Rajendra! Aku sangat mencintai dia, tidak ada di hati terkecilku pun untuk menyakitinya!"


"Kamu membuatku seperti ini!"

__ADS_1


"Maafkan aku pak, tolong.. biarkan aku bahagia" kata Rinjani dengan mata berkaca-kaca, dia ingat Radit menunggunya di rumah


"Bahagia di atas penderitaanku?. Aku tidak masalah kamu bersama dengannya, asal kamu tetap menemuiku"


"Kamu gila!" Kata Rinjani menarik tangannya yang sedari tadi digenggam oleh Harry "semoga ini pertemuan kita yang terakhir" lanjutnya buru-buru membuka pintu mobil


"Tidak, ini baru awal pertemuan kita. Aku akan tetap berusaha hingga kamu melihatku Rinjani" teriak Harry mencoba mengikuti Rinjani yang berlari menuju mobilnya


"Kita pasti akan bertemu lagi Rinjani! Pasti!" kata Harry melihat rubicon orange itu bergerak mundur


Can’t you…break up with him?


Can’t I take his place?


Or, you could go on loving him


and live


while being next to me


###


alo guys,


maaf bukan telat up


tapi approvenya lama 🙏🏻


oh yah, aku ada novel baru "all you need is love" cek di bio yh 😊 happy reading 🙏🏻


love,


D 😘

__ADS_1


__ADS_2