
Tok tok tok
Zayn sedang berdiri tegap di depan pintu rumah keluarga syahir. Dia terlihat begitu tampan dan juga rapi, pasalnya malam ini juga Zayn akan kembali ke London. Namun sebelum dia pergi, Zayn menyempatkan diri untuk datang ke rumah keluarga syahir.
Dua hari telah berlalu, luka memar yang ada disekitar wajahnya sudah sembuh dan tadi pagi Zayn sudah keluar dari rumah sakit.
Kali ini Zayn ingin menjelaskan sekali lagi pada ayah dan ibu Sebelum dia kembali. Semangat Zayn yang ingin kembali bersama dengan anak dan istrinya tidak akan berhenti sampai disini. Dia tetap akan melanjutkan niatnya agar dapat kembali bersama dengan keluarganya.
Beberapa menit berlalu, pintu besar keluarga syahir belum juga terbuka. Zayn tetap bersabar menunggu hingga pintunya terbuka.
Ceklek
Suatu hal yang tidak terduga terjadi. Sosok wanita cantik baru saja membuka pintunya. Mereka berdua tertegun mendapati siapa yang kini ada di depan matanya.
Deg.
Zayn menelan ludahnya sedikit berat. Ayah dan ibu mertuanya masih belum memperoleh dia untuk menemui Nadin. Namun, bagaimana sekarang ??
Takdir membawanya untuk kembali. Menuntunnya untuk bertemu dengan wanitanya kembali, sosok istri yang dirindukannya. Zayn tersenyum puas dalam hati.
" Nadin.. Kamu akan pergi ?? "
Kini rasa canggung sedang menyelimuti kedua insan yang sudah lama tidak berjumpa.
" Yah... "
Hening.
Pasangan suami istri itu saling membisu, mencoba untuk mengatur nafasnya yang sedikit sesak. Memutar memori lama yang kini sudah tertutup rapat.
' Satu tahun kamu pergi, Zayn. Tidak ada kabar ataupun pesan yang kamu tinggalkan. Kini secara tiba-tiba kamu datang kembali. Membuat hatiku yang mulai tenang kembali terkoyak. Kamu benar-benar jahat, zayn '
Kini dinginnya angin malam tidak terasa. Bahkan Nadin merasakan suhu tubuhnya mulai memanas seiring dengan menatap lekat pada kedua bola mata milik sang suami. Ada sejuta kerinduan yang selama ini ditahan olehnya. Namun Nadin berusaha keras untuk tidak luluh pada pesona Zayn.
Jika Nadin sedang merasa kacau, hal itu berbanding terbalik dengan apa yang kini Zayn rasakan. Dia merasa sangat senang. Hatinya sedang berbunga-bunga. Dia bersyukur karena malam ini tuhan mempertemukan mereka kembali pada kesempatan kali ini.
Tidak berselang lama suara nyaring dari Rafa kecil memecahkan kesunyian.
" Mami... mami... "
" Iyah sayang, mami diluar. "
__ADS_1
Rafa kecil muncul dari balik pintu. Zayn masih diam di posisinya. Dia menatap lekat wajah cantik istrinya itu dan kini dia dapat melihat dengan jelas sosok anaknya yang semakin tampan.
Rafa kecil berdiri disamping nadin. Dia melihat kearah zayn. kemudian dia mengernyitkan keningnya.
Zayn memasang senyuman diwajahnya kala Rafa kecil sedang menatapnya.
" Ah.. Paman.. Apa yang paman lakukan disini ?? Apa luka paman sudah sembuh ?? "
Sedari tadi dia mencoba mengingat sosok Zayn yang femiliar baginya.
Mendengar penuturan dari anaknya membuat Zayn semakin melebarkan senyumnya dan diikuti oleh anggukan kepala.
" Yah, paman sudah lebih baik sekarang. "
" Mami, dia adalah paman yang kemarin afa ceritakan. Kakek memukulnya hingga terjatuh dan mengeluarkan darah dari mulutnya. "
Cerita Rafa sukses membuat Nadin mendelik sempurna. Melototkan matanya kearah Zayn. Seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
" Zayn.. " Ucap Nadin lirih.
Namun Zayn masih bisa menangkap panggilan Nadin padanya dengan mengikuti gerakan dari mulut Nadin.
Zayn hanya tersenyum melihatnya.
" Tidak apa sayang, aku baik-baik saja. "
" Mami, apa paman ini akan ikut bersama dengan kita ?? "
" Ah.. Tidak sayang. Paman ini sedang ada urusan dengan kakek. " ucap Nadin sambil melirik kearah Zayn.
" Yah.. sayang sekali. "
" Baiklah, ayo kita berangkat. !! " ajak nadin
Nadin menggandeng tangan Rafa, Dia membawa langkahnya untuk beranjak dari sana. Membiarkan hatinya menjerit sekali lagi.
Namun langkahnya terhenti ketika tangan besar milik Zayn menahannya. Nadin segera menoleh. Menatap lekat wajah tampan suaminya. Jantungnya berdegup kencang. Semilir angin kerinduan sedang menghampirinya.
Rasanya ingin sekali Nadin memeluk tubuh zayn. Sosok suami yang selama ini dirindukannya.
Zayn memasang senyuman termanisnya.
" Biarkan aku ikut bersama dengan kalian. "
Nadin masih terdiam. Maniknya berkedip beberapa kali. Hatinya ingin sekali mengiyakan namun pikiran warasnya meronta.
__ADS_1
Mereka berdua sejenak saling memandang. Hanya ada keheningan dan suara angin malam. Tanpa menunggu lagi, Zayn segera menarik tangan Nadin. Membawa anak dan istrinya menuju dimana mobil mewah miliknya terparkir.
" Masuklah !! "
" Ah.. Tidak perlu. Aku dan Rafa akan pergi dengan paman Lux saja "
Zayn menggeleng pelan.
" Biar aku yang mengantarkan kalian. Bagaimana jagoan ?? Kamu setuju ?? "
" Yah.. "
" Oke.. masuklah terlebih dulu. "
Rafa kecil dengan cepat membuka pintu mobil bagian belakang. Dia dengan riangnya mengajak tubuh mungilnya untuk masuk kedalam jok belakang mobil Zayn.
Zayn menahan lengan Nadin yang akan menghampiri rafa. Dengan cepat Zayn membalikkan tubuh Nadin sehingga kini mereka berdua saling berhadapan. Mendorong tubuh wanitanya kebelakang hingga kini punggungnya menempel sempurna di sisi badan mobil milik Zayn.
" Apa yang kamu lakukan Zayn.?? "
Zayn maju dua langkah untuk mengikis jarak diantara mereka. Mereka berdua saling memandang. Merasakan degup jantungnya yang berdetak semakin kencang.
Zayn tersenyum simpul. Kemudian memajukan sedikit wajahnya.
" Aku akan ikut bersama denganmu. Masuklah kedalam mobil atau aku akan berbuat lebih dari ini " Bisik Zayn
Nadin bergidik saat merasakan hembusan nafas Zayn yang mengenai bagian belakang telinganya.
Nadin segera mendorong Zayn agar menjauh darinya.
" Baiklah. " ucap Nadin lirih.
Sebenarnya dia begitu enggan. Namun melihat Rafa yang sudah duduk manis di dalam mobil membuatnya mau tidak mau menuruti perintah Zayn.
Zayn masih menatap sayang kearah Nadin. Dia segera membukakan pintu mobilnya. Menunggu Nadin masuk kedalam.
Tanpa aba-aba, Zayn meraih sabuk pengaman disamping Nadin membungkukkan sedikit tubuhnya untuk memasang sabuknya hingga berbunyi klik. Sejenak Zayn menatap wajah istrinya tersebut.
Setelah itu Zayn menutup pintunya dan segera berjalan memutar untuk segera masuk dan duduk dikursi kemudi.
Nadin menghembuskan nafasnya sedikit panjang. Pasalnya sedaritadi dia menahan nafasnya ketika Zayn berada di dekatnya.
Kini Zayn membawa mobilnya untuk pergi dari sana. Menuju kearah sekolahan yanditunjukkan oleh Nadin.
Zayn bersorak Sorai. Mendapati Nadin yang kini duduk manis disampingnya. Memandangi wajah cantik sang istri membuatnya dia semakin bahagia. Bahkan Zayn tidak membiarkan bibirnya mengerut.
__ADS_1
Rencana Tuhan memang tidak ada satu orangpun yang tahu. Zayn mengiringi senyum nya dengan sejuta rasa syukur. Berharap jika tuhan segera menunjukkan jalan agar dia bisa kembali lagi bersama dengan keluarganya.