Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Ekstra part Cerita Livia 5


__ADS_3

Zaynard Orlando Mark. Nama itu seakan melambung dengan semakin luasnya dalam pencapaian karirnya. Tapi semua itu berbanding terbalik dengan kisah hidupnya.


Sudah satu bulan lamanya Nadin dan Rafa anak semata wayangnya dibawa pergi oleh ibu mertuanya ke Jepang. Zayn tidak kuasa menahan tangis ketika mereka meninggalkan mansion miliknya waktu itu.


Zayn dibuat gila oleh wanita yang pernah mengurus anaknya . Wanita yang dengan sengaja memperdaya dan memanfaatkan dirinya ketika dia sedang dalam masa kelam.


Sungguh Zayn merutuki dirinya sendiri atas apa yang terjadi. Dia merasa bodoh karena tidak bisa menghindar dari jebakan wanita murahan itu.


Yah.. Wanita itu hari ini sedang bertamu ke mansion Orlando saat ini. Terlihat diruang tamu ada laurin yang memangku Laura dan Zayn yang duduk di depannya dengan menatapnya tajam.


" Ada apa kau malam-malam bertamu kemari, livia ?? " laurin membuka suara setelah beberapa menit yang lalu, semuanya hanya diam.


" Saya hanya ingin menunjukkan ini, nona "


Laurin dan Zayn membelalakkan matanya. Benda pipih yang mereka yakini adalah alat tes kehamilan itu menunjukkan 2 garis merah.


" Apa maksudmu, Livia ?? " bentak zayn. Emosinya mulai tersulut begitu saja.


" Iyah, tuan. Saya sedang hamil. Ini adalah anak kita, tuan "


" KAU.... Sungguh gila... Ini pasti hanya akal-akalanmu saja. Iyah, kan.?? "


" Tidak, tuan. Saya bicara jujur. Saya tidak pernah melakukan itu dengan pria lain selama saya mengasuh baby Rafa. Saya hanya melakukan itu dengan anda, tuan "


" Pergi dari sini, Livia.!! Aku tidak mau mendengarkan omong kosongmu lagi yang keluar dari mulut busukmu itu "


" Tuan. Ini benar-benar anak anda. Saya tidak berbohong. Saya sedang hamil darah daging anda, tuan. " jelas Livia


Terlihat Zayn sedang menahan amarahnya. Urusan istri dan anaknya belum selesai. Bahkan seminggu yang lalu dia datang kerumah sakit tempat istrinya dirawat pun, dia tidak ingin menemuinya. Dia juga tidak dapat menemui anaknya. Mereka dijaga ketat oleh orang suruhan mertuanya. Sekarang apalagi masalah yang harus dia hadapi.


" Tuan. Jika tuan tidak mau mengakuinya, saya bisa menunjukkan kelakuan bejat anda pada nyonya besar dan ini sebagai bukti akan hal itu. " Ucap Livia sambil mengelus perutnya yang masih datar dan sambil melirik alat tes kehamilan itu.


" KAU.... "


" Kak, tenanglah.. " Sahut laurin sambil mengelus punggung Zayn.


" Apa buktinya jika anak yang kamu kandung adalah anak dari kakakku, Livia ?? "

__ADS_1


Livia tersenyum mengejek. Dia mengambil ponselnya dari dalam tas yang dia bawa. Kemudian, dia memberikan ponsel itu pada laurin.


" Saya tidak pernah keluar dari mansion ini selama saya mengasuh tuan muda Rafa, nona " Jelas Livia sambil memasang wajah sedih.


Laurin terperangah sambil melototkan matanya. Dia melihat kakaknya yang memang membawa Livia diatas kasur. Zayn yang memang menginginkan hal itu terjadi. Disana terlihat Zayn yang sedang bergairah pada Livia. Kejadian itu direkam oleh Livia ketika dia memberikan obat pada Zayn waktu itu.


" Astagaa... Kakak.. Apa ini. ?? "


Zayn segera beranjak dan merebut ponsel itu dari genggaman tangan laurin. Dia segera melemparkannya keatas meja.


" Laurin. Dia yang sengaja menjebak kakak. Kakak tidak dalam keadaan sadar melakukan itu. Percayalah..!! "


" Yang jelas, sekarang saya sedang hamil anak anda, tuan. " Sahut livia.


Laurin dan juga Zayn seketika menoleh kearah Livia.


" Apa yang kau inginkan, Livia. Uang, rumah, atau apapun. Sebutkan ?? " sahut zayn


Livia menggeleng. Dia tersenyum tipis.


" Saya tidak menginginkan harta milikmu, tuan. Saya hanya menginginkan pertanggungjawaban atas kehamilan saya ini, tuan. Bayi ini membutuhkan status. "


" Apa kau sudah gila Livia ?? "


" Saya tidak gila, tuan. Saya tidak mungkin mengugurkan kandungan ini. Anak ini tidak bersalah atas perbuatan kita. Saya tidak masalah jika hanya menjadi istri simpanan anda, tuan " Ucap Livia


Zayn menatap lekat wajah manis Livia. Rahangnya mengeras. Dia sungguh muak melihat wanita itu, berparas manis tapi tidak semanis kelakuannya. Zayn sebenarnya tidak sampai hati padanya, ketika 2 bulan yang lalu dia sudah mengetahui segala hal tentang Livia.


Yah.. Livia adalah anak angkat dari seorang wanita janda yang tinggal di desa. Setelah dia berusia 5 tahun. Sang ibu mengajaknya merantau ke kota dan sekarang ibunya bekerja sebagai pelayan dirumah mewah yang berada dikawasan kota. Dia tau jika Livia dan ibunya sekarang bekerja dirumah milik orang keturunan Amerika. Zayn tidak tahu jika sebelumnya mereka pernah tinggal dimana dan menjadi pelayan dirumah siapa.


" Apa kau bilang.? Kau ini benar-benar sudah tidak waras Livia. Kakakku tidak akan pernah menikah lagi walaupun untuk menjadikan istri simpanannya " tukas laurin


" Nona, Saya hanya memberikan penawaran saja. Jika memang kalian tidak mau, baiklah. Saya bisa saja menunjukkan video ini pada nyonya besar. "


" Kalau begitu, saya permisi.. "


Livia segera berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu utama. Hanya baru beberapa langkah, dia berhenti kala Zayn memanggilnya.

__ADS_1


" LIVIA... "


Merasa namanya dipanggil, Livia berhenti dan tersenyum menyeringai.


' Kau tidak akan pernah lari lagi setelah ini, tuan. '


" Baiklah. Aku akan menikahi mu, tapi setelah kau melahirkan anak itu dan kita adakan uji tes DNA terlebih dahulu. Jika memang itu darah dagingku, aku akan menikahi mu. Tapi jika bukan, Kau akan tahu akibatnya karena sudah bermain-main denganku "


Livia berbalik sambil tersenyum puas.


" Tentu, tuan. Anda bis buktikan sendiri nanti, Karena memang anak ini adalah darah daging anda. "


" Kakak.. "


Zayn menoleh kearah laurin, dia mengangguk kecil. Dalam hatinya, dia sangat lah yakin jika Livia hanya berbohong.


" Emm tuan, lalu apakah boleh saya bekerja disini lagi ?? "


Zayn hanya menatap wajah Livia. Dia begitu muak menghadapi wanita ular seperti dia.


" Kau mau apalagi, hah ?? "


" Tuan.. saya sedang hamil, tidak mungkin ada yang mau menerima saya untuk melamar pekerjaan. "


" Baiklah, kau boleh bekerja lagi disini selama kau Hamil. Tapi jangan pernah kau mengusik hidupku selama kau tinggal. Dan setelah kau melahirkan nanti, jika terbukti itu bukan anakku. Aku tidak segan membuangmu keluar negeri yang jauh dari sini. "


" Kakak... "


" Sudahlah, laurin. Kakak pusing jika harus berurusan dengan wanita itu. "


Zayn segera beranjak dari duduknya. Dia melangkahkan kakinya untuk menaiki anak tangga. Dia segera berbelok ke arah kamarnya.


" Kau boleh pergi, Livia. besok saja kau datang kembali. " Titah laurin. Laurin sebenarnya sangatlah geram melihat Livia karena kejadian ini.


Kemudian dia juga pergi dari sana menuju kamarnya sendiri dengan menggendong Laura.


" Tunggu saja kejutan untukmu, tuan. Biarkan wanita cantik itu tetap tertidur hingga nafasnya terhenti. " gumam Livia yang ditujukan untuk Nadin. Kemudian dia berjalan keluar dari mansion itu.

__ADS_1


Livia berjalan pelan menuju pintu utama, dia keluar sambil terus tersenyum puas.


__ADS_2