Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Ekstra part Cerita Livia 10


__ADS_3

Setelah beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya mobil yang dinaiki oleh Nadin itu berhenti disebuah hotel yang menjadi salah satu hotel termewah di negaranya, dan Hotel itu tidak lain adalah milik keluarganya sendiri.


" Paman, apa ibu yang meminta paman untuk membawa ku kemari ?? " tanya nadin


" Iyah, nona " balasnya


" Baiklah, terimakasih "


Setelah Nadin keluar dari mobil itu, dia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi ayahnya.


"...... "


" Iyah, ayah. Nadin baru saja sampai. Lalu Nadin harus kemana ?? "


"....... "


" Yah baiklah.. Nadin akan segera naik. Tunggu sebentar !! "


Nadin mengakhiri panggilannya.


Dengan berjalan cepat Nadin menuju lift yang ada di depannya. Dia segera masuk dan memencet angka yang sesuai dengan keberadaan ayahnya disana.


Hanya dalam beberapa menit, pintu lift itu terbuka. Nadin segera melangkah keluar dan menuju ruangan yang tadi sudah diberitahu oleh sang ayah.


Tok tok tok


Nadin membuka pintunya dan segera masuk. Dia dapat melihat sang ayah yang sedang duduk sendiri disofa yang ada didalam ruangan itu.


Ayah shen berdiri sambil merentangkan tangannya untuk menyambut kedatangan putri tercintanya.


" Kamu sudah sampai .? "


Nadin mengangguk kecil kemudian mereka melepaskan pelukannya.


" Kenapa ayah meminta Nadin untuk menemani ayah ?? Bahkan Nadin tidak pernah terjun dalam masalah perusahaan Sebelumnya. "


Ayah shen tersenyum.


" Tidak masalah. Ayah hanya ingin kamu menemani ayah saja. Apa kamu keberatan ? "


" Ah.. itu tidak mungkin. Nadin sangat senang jika Nadin bisa membantu ayah. Apa perlu Nadin bekerja disini, untuk membantu pekerjaan ayah setiap hari ?? " goda nadin


Ayah shen tertawa kecil. Dia merasa lucu mendengar penuturan putrinya itu.


" Kau ini bisa saja. "


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat keduanya menoleh kearah pintu.

__ADS_1


*****


Zayn baru saja tiba di sebuah hotel mewah yang menjadi salah satu hotel termewah di Jepang. Yah hotel itu adalah salah satu hotel milik keluarga Nadin, istrinya. Bahkan Zayn baru beberapa bulan ini mengetahui kenyataan jika keluarga istrinya itu sangatlah kaya raya. Pantas saja ketika dipesta pernikahannya dulu, Zayn dapat melihat tamu-tamu penting dan terhormat yang menghadiri pestanya. Dan itu semua atas undangan dari sang mertua.


Kenapa dia baru saja menyadarinya. pertanyaan semacam itu sering kali terlintas dipikirannya


Mau bagaimana lagi, Zayn belum sempat mendekatkan dirinya dengan keluarga Nadin. Bahkan untuk sekedar meminta anak buahnya menyelidiki tentang keluarga dari istrinya pun belum sempat terpikirkan olehnya.


Semua itu tidak pernah terjadi karena keadaan yang membuat pikiran Zayn menjadi kacau. Pikirannya tidak pernah fokus pada hal-hal yang tidak terlalu penting. Karena setelah beberapa bulan menikah masalah datang silih berganti. Mulai dari Nadin yang menghilang hingga dia mengalami koma karena melahirkan.


Hal itu membuat Zayn tidak pernah terlintas dipikirannya untuk memikirkan hal selain menemukan istrinya atau hanya memikirkan kondisi istrinya yang sedang koma.


Tapi tidak untuk sekarang. Bahkan tanpa meminta anak buahnya untuk menyelidiki keluarga Nadin, semuanya sudah terungkap dengan sendirinya. Bagaimana tidak, Zayn hampir dua Minggu sekali datang ke Jepang dan bertemu dengan ayah Nadin.


Dengan kedatangannya itu, membuat Zayn tahu sedikit demi sedikit tentang keluarga istrinya itu. Bahkan awalnya Zayn sempat tidak percaya dengan kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Nadin. Pasalnya keluarga Nadin terlihat begitu sederhana dari kenyataan jika mereka adalah salah satu keluarga terkaya di negaranya.


Setelah tadi memikirkan kenyataan apa saja yang baru diketahui olehnya. Tidak terasa Zayn membawa langkah kakinya berhenti tepat di depan ruangan yang ditujunya.


Sejenak dia menghela nafasnya. Kemudian mengetuk pintunya. Setelah beberapa saat, Zayn membuka pintu itu.


Ceklek


Tidak lama, pintu yang tadinya tertutup sekarang terbuka lebar.


Zayn menatap lekat dua orang yang berada di dalam ruangan itu. Senyuman yang tadi terlihat diwajah cantik Nadin perlahan memudar. Tapi tidak untuk seseorang yang baru saja membuka pintu itu. Dia menatap lekat wajah cantik nadin. Matanya berbinar penuh rasa cinta dan rindu yang mendalam.


Ayah shen mulai berjalan pelan menuju pintu. Sejenak dia berhenti saat berhadapan dengan zayn.


" Selesaikan masalah kalian. Ayah akan memberikan waktu untukmu berbicara dengan putri ayah. "


" Terimakasih, ayah "


Ayah shen mengangguk kecil kemudian menepuk pundak Zayn sebelum dia pergi meninggalkan mereka berdua.


Zayn segera menutup pintu itu. Dia tidak menyangka jika mertuanya akan mempertemukan dirinya dengan nadin. Zayn sangat senang sekali karena mertuanya masih memberikan kesempatan kepadanya untuk mempertahankan rumahtangganya.


Nadin masih diam ditempatnya. Zayn berjalan perlahan mendekatinya. Mereka berdua saling menatap sejenak, kemudian Nadin terlebih dulu mengalihkan pandangannya. Tidak untuk Zayn, dia masih tetap memandangi sosok perempuan yang menjadi istrinya itu.


' Kenapa dia terlihat sangat cantik ?? Aku sangat ingin sekali memeluknya '


" Nadin.. Aku sangat merindukanmu " ucap Zayn yang saat ini sudah berada di depannya.


" Jadi, semua ini adalah rencana mu "


" Apa maksudmu, Hem ?? "


" Kau yang meminta ayah untuk berbohong, agar aku mau datang kemari untuk menemui client. Tapi nyatanya bukan client yang kutemui. Hah.. sungguh licik sekali. "


" Hei.. Kenapa kamu bilang begitu. Aku tidak meminta apapun pada ayah. Bahkan aku pun juga sama terkejutnya saat melihatmu ada disini. Mungkin ayah menginginkan kita untuk bertemu, Nadin. Kita memang harus bertemu untuk menyelesaikan masalah diantara kita "

__ADS_1


Nadin berdecih sambil membuang mukanya. Seakan dia malas sekali melihat sosok pria yang ada di hadapannya itu. Tapi siapa yang tahu isi hatinya. Yah... sebenarnya Nadin juga sangatlah merindukan sosok suaminya itu. Tapi egonya seakan lebih mendominasi dirinya saat ini.


" Mmm.. Kenapa kau berdandan secantik ini jika kau tau akan menemui client. Apa jangan-jangan kamu yang meminta ayah untuk menemui ku disini. "


Nadin tertawa mentah.


" Kamu ini bagaimana ?? Apa kamu belum menerima surat dari pengadilan. Aku tidak akan pernah meminta hal semacam itu, Zayn."


Jlebb....


Ucapan Nadin berhasil membuat hati Zayn bergemuruh kesal. Dia jadi teringat akan sesuatu yang menjadi masalah baru di hidupnya. Wajahnya seketika berubah memadam menahan amarahnya. Zayn segera mendekati Nadin untuk menghilangkan jarak diantara mereka.


" Aku tidak akan pernah mau menandatangani surat itu. Coba saja lakukan !! Aku pastikan kamu tidak akan pernah lagi bertemu dengan Rafa. " ancam zayn


" Hah.. Apa kamu sedang mengancam ku, tuan Zayn yang terhormat ?? "


Nadin begitu kesal mendengar penuturan dari Zayn. Rasanya ingin sekali memukul kepalanya menggunakan sepatu yang dipakai olehnya.


" Aku tidak perlu mengancam mu, sayang. Aku hanya ingin membawamu dan juga anak kita kembali pulang. Ayah dan ibu sudah memberikan kita jalan. Lalu apalagi ?? Aku tidak akan pernah menandatangani surat itu. Kau faham, Nadin. "


" Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu menandatangani surat perceraian itu. "


Seketika Zayn mencengkram lengan Nadin dengan kuat. Rasanya dia ingin sekali meluapkan amarahnya tapi itu tidak mungkin. Hanya dengan menatap lekat wajah cantik istrinya itu, sudah membuatnya menjadi luluh.


" Lakukan saja apapun yang ingin kamu lakukan, sayang. Jangan salahkan aku jika aku mengambil Rafa darimu. Ah.. aku terlihat sangat jahat sekali, jika aku memisahkan anak dari ibunya. Bagaimana, jika kamu juga ikut bersama denganku dan rafa, Hem "


" Dasar bren***k kamu. Kamu pikir aku mau kembali lagi dengan mu. Lepaskan !! "


Nadin memberontak agar Zayn melepaskan cengkraman tangannya dari dirinya. Bukannya dilepas, Zayn lebih memilih berpindah merapatkan kedua tangannya untuk memeluk pinggang Nadin. Hal itu semakin membuat Nadin sangat kesal dan panik.


" Aku tidak akan pernah melepaskan mu dan juga Rafa, Nadin "


Zayn kembali mempererat pelukannya. Nadin merasa terancam dengan posisi dirinya yang seperti itu. Dia takut jika Zayn akan melakukan sesuatu hal yang lebih dari ini.


" Lepaskan !! "


Nadin terus memberontak


" Batalkan pengajuan perceraian kita, atau... "


" Aku tidak akan membatalkannya " tukas Nadin.



Mereka berdua saling memandang. Zayn sangat merindukan sosok istrinya itu. Walaupun Nadin juga merasakan hal yang sama, tapi dia tidak mungkin menunjukkannya. Karena saat ini dia sudah bertekad ingin berpisah dengan suaminya itu.


" Baiklah.. Lakukanlah apapun yang kamu mau. Dan aku pun juga sama "


Zayn meraih tengkuk Nadin dan segera ******* bibir Nadin. Bahkan dia tidak membiarkan Nadin melepaskan ciumannya..

__ADS_1


__ADS_2