Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Berdua Denganmu Sudah Cukup Untukku


__ADS_3

Rinjani memandangi Bu Wayan yang sedang menandatangani kontrak kerja, wanita berusia 43 tahun yang akan menjadi asisten di rumah mode RRWardhana Couture atau lebih jelas tangan pertamanya, yang kelak Bu Wayan juga akan mempunyai asisten yang akan membantunya. Bu Wayan mempunyai pengalaman 15 tahun bekerja di rumah mode walau tekniknya belum sampai di teknik couture.


Setelah berdiskusi mendalam dengan Radit akhirnya Rinjani membulatkan tekad untuk menerima klien dan hasilnya sungguh melebihi ekspektasi, permintaan yang menumpuk membuatnya harus merekrut pegawai membantunya.


"Masuk kerjanya mulai senin depan yah bu" kata Rinjani menatap Bu Wayan "sementara kita di pendopo ini kerjanya, sambil menunggu ruko depan selesai di renovasi dua minggu lagi sih" lanjutnya memberikan informasi


"Iyah ibu Rinjani" balas Bu Wajan dengan tersipu


"Nanti kita kerjanya pakai seperti ini bu" kata Rinjani menunjukkan kebaya dan sarung songket balinya "ini akan menjadi ciri khas kita, jika teamnya sudah komplit nanti, kita beli kain untuk kebaya seragam selama 5 hari kerja"


"Saya sih punya bu, tidak apa-apa beda warna dengan punya ibu" kata Bu Wayan


"Sementara dipakai saja bu, besok saya akan ketemu dengan bakal jadi asisten bu Wayan, mereka ada 4 orang. Dan oh yah, kalau ibu Wayan punya kontak ke sekolah kejuruan yang ingin magang, kita juga akan butuh tenaga mereka nantinya"


"Punya bu, iya nanti saya kabari mereka" kata Bu Wayan dengan semangat, ternyata boss barunya sangat terbuka dan baik tidak salah dia memilih resign di tempat kerja lamanya, di samping gajinya lebih tinggi, pasti meringankan bebannya sebagai orang tua tunggal dengan tiga anak, tempat RRWardhana lebih dekat dari rumahnya


...


Rinjani tergesa-gesa masuk ke dalam rumah setelah mengantarkan Bu Wayan pulang yang pergi dengan sepeda motor. Dia diikuti Radit sampai masuk ke dalam kamar tidur.


"Sayang, kamu keguguran?" Tanya Radit melihat istrinya mengambil celana dalam dan pembalut dari laci lemari


"Aku haid bukan keguguran" sungut Rinjani sembari menutup pintu kamar mandi


"Wihh senggol bacok nih" kekeh Radit berdiri menunggu Rinjani


"Ya ampun, masih di sini" kata Rinjani mendapati Radit sedang bersandar di dinding dekat pintu


"Sayang... Aku perlu periksa dokter gak?" Kata Radit sambil merangkul Rinjani

__ADS_1


"Buat apa? Sakit apa kamu suami?" Tanya Rinjani heran menatap dalam Radit


"Dokter kandungan, siapa tahu aku mandul"


"Apa?!!" Pekik Rinjani menghentikan langkahnya


"Kita kan sudah berusaha sayang, ehemmm..." Kata Radit dengan senyum menyesatkannya, Rinjani tahu persis maksud senyuman suaminya, sejak malam pertama intensitas bercinta mereka seperti jadwal minum obat, sekali sehari, dua kali sehari, tiga kali sehari bahkan sering lebih dari itu.


"Suami, kita baru sebulan lebih menikah" kata Rinjani sambil menangkup wajah Radit


"Gimana jika kalau aku mandul? Tidak bisa memberimu keturunan?" Tanya Radit dengan wajah berubah sendu


"Ya ampun, kita menikah karena apa? Karena saling cinta dan untuk bersama bukan?" Tanya Rinjani dibalas angggukan kuat oleh Radit


"Jadi anak itu bagiku itu bonus, berdua dengan kamu itu sudah cukup untukku" kata Rinjani mengecup ringan bibir suaminya "aku mencintaimu suami, bahkan jika kamu mandul pun aku akan tetap bersamamu"


"Takkan, jika itu alasannya"


"Terus alasan apa yang membuatmu meninggalkanku Rinjani?" Tanya Radit sembari melingkarkan tangannya di pinggang Rinjani


"Kalau kamu menyakitiku, aku akan pergi jauh.... Ke tempat yang takkan kamu temukan lagi bahkan bayanganku pun" kata Rinjani menjatuhkan kepalanya di bahu Radit, hatinya sesak saat melontarkan kata-kata barusan


"Aku adalah orang terakhir yang akan menyakitimu sayang" kata Radit memeluk erat Rinjani, dia tidak bisa hidup tanpa wanita ini apalagi setelah memilikinya utuh


"So don't hurt me please" gumam Rinjani lirih


"I won't" balas Radit mengecup dalam bibir Rinjani


...

__ADS_1


Sore hari Radit nampak sibuk dengan handphonenya, sementara Rinjani sedang berselonjor santai menonton reality show di channel TV luar, Radit beranjak keluar dari rumah, dan sekitar 10 menit kemudian dia masuk dan duduk di samping Rinjani meraih tangan istrinya.


"Sayang.... Ada yang ingin bertemu denganmu di pendopo" kata Radit sambil mengelus puncak tangan Rinjani


"Siapa?" Tanya Rinjani heran, sepertinya dia tidak punya janji lagi bertemu dengan siapa pun


"Ezra" kata Radit singkat


###


Aloo guys...


Maaf aku lagi unwell jadi gitu dah, novelnya terhambat.. sorryyyyy 🥺


Dua minggu ini lagi drop kesehatannya, tau tidak karena apa?


Karena kebanyakan olahraga 🤭😂


Jangan lupa baca novel "All You Need is LOVE" spoiler : karena tokoh utamanya adalah salah satu pemeran di novel ini 😁😁😁


Siapa hayooo?


Jangan-jangan favorit kalian semua??


Ezra 😂


love,


D 😘

__ADS_1


__ADS_2