Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Biar Aku Yang Menjagamu


__ADS_3

Mereka akhirnya melepas Widya untuk beristirahat karena besok pagi akan berangkat ke Eropa untuk berbulan madu, tinggallah Radit dan Rinjani duduk di dalam ballroom dengan beberapa keluarga mempelai yang masih mengobrol.


"Capek?" Tanya Radit menatap Rinjani yang merentangkan kedua tangannya


"Gak juga sih"


"Yakin?"


"Iyahhhh dit" balas Rinjani sambil manyun


"Hahaha, mau ke Malioboro? Sore gini enak jalan-jalan. Kamu gak kangen?"


"Mauuu... Ayokkk" seru Rinjani langsung berdiri dari kursi dengan semangat


"Bawa mobil gak sih, tapi ini hari Minggu pasti macet" kata Radit sambil merangkul Rinjani


"Gimana kalau naik becak saja" usul Rinjani sambil melirik Radit "aku sudah lama gak naik becak"


"Kamu di Jogja juga dulu cuma berapa kali naik becak, gaya sekarang mau becakan sok bule" dengus Radit bercanda


Rinjani langsung menarik rambut Radit mendengar perkataan pria merangkulnya


"Ganti sandal dulu kalau gitu, pasti capek pakai heels" kata Radit "di mobil kayaknya ada beberapa sandal kok"


Rinjani menggangguk mengiyakan.


"Mas Radit" kata seorang gadis berusia 20an awal sesaat mereka mencapai parkiran "apa kabar mas?" Lanjut gadis itu kemudian bersalaman, Rinjani memilih memisahkan diri membiarkan mereka mengobrol.


Sambil menatap sandalnya berwarna gold senada handbagnya, sesekali Rinjani melirik Radit yang masih asyik mengobrol, ada gemuruh rasa cemburu melihat gadis itu terlihat tebar pesona dengan senyum di buat-buat. Hei Rinjani! sejak kapan kamu cemburu dengan gadis yang dekat dengan Radit! Umpatnya sambil menendang bebatuan.


"Bosan yah? Maaf kamu jadi menunggu" kata Radit mendekat dengan senyum lebar


"Kek seneng banget habis ketemu" dengus sebal Rinjani kemudian memanyunkan bibirnya


"Itu Mega adiknya temanku si Dani, cemburu yah?"


"Kenapa emang kalau cemburu!" Sungut Rinjani


"Ya bagus kalau cemburu, berarti kamu sayang aku Aul" kekeh Radit sambil merogoh kantong celananya mengeluarkan kunci mobil


"Ini mobilmu dit?" Kata Rinjani mendekati Rubicon warna orange di depan mereka

__ADS_1


"Iya"


"Cantik... orange seperti sunset" gumam Rinjani


"Berapa bulan lalu punya hitam"


"Hitam keren dit"


"Ya udah, tar aku beli hitam lagi"


"Buat apa? Nih sudah ada"


"Buat kamu" singkat Radit


"Kaya banget sih, sampai mau dibeliin rubicon"


"Aku gak sombong Aul, tapi semua aku dapatin dari jerih payah sendiri. Dan lagi aku kerja sampai di titik ini demi seorang gadis yang akan dinafkahi seumur hidup. Aku sudah ngomong itu bukan dari dulu?" Panjang Radit sembari menatap dalam Rinjani yang kemudian tertunduk, jantungnya serasa mau lepas mendengar kata-kata Radit.


"Kamu bisa mengantarku kemana pun dit, tidak usah dengan mobil baru" ucap Rinjani menaikkan wajahnya


"Ucapan tidak bisa ditarik lagi" Kata Radit sambil menangkup wajah Rinjani


"Mulai sekarang biar aku yang menjagamu Rinjani" ucap Radit menarik tubuh Rinjani dalam pelukannya


.....


Malioboro semakin ramai, gumam Rinjani menatap orang-orang di sebelah jalan yang memenuhi kursi semi kayu besi, dan banyak pendatang yang terus lalu lalang. Mereka sendiri memilih duduk di bundaran marbel di bawah pohon beringin depan istana negara yang lebih sepi.


"Nih, es tehnya" kata Radit menyodorkan bungkus plastik berisi es teh sambil tersenyum lebar "buleku kangen es teh" tawanya lagi


"Enak" sesaat Rinjani menyesap es teh khas angkringan Malioboro "banyak aku rindukan tentang kota ini" gumam Rinjani


"Aku juga kan?"


"Kan tadi kamu sudah... kamu tahu dit, jauh-jauh aku ke UK ambil magister HI tapi sekarang jiwaku lebih ke arah fashion. Aku juga sempat sekolah design di sana"


Aku tahu semua Rinjani, ucap Radit dalam hati


"Jadi sekarang?"


"Aku pengen bikin rumah mode mungkin ke depannya" kata Rinjani menatap Radit

__ADS_1


"Lakukan apa yang kamu sukai sayang, aku akan mendukungmu" ucap Radit


Rinjani tersenyum lebar kemudian mengacak-acak rambut Radit.


"Kamu nginap di mana Aul?"


"Di hotel Ash"


"Kenapa gak di rumahmu?"


"Masih dikontrakin kan dit, lagian aku tidak berencana untuk tinggal di sana"


"Hei, jangan bilang kamu mau balik UK" seketika raut muka Radit khawatir


"Tidak dit, aku pengen ke Bali dan stay mungkin 2-3 bulan. Aku kangen pantai dan matahari, di UK biar kata summer aku tetap kedinginan" keluh Rinjani


"Berarti aku ikut ke Bali" kata Radit kemudian memegang jemari Rinjani


"Iya.., kita bisa sewa villa di sana dit"


"Iyah kita cari villa.. kapan kita berangkat?" tanya Radit


"Kapan kamu bisa dit?"


"Lusa?"


"Oke, kita berangkat lusa"


"Gimana kalau mulai malam ini nginap di rumah saja Aul?" pinta Radit


"Hei, eman-eman hotelnya. Besok saja yah"


"Baiklah besok aku jemput jam 9 pagi. Terus kita ke kantorku. Tar aku tanya ibu buat masakin makanan favemu"


Rinjani tersenyum lebar menatap Radit, pria yang seharian membuat hatinya jumpalitan. Apakah selama ini Radit seperti ini? Iya! dia sejak awal selalu manis seperti ini kepadanya


ps.


ini tempat fave author, saya ambil fotonya dua hari lalu _ 12 september 2019 😊😘


__ADS_1


__ADS_2