Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Bab 48


__ADS_3

Nadin berjalan anggun sambil menggandeng lengan ayah shen. Dia terlihat sangat cantik dibalut oleh gaun pernikahannya yang begitu indah. Hanya ada beberapa kerabat dekat yang menghadiri acara pernikahannya kali ini. Tidak lupa ketiga orang terdekat Zayn siapa lagi kalau bukan Malik, Leon dan Rico, serta ada laurin dan juga Laura dibarisan paling depan.


Ibu dan kedua anaknya beserta bi nela terlihat begitu antusias ketika melihat Nadin masuk kedalam gereja. Tentu saja Zayn dibuat terperangah di atas altar karena penampilan Nadin yang begitu sangat mempesona menurutnya.


' apa-apaan itu... kenapa Nadin memakai gaun seperti itu,. shiiiitttt '


gumam zayn


Sedari awal Nadin masuk, Zayn sudah mengumpati gaun yang dikenakan oleh istrinya itu. Modelnya begitu sederhana, tetapi belahan dadanya yang agak turun membuat dada montok nadin terlihat semakin ketara sehingga membuat Nadin lebih seksi, ditambah bagian punggungnya terekspos dengan bebas membuat Zayn begitu geram dibuatnya.


Ayah shen memberikan tangan Nadin pada zayn sambil tersenyum.


" Kali ini bahagiakan putriku dan jangan pernah lagi kamu menyakiti hatinya . Jika tidak, biarkan ayah sendiri yang menjemputnya pulang "


Zayn menarik nafas kemudian mengangguk.


" Baik ayah, kali ini Zayn tidak akan mengecewakan ayah lagi "


Acara pemberkatan itu berjalan lancar dan khidmat. Pasangan yang baru saja menikah lagi itu terlihat begitu bahagia. Bahkan Zayn tidak segan ketika mencium Nadin diatas altar.


" Sayang kenapa gaunmu seperti ini, apa tidak ada pilihan yang lain ?? " ucap Zayn. Nadin tersenyum.


" Ini adalah pilihan ibu, bahkan aku baru tau ketika ibu mengajakku untuk fitting gaun ini "


" Lalu, kenapa kamu tidak menolaknya saja dan cari yang lain " ucap Zayn dengan kesal


" Mana mungkin aku menolaknya, ibu bahkan sudah melunasi tagihannya. Sudahlaah.. !! "


Nadin dan Zayn baru saja turun dari altar dan berjalan menuju kedua orangtua Nadin dan juga anak-anaknya. Mereka saling memeluk dan juga saling memberikan selamat.


" Kakak, semoga pernikahan yang kedua ini kalian bisa hidup bahagia " ucap Randy sambil memeluk Nadin.


" Terimakasih... "


Mereka kemudian saling melemparkan candaan untuk Zayn dan juga nadin sehingga terdengar gelak tawa keluar dari mulut mereka.


Terdengar suara ponsel milik Nadin berbunyi. Nadin menerima panggilan itu kemudian dia berbalik dan berjalan menjauh dari Mereka.


" Sayang, mau kemana ?? " panggilan Zayn menghentikan langkah kaki nadin.


" Paman Lux mengantarkan baju ganti untukku. Aku merasa tidak nyaman dengan gaun ini " ucap Nadin


" Biar aku saja yang ambilkan, kamu tunggu disini bersama dengan mereka. " Zayn segera berlalu menuju tempat parkir setelah Nadin menganggukkan kepalanya.




Para tamu sedang menikmati acara makan bersama. Tidak ada tamu penting seperti pestanya dulu. Hanya ada sahabat dan juga kerabat dekat saja.



Nadin berjalan menuju meja dimana sang suami berada. Dia Barusaja selesai mengganti gaun pengantinnya dengan gaun yang tadi dibawakan oleh paman Lux.



Nadin tersenyum lembut kearah Zayn ketika sudah berjalan semakin dekat. Zayn dengan sigap bangun dari duduknya dan menarik kursi yang ada disampingnya. Nadin menyapa mereka semua yang duduk didepannya. Malik, Leon dan Rico sempat dibuat terpesona dengan keindahan yang terpancar dari diri Nadin. Nadin memang terlihat begitu cantik sekaligus semakin seksi sekarang.



Sebuah deheman dari Zayn membuyarkan lamunan mereka bertiga.


" Hari ini kamu terlihat semakin cantik saja " ucap Malik. Nadin hanya tersenyum.



" Kamu bisa saja Malik.. "


__ADS_1


" Apa kamu tidak merindukan Jakarta Nadin, aku masih memiliki hutang mentraktirmu ? "



" Aah.. kamu mengingatkan aku dengan makanan yang pernah kamu janjikan padaku waktu itu, jika ada waktu kami akan berlibur ke Jakarta dan aku pasti akan menagihnya. " membuat mereka berdua tertawa kecil.



Leon dan Rico bingung melihat mereka berdua yang asyik sendiri. Sedangkan zayn, jangan ditanya lagi, dia begitu dibuat cemburu oleh kedekatan mereka, tetapi untuk sekarang ini dia masih bisa menahan emosinya.



" Aku senang akhirnya kalian bisa kembali bersama lagi, Aku sungguh bersyukur Nadin "



" Iyah Malik, takdir yang membawa kami untuk kembali " ucap Nadin sembari memeluk mesrah lengan Zayn.



Zayn hanya menatap datar kearah mereka. Bagaimana bisa mereka sedang asyik berbincang tanpa menghiraukan yang lain.



" Sepertinya masa lalu kalian begitu menarik sekali yah.. Aku bahkan tidak tahu jika kalian pernah sedekat ini. " sindir Zayn.



Leon dan Rico hanya diam memperhatikan mereka.



" Ah.. kami tidak terlalu dekat, hanya saja beberapa kali Malik mengajakku untuk makan. Iyah kan Malik dan itu sudah beberapa tahun yang lalu. " ucap Nadin. Malik melihat Nadin dan melihat ke arah Zayn.



Malik dapat melihat perubahan raut wajah Zayn. seketika Malik merasa takut dengan sahabatnya itu. Saat ini Zayn sedang menatapnya tajam.




" Iyah.. itu semuanya kan juga karena kamu dan juga kamu \( menunjuk kearah Leon \) yang tidak bisa dihubungi bahkan tidak memberikan kabar padaku sekalipun "



" Ah.. sudah lah. !! " Zayn segera beranjak dari tempatnya tetapi Nadin dengan cepat menahan lengannya.



" Mau kemana, aku belum makan. temani aku makan dulu yah " ucap Nadin dengan lembut.


Zayn mana mungkin bisa menolak jika Nadin bersikap seperti ini.



Malik yang sudah tau apa yang terjadi pada Zayn seketika ingin menjahilinya.


" Nadin.. aku akan tunggu kamu untuk datang ke Jakarta, oke. "



Ucapan Malik membuat Zayn mengepalkan tangannya.


" Apa kau sedang menggoda istriku, malik..? " bentak Zayn



" Tudak.. mana mungkin aku menggoda istrimu.. kami hanya sedang mengingat masa lalu , itu saja. "

__ADS_1



" Awas saja kau berani macam\-macam "


ucapan Zayn membuat Malik tertawa lebar



seketika mereka semua melihat kearah Malik. Bingung dengan kelakuan Malik yang baru saja dilakukan.



" Kau sedang mentertawakan aku, Malik ?? "


Malik mengangguk kemudian menarik nafas dalam dan menghembuskannya.



" Hei sob, jangan marah begitu. Aku tidak akan berani menggoda Nadin. Tenanglah..!! "


ucap Malik yang membuat Leon dan Rico menahan tawa.



Rasanya mereka ingin sekali tertawa melihat bosnya yang sedang cemburu. Sungguh menggelikan. Ini baru pertama kali mereka melihat Zayn yang bersikap seperti ini.



" Sudahlah lebih baik kalian kembali saja. Kalian merusak hari Bahagiaku saja. " ucap Zayn kesal



" Sudah .. sana pergilah, Atau kalian ingin bonus kalian aku kurangi. " lanjutnya



" Bos kenapa aku jadi ikut di usir ?? " sabut Rico.



" Iyah.. kalian membuat moodku jadi jelek saja. Sudah sana pergilah !! " ucap zayn



" Oh yah Leon, Sepertinya aku akan kembali besok. Tolong siapkan semuanya.!! " imbuh Zayn yang ditujukan untuk Leon. Leon mengangguk.



Mereka bertiga berjalan menjauh dari meja yang tadi mereka duduki.



" Si\*\*\*n kau Malik.. bos jadi marah juga padaku " ucap Rico kesal



" Iyah... kau sudah merusak hari bahagianya " sahut leon.



" Biarkan saja.. Kapan lagi aku bisa mengerjai si bos angkuh itu "


kemudian mereka bertiga tertawa lepas mendengar ucapan Malik.



" Kau benar\-benar berhasil Malik, si bos dengan susah payah menahan emosinya di depan Nadin tadi. " ucapan Rico semakin membuat mereka tertawa lepas. Mereka terus saja meledeki si bos angkuh itu hingga menuju parkiran.


__ADS_1


\*\*Tbc\*\*.


 


__ADS_2