
Sudah tiga hari ini Zayn bekerja dirumah sambil menemani baby Rafa yang diperbolehkan untuk pulang. Dia sangat sedih mendapati keadaan Nadin yang sedang koma akibat pendarahan yang dia alami.
Zayn terbangun mendengar suara tangisan baby Rafa. Dia segera beranjak dari tidurnya dan berlari menghampiri box bayi yang ada di samping tempat tidurnya.
" Sayang... jangan menangis lagi...cup.. cup.. cup.. Bagaimana bisa Daddy meninggalkan mu, jika kamu selalu membuat Daddy khawatir, nak "
Zayn harus bisa bangkit dari keterpurukannya demi sang buah hati. Dia menekan perasaan sedihnya untuk dapat tegar dalam mengasuhnya. Zayn mempercayakan baby Rafa dibawah asuhan bi nela selama dia tinggal. Hari ini dia akan pergi kekantor dan mengurus periklanan untuk mencarikan baby Rafa seorang pengasuh.
Sesaat Zayn mengalihkan pandangannya kearah pintu yang baru saja diketuk. Zayn segera melangkah menuju pintu sambil menggendong baby Rafa.
" bibi.. Apa bibi kemari karena mendengar tangisan baby Rafa. ? "
" Iyah tuan... mungkin baby Rafa haus. Jadi bibi kesini untuk membawanya turun, sekalian bibi akan memandikannya. "
" Baiklah bi. Hari ini saya akan pergi ke kantor. Tolong jaga baby Rafa selama saya pergi. Jika terjadi sesuatu cepat hubungi saya. !! "
" Iyah.. baik tuan.. "
Zayn segera memberikan baby Rafa pada BI nela.
" Permisi tuan " bi nela segera pergi menuruni anak tangga dan menuju kamar yang dibuat khusus untuk baby Rafa selama ditinggal oleh Zayn.
Zayn segera menutup pintu dan menuju kamar mandi.
*****
" Leon.. Kau sudah datang. ?? "
" Iyah tuan, bagaimana kabarnya baby Rafa, tuan ?? "
" Dia baik seperti biasa. Ayo berangkat !! "
Zayn segera masuk kedalam mobil dan disusul oleh Leon yang segera masuk kedalam mobil setelah mengangguk kecil. Dia segera malajukan mobil pribadi yang dikhususkan untuk dia menjemput Zayn menuju kantor.
Selama perjalanan kurang lebih 40 menit akhirnya mereka sampai didepan gedung mewah perusahaan Orlando International.
Mereka menuju basement untuk memarkir mobilnya.
Setelah itu mereka keluar dan naik lift menuju lantai atas tempat kerja mereka berdua.
__ADS_1
Ruang direktur utama.
terlihat zayn sedang duduk dikursi kebesarannya. Dia sedang sibuk mengamati dokumen yang ada di depannya. Ada beberapa banyak dokumen yang harus dia pahami sebelum memberikan tandatangannya.
Sesaat dia mengalihkan pandangan matanya kearah pintu buang diketuk.
" Masuk. !! "
Pintu terbuka, Leon masuk dengan membawa beberapa dokumen lagi ditangannya.Zayn memperhatikan setiap gerak lelaki itu.
" Ini dokumen yang tuan minta.. "
Dokumen itu diletakkan diatas meja kerja Zayn.
" Iyah Terimakasih. Oyah Leon, tolong buatkan iklan untuk mencari pengasuh yang dapat mengasuh bayi dengan profesional. Tidak perlu banyak kriteria, Aku menginginkan wanita yang sudah mahir dalam mengasuh bayi. " titah zayn
" Baik tuan..Apa ada lagi ?? " Leon segera keluar dari ruangan itu menuju ruang kerjanya sendiri.
" Tidak ada.. kau boleh kembali ke ruanganmu. !!"
" Baik.. permisi tuan.. "
Leon segera berbalik menuju pintu dan keluar dari ruangan itu.
Hingga dia lupa dengan masalah yang kini dihadapinya.
Zayn terus saja berjibaku dengan pekerjaannya hingga dia melupakan makan siangnya.
Pukul 2 siang, Leon menghampiri Zayn yang masih serius memperhatikan dokumen yang ada ditangannya.
" Tuan... " Leon sedikit mengeraskan suaranya. Sudah 3 kali dia memanggil dan mengetuk pintu, tapi tidak ada sahutan.
" Ah... kau mengagetkanku Leon. Ada apa, kenapa kau ada disini ?? "
" Maaf tuan. saya sudah mengetuk pintu tetapi tidak ada sahutan. Setelah saya masuk dan memanggil, anda juga tidak merespon. Ini sudah pukul 2 siang. Saya membawakan makanan untuk anda, tuan. "
" Hah.. benarkah ?? " Ucap Zayn yang terkejut sambil melirik jam tangannya.
" Ya ampun... aku sampai lupa waktu. Apa kau sudah makan, Leon ?? "
" Sudah tuan. "
" Baiklah.. temani aku makan sebentar "
Zayn beranjak dari duduknya, berjalan menuju sofa yang ada didalam ruangan itu. Leon juga ikut berjalan dibelakangnya.
__ADS_1
Mereka berdua duduk bersebelahan. Zayn mulai melahap makanannya.
" Terimakasih atas bantuan mu selama ini, leon. Aku tidak tau akan jadi seperti apa jika tidak ada kau yang mengurusi pekerjaanku selama aku sibuk dengan keluargaku. "
" Tidak masalah, tuan.. Itu sudah tugasku. mmmm.. lalu bagaimana keadaan istri anda, tuan ?? "
Terlihat Zayn menghentikan acara makan siangnya. Dia menatap Leon dengan sendu.
" Nadin, dia belum ada tanda\-tanda untuk sadar. " ucap Zayn lirih
" ibu akan datang besok untuk membantu mengurusi Rafa. Sedangkan ayah sedang ada proyek baru yang tidak bisa ditinggal kan. Sebab itu, aku mencari pengasuh untuk merawat Rafa '' lanjutnya
Leon melihat Zayn yang sedang sedih, seakan tidak percaya. Bahwasanya sedari tadi, dia melihat Zayn yang sedang bekerja dengan pembawaan yang tegas dan berwibawa.
" Maaf tuan, pertanyaan saya membuat anda menjadi sedih "
" Ah...tidak. Aku hanya terbawa suasana saja, Leon. "
Zayn kembali melanjutkan aktivitas makan siangnya yang tadi sempat terhenti. Walaupun rasa makanan itu tidak seenak tadi, tapi dia harus tetap menghabiskannya. Dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan orang lain.
Walaupun demikian, Leon memahami apa yang saat ini dirasakan oleh atasannya itu. Tapi Leon sungguh kagum dengan pembawaan Zayn yang selalu terlihat dalam menjalani setiap masalahnya.
' kuharap suatu saat nanti, anda akan diberikan kebahagiaan yang melimpah, tuan '
Aku kasih part cerita Livia yah..
Biar para pembaca setia cerita cinta semakin suka bacanya..
jangan lupa dukungannya, kasih jempol, komen dan vote yang banyak....
Terimakasih .....
__ADS_1