
Aku juga ingin bermain bersama dengan kalian, sayang.. "
Zayn seakan meluapkan segala macam perasaannya. Ingin sekali dia menghampiri Nadin dan juga anaknya itu, tapi dia ingat akan janjinya untuk tidak menemui Nadin sebelum ibunya memberikan ijin.
Paman Lux, sedikit mengiba melihat Zayn dari kaca spion. Tapi dia lebih memilih diam saja sambil memperhatikan tingkah lakunya. Dia takut jika Zayn akan nekat keluar untuk menemui anak majikannya itu.
Setelah satu jam lamanya kemudian Nadin segera beranjak dan mendudukkan Rafa pada stroller dan mulai mendorongnya perlahan untuk pergi dari taman itu.
Zayn menghembuskan nafas lega. Rasa rindunya sedikit terbayar walau hanya dengan melihatnya saja. Setelah itu Zayn meminta paman Lux agar membawanya kembali ke perusahaan mertuanya.
Dalam perjalanan menuju perusahaan milik mertuanya, Zayn kembali mengingat setiap momen saat Nadin dirawat dirumah sakit xxxxxxx yang tadi dilewati nya.
Entah perawatannya yang berbeda atau obatnya yang berbeda atau apanya yang berbeda. Nadin begitu sangat cepat dalam kesembuhannya. Dia kembali mengingat, bahwa dirinya pun juga sudah memberikan perawatan intensif, bahkan dirinya juga mendatangkan beberapa orang dokter spesialis dari berbagai negara. Tapi, tetap saja tidak bisa membuat Nadin segera sadar.
Dalam fikiran Zayn kala melihat Nadin yang sedang koma.
Ada rasa yang mengganjal dalam hati dan pikirannya, Kemudian Zayn segera mengambil ponselnya dari saku celana. Dia segera melakukan panggilan telepon pada seseorang.
Setelah sampai di perusahaan mertuanya, Zayn segera pamit untuk kembali ke vila miliknya yang sudah di belinya beberapa bulan yang lalu.
*****
Malam harinya, terlihat Zayn sedang bersandar di jendela kamarnya sambil satu tangannya memegang gelas berisikan minuman dan tangan lainnya dimasukkan kedalam saku celananya.
Zayn menatap kosong kearah luar. Seakan dia sedang menangkap sesuatu yang indah dan tidak dapat mengalihkan pandangannya.
Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya, nampak jelas dari guratan di wajahnya, dia sedang berfikir keras.
Sesaat Zayn Tersentak kala mendengar suara dering dari ponselnya. Segera dia melangkah untuk mengambil ponselnya diatas nakas. Setelah melihat nama dilayar ponsel itu, segera Zayn mengangkatnya.
" Halo.. "
"..... "
" Yah Rico.. Bagaimana ?? Kau sudah mendapatkan sesuatu ?? "
" ..... "
" Oke.. Tolong kirim beberapa videonya, aku ingin melihatnya sendiri dan kau segera lacak siapa orang itu ! "
" ...... "
" Hemm.. Yah.. Kabari aku jika menemukan hal penting lainnya !! "
Zayn segera mengakhiri panggilannya. Dia segera mengeluarkan laptop miliknya dari dalam koper.
Dengan sangat cekatan Zayn mengoperasikan laptop itu. Setelah itu, Mengklik video yang ingin dia lihat.
Zayn memperhatikan setiap gerakan orang yang berpakaian mirip dokter yang ada di dalam video itu. Zayn mengernyitkan keningnya. Beberapa video yang memang sudah dipilih oleh Rico sebelum dikirimnya, berisikan sosok dokter palsu itu dengan waktu yang berbeda-beda.
Zayn dapat menyimpulkan jika sosok perempuan yang ada didalam video itu, tidak pernah memeriksa Nadin dengan benar. Dia hanya menyuntikkan cairan kedalam infus Nadin.
Zayn memilih gambar ketika sosok itu mengahadap ke kamera CCTV. Dia segera memperbesar gambarnya. Melihatnya dengan seksama. meneliti setiap jengkal di wajahnya.
Zayn merasa tidak asing melihat sorot matanya. Dia seakan pernah menatap manik itu. Zayn mencoba menggali kembali ingatannya. Dia memperhatikan baju dan sepatu yang dipakai oleh sosok perempuan itu.
Zayn mencoba mengulang kembali bebebrapa video yang memperlihatkan dengan sedikit jelas wajah perempuan itu. Zayn memperhatikan sepatu yang di pakainya. Dia membelalakkan matanya ketika mengingat sesuatu.
Segera Zayn meraih ponselnya, dia mencari nama seseorang yang ada di kontaknya kemudian segera melakukan panggilan.
__ADS_1
" Yah.. tolong siapkan segera. ! Malam ini juga saya akan berangkat ke London. "
"..... "
" Satu jam lagi saya sampai "
Setelah itu Zayn mengakhiri panggilannya.
Zayn menghubungi pilot pribadinya. Karena malam ini Zayn akan segera kembali pulang ke negaranya. Entah ada hal penting apa yang membuatnya seperti itu.
*******
Pukul 5 pagi, Zayn tiba di mansion. Dia segera keluar dari mobilnya dan berjalan cepak menuju pintu.
Tok Tok Tok
Setelah beberapa saat seorang pelayan membukakan pintunya.
" Selamat datang, tuan "
Zayn berdehem.
" Tolong, bangunkan Livia !!" titahnya
" Baik, tuan "
Zayn segera mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu. Dia sedang mengotak-atik laptopnya sambil menunggu kedatangan Livia.
Livia yang barusaja terbangun begitu kaget ketika pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Dia segera beranjak dari tidurnya dan berjalan menuju pintu.
" Livia, tuan Zayn menganggilmu. Cepat bersihkan dirimu. Tuan menunggu di ruang tamu. "
" Livia... "
" Ah.. Iyah.. baiklah.. "
Livia segera masuk kedalam kembali dan segera membersihkan dirinya.
" Tuan.. Ada apa anda memanggil saya ?? "
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Livia datang juga.
Zayn mengalihkan pandangannya dari laptop. Dia memperhatikan penampilan Livia dari atas kebawah. Kemudian melihat ke laptopnya kembali.
Setelah beberapa menit dia melakukan hal semacam itu, kemudian dia beranjak dari duduknya.
" Kau, ternyata wanita yang sangat licik, Livia."
Bisiknya.
Zayn berjalan mengitari livia, sedangkan Livia hanya menatap Zayn bingung.
" Apa yang sedang kau rencanakan untuk keluargaku ?? " Bisiknya lagi
Livia masih bingung akan sikap Zayn. Tapi dia juga sedikit takut. yah.. takut rencananya terbongkar sebelum mencapai tujuannya.
" Apa maksud anda tuan ? " tanya Livia dengan terbata.
" Aku sudah mengetahuinya. Aku tahu, jika kau memberikan sesuatu pada istriku saat dia sedang koma. Yah.. agar istriku tidak terbangun dari tidurnya. "
Seketika Livia mendelik. Tapi dia berusaha untuk tidak terpancing dan segera mengatasi kegugupannya.
__ADS_1
" Apa maksud anda, tuan ?? "
" Kau pandai sekali dalam berakting yah.. Lihatlah.. !! "
Zayn segera menarik kasar tangan Livia agar duduk di sofa. Zayn mengarahkan laptop miliknya di depan livia yang dilayar itu sudah terdapat beberapa foto hasil dia memperbesar gambar yang ada di dalam video tadi.
" Lihatlah baik-baik.!! Kau pasti tidak akan lupa dengan wanita yang ada pada gambar itu, bukan. ?? "
Livia mendelik saat Zayn berkata seperti itu. Pasalnya memang benar adanya. Tapi kenapa Zayn bisa tahu. Oohhh.. tidakkkk.....
Livia seakan sesak, hanya untuk bernafas saja dia merasa sulit. Karena saat ini dia sedang menahan rasa takut dan juga gugup. Kelakuannya selama ini akan terbongkar. pikirnya
" Aku sudah mengetahuinya, dan setelah anak itu lahir, aku tidak akan segan mengusut tuntas kasus ini ke jalur hukum. "
" Apa maksud anda, tuan ?? "
" Jangan mengelak lagi, Livia. Aku tahu jika orang yang ada di foto itu adalah dirimu "
" Bukan, tuan. Anda salah. Ini bukan saya. Mana mungkin itu saya. Bahkan keluar dari sini saja saya tidak pernah " bantahnya
Zayn tertawa mentah.
" Pandai sekali kau berbohong ya..." bentak Zayn pada livia. Seketika Livia menjingkat.
" Sekarang kau pergi dari sini. CEPAT !! "
" Tuan.. itu bukan saya..Saya tidak pernah keluar dari mansion ini "
" Aku masih mengingat, ketika kau menyambut kedatangan ku waktu itu dengan memakai pakaian yang sama dengan yang dikenakan oleh perempuan yang ada di foto itu "
Tanpa banyak bicara lagi, Zayn segera menarik tangan Livia dan membawanya keluar. Setelah sampai di depan mansion, Zayn segera menghentakkan tangan Livia.
.
.
.
.
Bruuggggh
Livia dengan sengaja menjatuhkan dirinya ketika Zayn mehentakkan tubuhnya tadi.
" Aaaggghh... "
Zayn menatap malas kearah Livia. Tiba-tiba Zayn melotot ketika melihat darah yang mengalir dari pangkal pahanya.
" Pak Dean.. Pak Louis.. " panggil Zayn dengan lantang.
Kedua orang yang tadi dipanggilnya segera datang dengan tampang yang masih khas orang bangun tidur.
" Apa apa, tuan.. ?? "
Setelah mereka melihat Livia yang terjatuh dan terlihat berdarah, keduanya seketika terperangah.
" Astagaa.... " ucap keduanya
" Tolong bawa dia kerumah sakit !! "
Setelah itu Zayn segera berbalik, dia sudah sangat muak berurusan dengan wanita itu. Padahal tadi, dia sama sekali tidak mendorongnya. Lalu bagaimana bisa dia terjatuh seperti itu. Sungguh sandiwara yang bagus.
' Lebih bagus jika dia keguguran '
gumam Zayn dalam hati setelah dirinya melirik sekilas kearah Livia dengan terus melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
__ADS_1