
"Bodoh" gumam lirih Rinjani kemudian bangun dengan mata berkaca-kaca
"Aul" kata Radit kaget "kamu mendengar mulai dari mana?"
"Dari awal!" Pekik Rinjani dengan tangis mulai tak terbendung "dasar bodoh!" Umpatnya lagi lalu memeluk Radit dengan terisak
"Maafkan aku sayang" ucap Radit sambil mengusap punggung Rinjani yang bergetar
"Kamu harusnya menembakku saat itu, ulang tahun ke 21. Merebutku dari dia!!!" Sungut Rinjani tertekan dengan berbagai perasaan
"Memangnya kau akan menerimaku?" Tanya Radit lembut
"Iyah, aku akan menerimamu dan memutuskan si brengsek itu"
"Tapi kamu gak cinta aku, kamu hanya mau diselamatkan"
Rinjani kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Radit dengan dalam
"Tapi aku sayang kamu dit,... As friend"
Radit tersenyum mendengar kata Rinjani, kemudian menghapus air mata gadis yang hidungnya pun sudah memerah karena tangisan
"Kalau sekarang? Perasaanmu ke aku? Masih sayang as friend juga?" Tanya Radit dengan tatapan sendu
DEG DEG !
Rinjani terdiam, dadanya terasa sesak dan berdegub sangat kencang, mungkin mukanya juga bersemu merah. Hal yang dilakukan selanjutnya, dia memegang rahang Radit mencondongkan tubuhnya hingga tak berjarak dan mengecup dalam bibir pria di depannya
"Aku mencintaimu Raditya Bayuaji Girindrawardhana sebagai seorang wanita ke pria, aku sangat mencintaimu" kata Rinjani pelan menatap malu ke Radit
"Rinjaniku" kata Radit dengan suara serak lalu merengkuh erat tubuh Rinjani "aku mencintaimu lebih"
__ADS_1
"Iya aku tahu" balas Rinjani dengan penuh debar bahagia
"Semalam aku berpikir kapan aku mulai melihatmu sebagai pria" kata Rinjani menatap pria dicintainya
"Kapan?" Tanya Radit penasaran, mereka sekarang berhadapan di atas sofa dan saling menggenggam
"Hmmm.... saat kamu memelukku setelah membaca surat panggilan sidang cerai, aku berdebar tak karuan"
"Terus?"
"Sejak itu aku tidak bisa menatapmu lebih lama. Di London bukan hatiku mati, ternyata sudah untuk orang lain" kata Rinjani sambil menatap Radit
"Aku?" Tanya Radit
Rinjani menggangguk
"Itu kenapa aku menangis kemarin, meratapi kebodohanku. Berkali-kali aku merindukanmu tapi aku terus mengabaikan perasaanku"
"Ada yang bilang "Love gives you an adrenaline rush but friendship gives you comfort. But Raditya Bayuaji Girindrawardhana gives me both.. " kata Rinjani dengan mata berkaca-kaca "i love you Dit"
"Love you too Aul.." balas Radit lalu mengecup kening Rinjani lama. Akhirnya dia bisa melihat sisi lain gadis ini ketika memberikan seluruh hatinya, dan itu untukku "thank's God" kata Radit dalam hati
"Kamu selalu menjadi yang pertama untukku Rinjani, termasuk ciuman tadi" kata Radit dengan pelan
"Apa maksudmu ciuman pertama? Ciuman pertama dengan aku?" Tanya Rinjani heran
Radit menggeleng
"Ciuman dengan wanita?" Tapi pernah ciuman ma laki-laki" kata Rinjani diikuti ledakan tawa oleh Radit
"Ciuman ke sesama mahluk hidup, first kiss. Jadi selama ini kamu benar meyakini kalau aku suka pria? Hanya karena tidak pacaran?"
__ADS_1
Rinjani mengganguk dengan keras, dengan ekspresi tak percaya
"Karena teman-temanmu pria semua, dan mereka yang celananya dua jengkal ke atas dari lutut, aku pikir kamu "top" nya karena tidak melambai"
"Hahaha, ya ampun Rinjani, dasar tidak peka" kata Radit kemudian mengecup lebih dalam bibir Rinjani lalu memagutnya.
"Hei..Ini kayak bukan barusan first kiss deh" kata Rinjani terengah-engah saat menyudahi silat bibir mereka
"Aku cepat belajar sayang" kata Radit dengan senyum menyeringai
"Jika itu tadi ciuman pertamamu, berarti kamu...?"
"Mau bilang perjaka?" Tanya balik Radit
Rinjani kemudian tertawa terbahak-bahak tertunduk di sofa, tawa yang sampai air matanya keluar
"Hei, Kamu pikir ada orang bercinta tanpa ciuman?" Kata Radit menggoyang tubuh Rinjani
"Dit, kamu bodoh" ucap Rinjani menengadah
"Aku tidak bodoh, aku hanya mencintai si bodoh dan tidak peka ini" kata Radit kembali mengecup ringan bibir Rinjani, sepertinya akan menjadi hobby baruku, menciumi bibir manis ini pikirnya
"Maksudku..., kamu tidak pernah mencoba untuk berpacaran dengan lain atau mungkin pedekate sambil plus-plus" ujar Rinjani dengan senyum jahil menahan ketawa
"Heii Aul.. Aku tidak semurah itu sayang, aku mencintaimu. Hatiku hanya tertuju padamu, aku maunya sama kamu saja" jawab Radit dengan posesif
"Gimana kalau aku ternyata hidup bahagia ma dia? Kamu akan tetap virgin sampai mati?" Kata Rinjani tidak mau berhenti berceloteh
"Ya ampun bahasanya" kata Radit sambil menjawel pipi Rinjani "nyatanya kagak kan?" Lanjutnya kemudian mendorong Rinjani hingga terbaring "bibir cerewet ini kudu di bungkam sampai malam, aku akan mengambil jatah ciumanku yang tertunda 9 tahun yah sayang. Jadi, siap-siap kamu besok jadi memble. Tapi tenang saja, masih tahap ciuman. Yang level berikutnya kamu harus bersabar, ingat.. aku pandai dalam belajar hal yang baru" bisik Radit sambil menggigit kecil ujung telinga bawah Rinjani
"Come to kakak" tantang Rinjani tertawa sembari mengalunkan kedua tangannya ke leher Radit
__ADS_1
"Aku sayang kamu Rinjani,... inilah kamu yang dulu aku kenal" kata Radit dengan tersenyum lebar lalu mulai menciumi bibir teman hidupnya ( ˘ ³˘)