
" Ibu.. Zayn mohon jangan bawa Nadin pergi lagi.. Zayn mohon ibu... Zayn memang salah karena selama beberapa bulan Zayn tidak menjenguk Nadin. Itu semua karena Zayn sedang mendapatkan masalah karena wanita itu "
" Kumohon ibu.. jangan bawa istri dan anak saya pergi lagi. saya bisa jelaskan semuanya. "
Zayn memegang lengan Nadin dan menatapnya.
" Sayang kumohon jangan pergi ... " ucap Zayn sambil meyakinkan Nadin.
" Lebih baik kamu selesaikan dulu masalahmu dengan wanita itu, baru kamu bisa menemui ku dan juga Rafa. " sahut Nadin
" Ayo Nadin, kita pergi dari sini. !! " seru ibu dengan menggeret paksa tangan Nadin.
Zayn berusaha menahan mereka.
" Sayang kumohon.. jangan tinggalkan aku lagi.. Hanya kalian yang aku inginkan.. "
ibu membawa Nadin keluar dari mension itu dan segera membawa masuk Nadin dan juga baby Rafa yang ada dalam gendongannya..
" Sayangg..... "
" Ibu.. jangan bawa mereka.. "
Zayn tidak bisa menahan mereka, mobil yang dinaiki ibu dan juga Nadin sudah pergi meninggalkan halaman mension...
Zayn terjatuh... untuk kedua kalinya dia merasa hidupnya hancur.. Dosa apa yang sudah diperbuat olehnya.
" Ibuuuu, jangan bawa mereka pergiiii.... "
hosh hosh hosh hosh
Zayn terbangun dari tidurnya. Mimpi buruk itu sering kali datang menghantuinya. Walaupun ini sudah keempat bulan lamanya, saat kejadian itu terjadi.
Zayn segera maraih air mineral yang ada di atas nakas. Setelah meneguk habis air di dalam botol itu, dia kembali merebahkan tubuhnya.
" Besok aku akan datang kesana lagi. Mungkin saja ayah akan berubah pikiran "
gumamnya sendiri.
Yah.. memang benar, Zayn setiap Minggu jika tidak ada hal penting, selalu mendatangi kediaman keluarga syahir di Jepang. Tapi tetap saja, dia tidak bisa menemui Nadin, istrinya. Karena para penjaga nya sudah standby di depan gerbang. Ayah dan ibu sudah memberikan pengawasan penuh di sekitar rumahnya.
Bisa saja Zayn mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menahan para penjaga itu, tapi dia tidak sampai senekat itu. Dia ingin menemui Nadin melalui restu dari kedua orangtuanya terlebih dahulu. Dan hanya ayah shen saja yang selama ini dapat zayn temui di perusahaannya untuk meminta ijin menemui Nadin dan juga anaknya. Tetapi, tetap tidak membuahkan hasil.
*****
Keesokan harinya Zayn dan laurin terlihat begitu sangat tenang dalam menikmati sarapannya. Laura sedang makan bersama dengan BI nela juga duduk disana di sebelah laurin.
" Jadi, kakak akan ke Jepang lagi hari ini ?? "
Zayn hanya berdehem, dia masih tetap menikmati sarapan paginya.
" Apa perlu laurin ikut.? Biarkan laurin saja yang akan bicara dengan ibu, kak !! "
Kali ini Zayn sedikit memberikan respon. Dia terlihat berhenti sejenak ketika akan menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Kemudian zayn menoleh kearah laurin.
" Tidak perlu, sayang. Kakak akan urus masalah ini sendiri. Jika suatu saat nanti kakak lelah, kakak akan meminta bantuan darimu, sayang. "
sambil melemparkan senyuman kearah laurin, dan laurin juga membalas senyumannya sambil mengangguk.
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan sarapannya hingga merasa cukup kenyang, akhirnya mereka menyudahinya.
Saat Zayn baru saja keluar dari ruang makan, dia dikejutkan oleh Livia yang datang menghampirinya. Pasalnya, Zayn melarang keras Livia menunjukkan diri didepannya saat dia berada dimansion.
Zayn hanya melirik sekilas, kemudian melanjutkan langkahnya. Hari ini dia akan berangkat kejepang lagi untuk memperjuangkan anak dan istrinya.
" Tuan.. " saat panggilan ketiga Zayn berhenti tepat di depan pintu utama.
" Ada apa ? Sepertinya kau lupa dengan persyaratan yang aku berikan " jawabnya ketus. Zayn hanya sedikit menolehkan kepalanya.
" Bukan, tuan. Saya tidak lupa. Tapi saya hanya.. " Livia menarik nafasnya, dia seperti takut akan mengungkapkan perasaannya.
" Cepat katakan, ada apa ?? " tukas Zayn
" Mmmz saya ingin memeluk anda, tuan. "
" Hah.. ?? Kau sedang bercanda. ??"
" Ti.. tidak, tuan.. Mungkin bayinya sedang ngidam. "
Zayn berdecih.
" Kau bisa memeluk orang lain sesukamu, Livia dan jangan pernah meminta hal semacam itu padaku, karena aku tidak akan Sudi dipeluk olehmu. " bentaknya
Setelah itu Zayn segera melanjutkan langkah kakinya menuju mobil. Dia sudah tidak sabar untuk terbang ke Jepang, walaupun nantinya dia tau, jika dia tidak bisa menemui anak dan istrinya.
" Kau itu memang tidak tau diri sekali yah.. Sudah bagus kakakku mau menampungmu disini, walaupun dia sangat tidak menyukai mu. Apalagi sekarang, istrinya meninggalkan kakakku Karena dirimu. Masih saja mengharapkan hal lainnya. Sudah sana kembali kekamar mu !! "
Laurin segera mencela Livia saat tadi dia tidak sengaja tahu apa yang sedang Livia katakan. Kemudian laurin segera berbalik keruang makan untuk mengambil Laura dari BI nela.
" Aku tidak mengerti, mengapa aku jatuh cinta padamu, tuan. Apa salah aku mencintai seseorang. Rasa cintaku tiba-tiba hadir begitu saja tanpa aku harapkan. Aku tidak bisa mengendalikan hati ini Ketika dia sudah memilih. " Gumamnya sendiri
Livia kembali ke kamarnya, dia berjalan cepat dengan menahan rasa sesak di dadanya. Dia tidak ingin ada orang yang tahu jika dia sedang ingin menangis.
*****
Selama perjalanan beberapa jam menaiki pesawat jet miliknya, akhirnya Zayn tiba di bandara Haneda Tokyo Jepang.
Zayn berjalan menuju pintu keluar. Setelah melihat mobil jemputan nya, dia segera masuk kedalam mobil itu dan menuju ke perusahaan sang mertua.
~~
Tok tok tok
" Masuk. "
" Permisi, pak. Ada tamu yang ingin menemui, anda "
" Siapa ?? "
" Tuan Zaynard, pak "
' Ah... anak itu lagi... ' gumam ayah dalam hati
" Baiklah, suruh dia masuk !! "
Sekertaris ayah shen segera keluar dan memanggil Zayn agar masuk kedalam.
__ADS_1
" Selamat siang, ayah "
pasalnya sekarang masih pukul 1 siang.
" Yah, silahkan duduk, Zayn. Bagaimana kabarmu ?? "
Ayah beranjak dari duduknya, kemudian menggiring Zayn untuk duduk bersama di sofa.
" Zayn sangat baik, ayah. Bagaimana dengan ayah dan yang lainnya ?? "
Terlihat ayah shen tertawa kecil.
" Yah.. kau lihatlah sendiri. Aku sangat baik. Nadin dan Rafa juga baik. "
Zayn mengangguk tanpa mengubah ekspresi wajahnya yang masih datar.
" Maaf, nak. Ibumu masih tidak mengijinkanmu untuk menemui Nadin dan juga Rafa. Bersabarlah sebentar. !! Tunggulah ibumu hingga melunak. "
" Yah.. baiklah, ayah. Zayn sangat merindukan mereka berdua. Apa boleh Zayn melihatnya, ayah. ?? "
Ayah shen menoleh. Dia tertegun melihat menantunya itu terlihat begitu sedih.
" Nak.... "
" Zayn hanya ingin melihatnya saja, ayah. Zayn berjanji tidak akan menemuinya sebelum ibu mengijinkan. Kumohon, ayah.!! Saya sangat merindukan mereka " sahut Zayn
Ayah shen diam sejenak. Dia menimang kemungkinan yang akan terjadi. Tapi dia juga merasa kasihan pada menantunya itu. Walaupun dia tau, jika menantunya itu sudah mengkhianati putrinya. Tapi karena kegigihan Zayn untuk menemui putrinya itu, ayah shen tidak sampai hati menolaknya lagi.
Pasalnya zayn juga sudah menjelaskan semuanya padanya waktu pertama kali dia datang menemuinya. Ayah shen juga sudah menceritakan hal itu pada ibu Maya. tapi tetap, ibu Maya tidak ingin jika putrinya itu bertemu dengan suaminya. Ibu Maya menginginkan Zayn agar menyelesaikan masalah yang sudah dia perbuat, baru ibu Maya memperbolehkannya. Dan ayah shen hanya menuruti saja apa permintaan istrinya itu.
" Baiklah.. Biasanya, ibumu mengajak mereka untuk bersantai di taman ketika sore. Kau bisa melihatnya dari kejauhan. Tapi, ayah tidak bisa memastikan hal itu. Jika kau mau menunggu, biarkan paman Lux yang mengantarkan mu kesana "
Zayn menghela nafas lega.
" Terimakasih, ayah. terimakasih..Zayn akan menunggu mereka disana.. " sambil memeluk tubuh ayah shen.
Setelah itu Zayn segera melangkah pergi dari perusahaan milik mertuanya itu menuju taman yang dikatakan oleh ayah tadi dengan menggunakan mobil kantor ayah.
~~
Selama menunggu kurang lebih 2 jam di dalam mobil. Rasa jenuh dan lelahnya terbayar lunas. Zayn membelalakkan matanya saat melihat wajah cantik istrinya itu berjalan perlahan dengan mendorong stroller.
Zayn Melihat sekeliling, dia tidak mendapati sosok ibu mertuanya disana. Tapi Zayn dapa melihat 2 bodyguard yang berjalan dibelakang Nadin.
" Kau nampak semakin cantik, sayang "
" Maafkan aku yang sudah membuat hubungan diantara kita menjadi seperti ini. "
" Aku sangat merindukanmu, sayang. "
Zayn terus berucap seperti dia sedang berbicara langsung dengan Nadin. Dia mengingat dengan jelas. Wajah cantik istrinya itu ketika sedang koma. Dan sekarang semakin cantik ketika sudah tersadar.
Nadin terlihat sangat senang bermain bersama dengan Rafa.
" Aku juga ingin bermain bersama dengan kalian, sayang.. "
__ADS_1