
Radit memarkirkan mobilnya di depan sekolah dasar Internasional tempat kakak dan adek mengenyam pendidikan, waktu berjalan seperti terbang layaknya udara, dia baru saja kemarin mengajarkan si kembar untuk berjalan, sekarang mereka berdua sudah berusia 10 tahun. Walau pun di kandung ibunya bersamaan tidak membuat mereka mempunyai sifat yang sama, malah berbeda jauh. Kakak lebih supel dan adek lebih pendiam, bakat minat mereka juga sangat berbeda. Lika lebih seperti Rinjani dan Kila seperti dirinya.
"Ayah!" Seru Lika memanggil ayahnya
"Mana adek?" Tanya Radit melihat Lika sedang duduk di undakan tangga berdua dengan sahabatnya
"Masih di dalam, depan kelas seperti biasa" jawab Lika dengan hati-hati
Radit paham dengan perkataan Lika, kakak sedang melindungi adiknya yang mempunyai kebiasaan berkumpul dengan kelompok yang di dominasi anak laki-laki.
"Mas Dira nebeng lagi?" Tanya Radit ke anak laki-laki yang selalu nempel ke Lika, mereka seperti surat dan perangko
Anak sahabatnya itu pun mengangguk malu. Widya dan keluarga pindah ke Bali 5 tahun lalu, dan sengaja membeli rumah hanya berjarak 500 meter dari rumah mereka, memasukkan Diraya Syailendra ke sekolah yang sama dengan kakak dan adek.
"Kila" seru Radit memanggil anak bungsunya yang sedang bersandar di tembok depan kelasnya, ada 7 anak laki-laki bersamanya mereka asyik mengobrol dan langsung terdiam melihat Radit datang
"Aku pulang dulu" kata Kila lalu bertos dengan tinju ala bro dengan semua anak laki-laki di situ
Radit hanya menggelengkan kepala, si bungsu yang tomboy dan menjadi alpha alias leader di usia semuda ini.
"Ayahhhhh" seru manja Kila sambil memeluk tubuh ayahnya
"Kesayangan ayah, gimana sekolah hari ini?"
__ADS_1
Tanya Radit menunduk dan mencium kening Kila
"So - so" jawab Kila membalas ciuman ayahnya di pipi, lalu bergelayut manja di lengan Radit
...
"Jadi Mas Dira suka kakak atau adek?" Tanya Radit sambil melirik ke kaca spion, Dira dan Lika duduk di tengah sementara Kila di sampingnya sambil bersedekap menatap ramai jalanan
"Dua-duanya om" jawab Dira dengan bersemangat
"Aku tidak butuh" sanggah Kila dengan cepat, suaranya terdengar dingin membuat Radit tertawa terbahak-bahak
"Ayah ingetin dari awal, kalian kalau mau suka-sukaan nanti kalau sudah umur 21 tahun yah. Sekarang sampai saatnya... berteman saja dulu. Mengerti kan?" Tanya Radit pelan membujuk ketiga anak itu
"Menikahnya umur berapa? Ayah tanya lagi?"
"40 tahun!" Balas Lika dengan semangat kemudian bangun dari kursi dan mencium pipi ayahnya
"Haahaha" tawa Radit kembali menggema di dalam mobil, sejak dari bayi dia telah mengajarkan kata-kata itu "nanti nikahnya umur 40 tahun, sebelum itu tinggalnya terus sama ayah dan ibu" mumpung tidak ada Rinjani, Radit berkesempatan mendoktrin anak-anaknya yang pastinya Rinjani langsung komplain dengan sikap posesifnya kepada Lika dan Kila.
"Ayah, nanti latihan?" Tanya Kila sesaat mereka telah sampai di rumah
"Kila istirahat dulu" jawab Radit sambil membimbing kedua anak gadisnya, Kila selalu penuh semangat belajar ilmu bela diri, Radit pun tahu jika anak gadis satu ini perlu di bekali dengan ilmu pertahanan diri
__ADS_1
"Ibuuuu..." Seru Lika dan Kila melihat Rinjani menyambut mereka di depan pintu, si kembar langsung berhambur ke pelukan ibunya
Pemandangan tiap hari yang tak pernah bosan di lihat oleh Radit, setiap momen dia simpan baik-baik dalam ingatannya, tiga wanita yang dicintainya dengan sepenuh hati dalam satu frame. Hidupnya telah sempurna, Radit tak meminta apa-apa lagi. Cukup ini !
FIN.
Ada pepatah yang mengatakan jika ada pertemuan pertama maka akan ada pertemuan selanjutnya.
###
Alo kesayangan π
Akhirnya kita harus berpisah dengan Radit dan Rinjani, author sampai sedih π₯ΊπΏ
Terima kasih telah menemani perjalanan mereka, dan author sendiri dalam proses belajar menulis π
Dan...
novel "CINTA LUAR BIASA CHAPTER TWO" telah rilis. Langsung di cek di profil author π
**Love,
__ADS_1
D π**