Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Sudah Berakhir


__ADS_3

Sudah lima hari Rinjani menghindari telepon dan pesan dari Harry Rajendra. Ia justru menyibukkan diri membersihkan setiap sudut rumah, mengorganisir barang-barang, memilah barang pribadi yang mana akan di simpannya dan yang mana akan disumbangkan. Pun ia memilih tidak menghubungi Widya dan Radit, sepertinya kedua sahabat Rinjani juga sedang sibuk dengan urusan masing-masing.


Pesan Harry Rajendra di Rabu siang,


Harry : Tolong Rinjani jangan mengabaikan aku seperti ini


Harry : saya mau bicara, kamu di mana?


Rinjani : di rumah


Harry : tunggu aku


Selang 30 menit, Harry sudah berdiri di depan pintu rumah Rinjani dengan menggunakan pakaian kantor. Seorang Harry adalah seorang pria yang sangat tampan, penampilan rambutnya hari itu terlihat sedikit acak-acakan, dengan postur tinggi 185cm mendominasi ruang tamu Rinjani.


"Kamu kenapa?" Ucap Harry sambil mendekati Rinjani.


"Berhenti, jangan dekati aku." pekik Rinjani dengan mata berkaca-kaca. Hatinya masih terluka akan igauan Harry. Rinjani mengingatnya dengan jelas.


"Maafkan aku jika malam itu membuatmu terluka, aku akan bertanggung jawab." kata Harry dengan pelan.


"Aku tidak hamil!" Balas Rinjani berapi-api. Faktanya ia memang mendapatkan masa periodnya tiga hari yang lalu.


"Maafkan aku Rinjani, aku menyukaimu. Malam itu aku tidak bisa mengontrol diri." ucap Harry sambil berjalan pelan dan memegang tangan Rinjani yang gemetar. Raut wajah Harry sendu sekaligus teduh.


Dia hanya menyukaiku, bukan mencintai. Aku hanya sekedar kesenangan sesaat pria ini, batin Rinjani. Ia harus menghentikan perasaannya.


"Sudah berakhir, saya tidak apa-apa. Lebih baik kita tidak bertemu lagi, Pak." kata Rinjani sambil menatap Harry dengan air matanya yang masih mengalir.


"Kamu bilang apa, tidak! Tidak ada yang berakhir," ucap Harry sambil menyeka airmata Rinjani kemudian memeluknya.


Trrrrr..


Ponsel Harry bergetar, spontan Harry mengurai pelukan dan merogoh benda persegi dari saku celananya.


"Ya, halo" Balas Harry.


Pak meetingnya sebentar lagi, suara perempuan di ujung sana.


"Baik saya akan kembali ke kantor" Suara Harry terdengar lebih tenang dan serius. Ia menatap Rinjani lekat.


"Rinjani, aku harus ke kantor. Tenangin diri dulu yah, nanti aku akan hubungi." kata Harry sambil mengecup kening Rinjani.


"Tidak apa-apa aku tinggal?" Lanjutnya bertanya. Harry berada di posisi yang tidak bagus, wanita yang ia tiduri berhasil ditemuinya namun di sisi lain kewajibannya sebagai pemilik jejaring hotel berbintang telah menunggu.

__ADS_1


Rinjani mengangguk pelan, Harry mengelus kepala Rinjani kemudian melangkahkan kaki dengan berat. Tinggallah Rinjani dengan perasaan yang terluka, airmatanya kemudian jatuh setelah di tahannya sejak tadi. Ada sesuatu mengganjal di hati Rinjani dan itu terasa menyakitkan.


Batiga team chat (widya,radit,saya)


Rinjani : kalian dimana?


Widya : Jakarta toh, ada apa?


Rinjani : kangen


Widya : tunggu aku pulang sayangku


Rinjani baru akan membalas chat di grup, Radit menelepon.


"Halo, Dit" Rinjani dengan lirih.


"Hei, kamu kenapa?" Radit terdengar khawatir.


"Tidak apa-apa, kamu dimana dit? Aku kangen, hiks"


"Kamu menangis Aul? Aku di Singapore." suara Radit setengah berteriak menyamai suara keramaian di belakangnya.


"Tidak kok, sudah yah, Dit. Selamat senang-senang disana."


"Bye, Dit."


Rinjani memutuskan panggilan Radit secara sepihak. Ia pun lalu beranjak ke kamar mandi, mengisi bath up dan mencampur air hangat dengan sabun beraroma strawberry.


Sejam kemudian Rinjani telah berada di jalan Malioboro, ia menyusuri jalanan ter-ramai Yogyakarta sambil menjilat es cream m*D yang di belinya di pojok Mall Malioboro.


Lelah dengan mengukur jalanan, Rinjani pun memasuki toko batik kesukaan abangnya dan memilih-milih koleksi kemeja batik terbaru. Setelah mendapatkan 3 kemeja dengan motif terbaru, Rinjani mengambil foto ketiganya dan mengirimkan ke Keanu.


Rinjani : aku beliin kemeja nih bang, merk yang biasa, cantik kan?


Keanu : habis berapa? Bukan cantik, tapi keren karena yang mau make orangnya ganteng pol


Rinjani : 2jtan, kamu memang ganteng bang dan playboy


Keanu : sebentar aku transfer


Rinjani : banyak amat bang


Setelah Rinjani menerima pesan pemberitahuan transfer lima kali lipat dari harga baju abangnya.

__ADS_1


Keanu : duit sisanya dipake buat pengantaran langsung kemejanya, sekalian tengoklah abangmu disini.


Jika ada orang menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di Malioboro, mungkin Rinjani adalah salah satunya. Setelah ke ujung selatan, ia kembali lagi ke ujung utaranya, terakhir Rinjani memutuskan untuk bermain di wahana permainan di Mall Malioboro hingga mall itu mau tutup.


Melihat orang-orang bergegas keluar, pun ia memutuskan untuk pulang, menyudahi petualangannya hari itu. Setelah 30 menit mengendarai Juke hitamnya, di ujung belokan Rinjani terpaku pada sebuah mobil CRV berwarna hitam yang sangat ia kenal sedang terparkir di depan rumah. Rinjani mendesah sambil meremas kemudi mobilnya.


"Kamu dari mana? Handphonemu mati tidak bisa dihubungi." cecar Radit saat Rinjani keluar dari mobil.


"Saya pikir kamu di Spore?" Balas Rinjani mencoba menguasai diri, hatinya yang tadi sudah sedikit lega, melihat Radit, ia tiba-tiba ingin menangis lagi.


"Dari mana?" Tanya Radit kembali.


"Malioboro," Ucap Rinjani sambil membuka pintu rumah.


"Rinjani lihat aku." kata Radit sambil memegang pergelangan tangan Rinjani sesaat di ruang tamu.


Rinjani menatap Radit, airmatanya pun menyeruak dan berjatuhan di pipi.


"Apa aku bilang, pasti ada sesuatu." ucap Radit sambil merengkuh tubuh Rinjani yang terisak.


Saat kau jatuh


Lukai hati


Di mana pun itu


I'll find you


-TheOvertunes-


*******


alo kesayangan💕,


hari ini hari kedua lebaran 2021,,


ak blom bisa menulis, malah revisi nih novel.


Jogja sedang summer, panas bgt..


btw, Maaf Lahir Batin yah 🙏


love,

__ADS_1


D😘


__ADS_2