
"Apa!" Pekik Rinjani langsung berdiri dengan mata berkilat-kilat "have you lost your mind ?" Lanjutnya semakin emosi, memikirkan Ezra sampai tahu dan menginjakkan kakinya di rumah mereka
Radit langsung memeluk Rinjani "sayang, dia datang untuk berdamai..." kata Radit sambil mengusap punggung istrinya. Ezra yang memulai mengirim direct message ke akun sosial media Radit mengucapkan selamat atas pernikahan mereka, dan mereka terus saling berkomunikasi. Dan Ezra juga meminta kepadanya untuk dipertemukan dengan Rinjani.
"Damai apa? Cih? Aku tidak mau berdamai dengannya" kata Rinjani makin gusar
"Kita perlu memaafkan masa lalu untuk move on" kata Radit bijak
"Saya sudah move on, tidak perlu memaafkan masa lalu" kilah Rinjani dengan cepat
"Look at me" kata Radit menangkup wajah Rinjani "sayang, mungkin kamu sudah move on, tapi kalian masih ada permasalahan yang perlu dibicarakan. Tuhan itu Maha Pemaaf, masa seorang Rinjani tidak? Hmmmm?" Kata Radit mengusap pelan pipi Rinjani
"Tapi?" Kata Rinjani mulai berkaca-kaca, terbuat dengan apa hatimu Raditya batinnya
"Aku akan melihatimu dari jauh, kamu hanya memanggilku jika dia berbuat aneh-aneh dan sisanya biarkan suamimu ini menyelesaikan, apa kamu lupa kalau suamimu ban hitam taekwondo? Dalam satu gerakan bisa melumpuhkan dia?" Kata Radit dengan sorot mata bersungguh-sungguh "aku pasti bisa melindungimu sayang, temuilah" lanjutnya sambil mengantarkan Rinjani ke depan pintu
Dengan malas Rinjani melangkahkan kakinya, dia bisa melihat sosok mantan suaminya sedang duduk di samping pendopo. Pria yang mengenakan kaos putih dan celana jeans biru dan sepatu kets senada bajunya.
Ketika melihat Rinjani mendekat, Ezra berdiri menyambutnya dengan tersenyum lebar.
"Apa kabar Rinjani?" Tanya Ezra mengulurkan tangan namun tak di sambut oleh Rinjani, tangan Ezra hanya mengambang di udara
"Baik" jawab Rinjani sedikit ketus langsung mendudukkan bokongnya di lantai pendopo
"Kamu seperti putri bali" kata Ezra menatap Rinjani yang belum mengganti kebayanya
__ADS_1
"Aku memang putri bali" kata Rinjani datar
"Eh?"
"Aku kan lahirnya di Bali... Kamu lupa?" Tanya Rinjani melirik Ezra, kemudian mata mereka bertemu, Rinjani kemudian memalingkan pandangannya ke arah kolam, di sana ada Radit duduk di kursi santai sambil mengutak-atik notebooknya
"Bukan lupa, aku yang tidak tahu. Banyak hal yang tentangmu tak ku ketahui" kata Ezra menatap lurus ke depan "Aku yang dulu hanya berfokus dengan perasaanku dan memilikimu" lanjutnya
"Maafkan aku Rinjani" kata Ezra terdengar tulus "maafkan semua perbuatanku yang membuatmu terluka atau apapun itu, maaf" lanjutnya menaikkan tangannya untuk bersalaman
Rinjani dengan ragu membalas tangan Ezra
"Friends ?" Tanya Ezra sesaat Rinjani menjabat tangan pria yang sedang tersenyum lebar menatapnya dalam, dia kemudian mengangguk
Mereka kemudian terdiam
"Aku bersyukur kamu dengan Radit, walau awalnya aku tidak bisa menerima saat melihatmu bersama dengannya" ungkap Ezra jujur "toh kalian akhirnya menikah, aku harus yang sadar di posisi ini bahwa benar...., kita telah usai" lanjutnya menatap Rinjani
"Aku hanya bisa melepasmu... Dan merestui walau aku hanya seorang mantan yang jahat di hatimu"
"Eng...." Gumam Rinjani melirik Ezra
"Iyah kan?" Tanya Ezra tersenyum tipis dengan mata yang sendu "that's ok Rinjani, aku memang salah..." Lanjutnya sembari menarik napas panjang
"Semoga selalu berbahagia..." Gumam Ezra dengan pelan "kamu dan dia" lanjutnya sembari melirik jam tangannya
__ADS_1
"Pesawatku dua jam lagi" kata Ezra sembari berdiri dan melambaikan tangan ke Radit
"Menginap di mana mas?" Akhirnya Rinjani bisa mengeluarkan kata lebih banyak
"Tidak.. aku tidak menginap, dari bandara langsung ke sini, aku hanya datang ke Bali untuk menemuimu" jawab Ezra dengan tersenyum
"Sudah mau pulang?" Tanya Radit mendekat
"Iyah, macet banget kan menuju bandara. Lebih baik aku lebih cepat berangkat, thank you Radit" kata Ezra menyalami Radit dan Rinjani
"Bye, Rinjani" kata Ezra sebelum berbalik melangkah menuju pintu gerbang
"Tidak sulit bukan sayang?" Tanya Radit merengkuh tubuh Rinjani sesaat punggung Ezra menghilang dari pandangan mata mereka
Rinjani mengangguk dalam pelukan, air matanya jatuh entah mengapa hatinya terasa sangat lega.
###
alooo kesayangan-kesayangan, bab 7 novel satunya sudah update, pria misterius kita sudah muncul loh 😁
siapa coba?
love,
D 😘
__ADS_1