Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Rinjaniku


__ADS_3

Rinjani meremas pasir putih di tangan dan menaburkannya kembali ke bawah. Dia lupa membawa sarung bali biar bisa berjemur dan menghilangkan kulit putih pucat karena kekurangan sinar matahari selama di UK.


"Ngapain di situ?" Teriak Rinjani melihat Radit duduk di bawah karang besar


"Berteduh" balas Radit cuek kembali menjepretkan kamera handphonenya


"Ini baru jam 9 pagi matahari masih bagus buat tubuh" Kata Rinjani "oh please, Radit kesinilah"


"Aul, kita ini masih orang Indonesia, kalau kena matahari bentar saja langsung menghitam, bukan memerah kek bule" jelas Radit mengingatkan tapi tetap bergabung duduk di samping Rinjani


"itu gunanya ada sunblock" gumam Rinjani mengambil handphonenya kemudian membuka instagra*


"Hei, sudah kembali ke sosmed?" Tanya Radit melihat layar handphone Rinjani


"Ini barusan aku buka, hampir lupa passwordnya"


"Ada yah orang tiga tahun tanpa sosial media!" Sungut Radit "bikin kangen tauk"


"Ada,... yah aku" kekeh Rinjani kemudian mencoba fitur story, merekam kakinya


"Ulang, masukin juga kakiku" protes Radit cepat sambil mendekatkan kakinya ke kaki Rinjani


Dia kemudian mengulang story dan mengambil deburan ombak di depannya dengan caption ikon love. Radit tidak mau kalah, dia mengangkat handphonenya untuk berswafoto, Rinjani langsung berpose menyandarkan kepala di bahu Radit sambil menutup matanya, tapi bukan story namun di post feed dengan caption ikon love juga. Widya yang pertama berkomentar "hmmmmm" cuma itu, membuat mereka tertawa.


"Aku pengen berenang" kata Rinjani menatap ke depan "airnya semacam memanggilku untuk terjun bebas"


"Ya sudah berenang saja, aku tunggu"


"Gak pakai bikini, dan aku baru sadar ternyata gak punya bikini"


"Nanti kita beli, tapi kamu jangan pakai di pantai. Berenangnya di kolam rumah saja"


"Kenapa?" Protes Rinjani "terus di pantai berenang pakai apa?"


"Baju lengkap kek gini, hotpants ma kaos"

__ADS_1


Bola mata Rinjani memutar mendengar ucapan Radit


"Sejak kapan kamu seposesif ini?" Tanya Rinjani


"Sejak sekarang, karena kamu adalah...." Kata Radit terhenti


"Adalah apa??" Tantang Rinjani menatap tajam ke Radit


"Adalah..."


"Hih, dasar cemen.." ucap Rinjani sambil berdiri bergerak pelan siap mengambil langkah seribu


"Rinjani apa kamu bilang?! Huh?" Setengah teriak Radit melihat Rinjani sudah kabur


"Ceee.....meeennnnnnnn" balas teriak kencang-kencang Rinjani kemudian tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya


Radit mengejar Rinjani dengan senyum lebar, teruslah tertawa seperti itu Aul, kembalilah seperti dulu yang lepas bebas tanpa beban. Rinjaniku..


...


"Terus kalau aku pakai sisa mengaum" aummmmm... Rinjani menaikkan kedua tangannya seperti mencakar


"Hahaha, imut" tawa Radit berjalan menuju bagian celana pantai cowok membiarkan Rinjani memilih yang disukainya


"Mbak cantik saudara kembar yah dengan


masnya?" tanya pegawai kasir toko sesaat Rinjani membayar belanjaan mereka


"Kami mirip yah mbak?" Kekeh Rinjani berbalik melihat Radit sedang duduk mengutak-atik handphonenya


"Mirip dan kompak banget" balas mbak-mbak kasir


"Makasih yah" kekeh Rinjani kemudian berjalan menuju tempat Radit


"Dit, kata mbak kasirnya kita saudara kembar karena kompak dan mirip, mank kita mirip yah mukanya?" lapor Rinjani sambil tertawa

__ADS_1


"Apa?"


"Kita saudara kembar kata mbaknya"


Radit langsung merangkul Rinjani berjalan menuju meja kasir,


"Maaf mbak, kami bukan saudara kembar, tapi dia istri saya" ucap Radit melirik Rinjani yang membuat mbak-mbak kasirnya terpekik malu


"Apaan sih" seru Rinjani menarik baju Radit


"Hahaha, seneng deh ngerjain orang" tawa Radit sambil berjalan keluar dari toko di kawasan Legian


Mereka berjalan sambil menikmati sore berbagi dengan para turis manca yang juga lalu lalang memadati area itu


"Aku haus" keluh Rinjani


"Tunggu di sini, aku beliin minum, mineral?" Tanya Radit


"Iya" singkat Rinjani


Radit lantas berbalik ke arah yang telah mereka lewati, sementara Rinjani meletakkan kantong belanjaannya dan duduk di tembok depan studio tattoo. Sambil menunggu dia membuka folder gallery di handphonenya memilah foto di pantai tadi pagi yang akan dipostingnya di instagra*, dia akhirnya sadar ada orang memperhatikannya.


"Cepat banget dit" seru Rinjani menengadah, tubuhnya serasa disetrum ribuan volt melihat sosok jangkung yang berdiri di depannya


"Rinjani" kata Ezra lebih seperti berbisik yang membuat Rinjani merinding


 


 


 


Ezra Bramantya 😊


dalam pikiran awal saya mirip dengan Mas Rory, maafkan saya mas Rory, di kehidupan nyata saya fansmu 🤭

__ADS_1



__ADS_2