Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Bab 49


__ADS_3

" Mami... aku ingin pipis " ucap Alva


Nadin melihat anak kecil yang ada disampingnya itu kemudian mengangguk.


" Ayo, mami antar ke toilet, Rafa tidak ingin pipis juga, sayang..? " tanya Nadin sambil memegang pipi Rafa.


Nadin melihat wajah Rafa dan anak itu menggeleng. Wajahnya terlihat begitu pucat dan saat ini dia sedang digendong oleh Zayn. Rafa mengalami jet lag, pantas saja karena memang ini baru pertama kali ini dia naik pesawat


" Baiklah mami tinggal sebentar yah.. ayo sayang " Nadin menggandeng tangan Alva dan mengajaknya ke toilet


Saat ini mereka sedang menunggu mobil jemputannya. 30 menit yang lalu, Zayn dan keluarga kecilnya turun dari jet pribadi miliknya. Saat ini mereka sedang berada di bandara London Heathrow.


Baru saja Nadin pergi untuk ke toilet, pak Dean datang untuk menjemput mereka. Zayn masuk terlebih dahulu. Pak Dean segera turun dan memasukkan beberapa koper milik majikannya itu kedalam bagasi mobil.


" Tunggu sebentar pak Dean. Nadin dan alva Masih ke toilet. " ucap Zayn ketika pak Dean masuk dan duduk di kursi kemudi.


Setelah 15 menit berlalu Nadin dan juga Alva datang. Mereka berdua yang melihat mobil mewah milik Zayn itu segera berjalan menghampirinya. kemudian mereka masuk kedalam mobil.


" Kenapa lama sekali.?? "


Mobil yang mereka tumpangi segera melaju setelah Nadin dan juga Alva masuk kedalam mobil.


" Iyah.. tadi Alva tidak mau masuk ke toilet wanita, kami berdebat kecil disana. Akhirnya aku meminta tolong pada seorang lelaki yang kebetulan sedang lewat " jelas Nadin.


Zayn menoleh kearah alva.


" Lain kali kamu harus menurut apa kata mami kamu Alva ?? " tutur Zayn.


Entahlah, setiap kali berbicara dengan alva, Zayn selalu merasa kesal. Alva melihat Zayn takut kemudian mengangguk.


" Sayang sudah lah... jangan terlalu keras padanya.. "


Nadin segera memeluk anak kecil yang berada ditengah mereka itu. Sedangkan Rafa sudah tertidur pulas didalam pelukan zayn.


Alva melirik sekilas ke arah Zayn. Sebenarnya anak kecil itu merasa iri dengan kelakuan Zayn pada Rafa, hanya saja dia tidak pernah mengungkapkannya. Sungguh malang nasibnya.


' Daddy bahkan jarang sekali memelukku seperti itu '


Walaupun kini Nadin sedang memeluknya, Tetapi tidak bisa dipungkiri jika hatinya sangat menginginkan pelukan dari Daddy nya.


" Mami.. Aku ingin tidur dipelukan mami " Ucapnya lirih. Walaupun demikian, Zayn masih bisa mendengar.


Nadin tersenyum lembut kemudian mengangguk. Nadin membawa Alva kedalam pelukannya.


" Nadin jangan terlalu memanjakan dia. "


" Zayn.. sudahlah.. dia hanya ingin seperti Rafa.. Biarkan saja..!!. " bantah Nadin. Dia tau jika Alfa inginkan diperlukan seperti Rafa.


" Tidak apa sayang, jangan takut. Mami akan memarahi Daddy jika nanti dia memarahi mu. Sudah, cepatlah tidur. !! "


Nadin menyender pada Sandaran kursi mobil. Dia juga ikut memjamkan matanya. Mobil itu membawa mereka menuju rumah baru mereka yang letaknya tidak jauh dari mansion Orlando dan juga perusahan Orlando International.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mobil yang ditumpangi mereka sampai dihalaman rumah baru mereka. Rumahnya terlihat cukup besar dan mewah, Zayn memilih rumah ini untuk dia tempati bersama dengan keluarga kecilnya.


" Sayang.. sayang... bangun, kita sudah sampai " bisik Zayn

__ADS_1


Nadin mengerjakan matanya beberapa kali. Dia menoleh sekilas ke arah Zayn kemudian melihat kedepan. Pak Dean sedang menurunkan koper dan segera disambut oleh para pelayan yang sudah menunggu kedatangan mereka.


" Zayn.. ini rumah siapa, kita akan mampir kemana, lebih baik kita langsung pulang saja kasihan anak -anak " sambil mengernyitkan dahi.


Zayn tersenyum lembut dengan masih menatap Nadin yang kebingungan.


" Ini adalah rumah kita sayang. Rumah untukmu dan juga anak-anak. Sudah, lebih baik kita turun dan segera masuk. " setelah itu Zayn meraih pintu mobil dan sege membukanya. Dia turun dan berjalan masuk. Para pelayan membungkuk hormat padanya. Nadin masih mematung di dalam mobil.


" Rumah kita... yang benar saja... ?? "


ketukan kaca mobil dari luar membuat Nadin menjingkat kaget. Bahkan dia tidak sadar jika Zayn sedang menghampirinya. Nadin membuka pintu mobilnya.


" Sini biar aku yang menggendongnya. " Zayn mengambil alih Alva dari pelukan Nadin.


" Sayang, apa benar ini rumah kita..?? "


Zayn mengangguk dan tersenyum. Mereka berdua masuk kedalam bersamaan. Para pelayan membungkuk hormat.


Zayn dan Nadin menaiki tangga.


" Itu kamar kita. masuklah dulu, aku akan menidurkan alva dikamarnya. " ucap Zayn sambil menunjuk kamar mereka menggunakan dagunya. Nadin mengangguk kemudian melangkah menuju kamar yang ditunjukkan oleh Zayn.


" Iyah baiklah " Nadin segera berjalan menuju kamarnya kemudian segera masuk kedalam.


" Wahhhh... kamarnya sangat indah... memang dasar orang kaya " gumam Nadin sambil tertawa kecil.


Dia merasa lucu pada diri sendiri. Nadin juga anak orang kaya, tetapi dia sangat takjub dengan selera Zayn. Pasalnya Nadin adalah wanita yang sederhana. Sangat berbanding terbalik dengan Zayn.


Nadin membuka lemari pakaian dan mengambil pakaian ganti. Dia dibuat terperangah dengan isi lemarinya.


" Astaga... sepertinya Zayn sudah memborong satu toko untuk dipindahkan kemari. " gumam Nadin dengan senyuman lebar.


Nadin masih saja terpesona akan ketampanan yang dimiliki oleh zayn.


" Sayang " Zayn segera menghampiri Nadin dan memeluknya erat.


" Kamu gantilah pakaianmu dulu, setelah itu kita istirahat sebentar. Aku sangat lelah "


Zayn mengangguk kemudian mencium sekilas bibir Nadin.


" Baiklah nyonya.. kamu tidurlah dulu.!! "


Nadin mengambilkan baju ganti dari dalam lemari kemudian segera diberikan pada zayn.


Setelah menerima baju yang diambilkan oleh Nadin kemudian zayn berjalan masuk kedalam kamar mandi.




Malam harinya.



Keluarga kecil itu nampak bahagia. Mereka sedang makan bersama. Nadin begitu sangat menyayangi kedua anaknya dan juga suaminya. Zayn melihat kearah Nadin yang sedang menyuapi makanan pada Rafa dan juga Alva.

__ADS_1



" Mami aaakh " ucap Alva



" Mami aku belum " sahut Rafa.



" Iyah sabar sayang. "



' \*Aku bersyukur bisa memilikimu, Nadin\* '.


gumam Zayn yang sedang memperhatikan anak dan istrinya itu.



Mereka berempat akan memulai hidup baru di rumah yang baru saja mereka tempat itu. Zayn berjanji pada dirinya jika dia akan melakukan apapun untuk membuat keluarganya bahagia..



' \*Terimakasih tuhan, karena mempersatukan kami kembali. Kali ini aku akan mengukir cerita cinta dalam kehidupan keluarga kecilku. Aku akan selalu membahagiakan mereka\* '



\*\*The end\*\*.



\*


\*


\*


\*


\*



Maaf ceritanya cukup segini dulu. author masih pemula dan masih belajar, semoga suka dengan ceritanya..


terimakasih kasih banyak pada para pembaca dan kalian yang sudah mendukung author..



Ditunggu season 2 yah.....



Maaciiiih..

__ADS_1



 


__ADS_2