Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Ekstra part Cerita Livia 2


__ADS_3

Sudah satu minggu lamanya, Zayn mencari seorang pengasuh bayi, tapi tidak ada yang lulus seleksi. Beberapa orang yang datang melamar tidak dapat menggendong baby Rafa dengan tenang. Mereka semua membuat bayi mungil kesayangan Zayn itu menangis.


Hingga akhirnya kemarin, ada seorang wanita yang berparas manis datang melamar. Sungguh tidak di duga jika wanita itu dapat menggendong baby Rafa dan membuatnya senang.


Hari ini adalah hari pertama wanita itu bekerja di mansion keluarga Orlando. Livia baru saja datang. Dia membawa tas besar yang berisikan barang-barang miliknya.


" Permisi tuan, Livia sudah datang.. "


" Suruh dia kemari, bi !! "


Bi nela segera berbalik dan pergi untuk memanggil Livia. wanita berparas manis yang akan menjadi pengasuh baby Rafa.


" Permisi tuan, nyonya. " sapa Livia sambil menundukkan kepalanya



Seketika semua orang yang sedang berkumpul diruang keluarga itu menoleh. Disana ada laurin yang sedang bermain dengan Laura, ada juga ibu Maya yang sedang memberikan susu pada baby Rafa dan terakhir ada Zayn yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


" Ibu.. ini adalah Livia. Dia yang akan mengasuh Rafa selama aku tinggal kerja, Bagaimana menurut, ibu ?? "


Maya melihat kearah Zayn sekilas kemudian menatap Livia dengan intens. Ibu Maya mengernyitkan dahi, dia seperti tidak asing melihat wanita itu, dia teringat pada wanita yang mendorong Nadin waktu itu. Ibu maya segera menepis pikiran buruknya yang tiba-tiba hadir begitu saja.


" Oh..jadi dia yang namanya Livia. Ibu percaya saja dengan keputusan yang kamu ambil, nak " jawab ibu maya


" Apa dia bisa mengasuh bayi, kak. Dia terlihat masih sangat muda ??" sahut laurin


" Dia sudah mencoba untuk menggendong baby Rafa kemarin dan Rafa sangat senang berada digendongnya. " tutur Zayn.


" Mmm begitu yah... "


" Baiklah Livia, kamu bisa bergabung bersama mereka setelah ini. Biar BI nela yang menunjukkan kamarmu, Ayo ikut aku !! "


Zayn segera berdiri dari duduknya.

__ADS_1


" Ibu.. Zayn berangkat kerja dulu. "


" Yah.. hati-hati, nak. "


Tidak bisa dipungkiri jika ibu Maya juga sangat menyayangi menantunya itu dan juga laurin. Mereka berdua sudah dianggap anaknya sendiri.


Setelah Zayn mencium sayang baby Rafa dia segera pergi dari sana. Sebelum itu dia mengantarkan Livia menemui BI nela di dapur, agar dapat mengantarkan Livia ke kamarnya.


******


Hari- hari berlalu begitu cepat. Hingga tiga bulan sudah terlewati. Ibu Maya terlihat begitu sedih setiap kali dia pulang dari rumah sakit dimana nadin dirawat. Dia selalu mengeluarkan keluh kesahnya ketika melihat baby Rafa yang sedang menangis. Bahkan tidak jarang semua orang yang ada di mansion dibuat kerepotan untuk menenangkannya.


Hari ini ibu Maya akan kembali ke Jepang. Dia sudah pasrah dengan keadaan Nadin. beberapa kali dia mencoba untuk percaya, bahwa Nadin akan segera bangun tapi kenyataannya tidak sama.


Dua hari yang lalu, anak buah Zayn dan juga polisi yang mengusut kasus terjatuhnya Nadin sudah memberitahukan, jika kejadian itu adalah karena unsur ketidaksengajaan seseorang yang menyenggol Nadin. Karena posisi Nadin yang sedang hamil, dia tidak dapat menjaga keseimbangan tubuhnya yang mengakibatkan dia jatuh tersungkur.


Walaupun demikian, ibu Maya seakan tak percaya. Ibu Maya yakin jika ada seseorang yang dengan sengaja mendorong Nadin. Tapi ayah sehun segera menenangkannya sehingga saat ini, dia bisa menerima kenyataan. Walau hati kecilnya berkata lain.


****** 


" Iyah.. ibu jangan khawatir. Zayn akan mengurus mereka dengan baik. Ibu bisa membantu Zayn dengan mengirimkan doa dari sana "


" Yah baiklah.. "


" Ayah titip Nadin dan juga cucu ayah.. Jika ada masalah cepat hubungi kami, nak "


" Baik ayah.. "


Setelah itu mereka saling memeluk. Ibu dan ayah segera masuk kedalam mobil. Mereka berdua meninggalkan mansion Orlando dengan membawa kesedihan. Karena ibu Maya harus pulang kejepang, dia tidak bisa meninggalkan ayah sehun sendiri disana. Walaupun begitu, dia akan tetap datang untuk berkunjung setiap bulan.


Zayn ingin sekali mengantarkan mereka berdua sampai di bandara, tapi ibu Maya menolak. Karena dia tidak ingin waktu libur Zayn akan habis untuk mengantarkannya. Biarkan baby Rafa yang menikmatinya.


Zayn masuk ke dalam, setelah mobil yang ditumpangi oleh ayah dan ibu tidak terlihat lagi.

__ADS_1


" Tuan, apa anda menginginkan sesuatu ?? "


tanya Livia yang melihat Zayn duduk di depannya.


" Tidak.. aku sudah meminta pada BI nela. Kau bisa beristirahat. Biarkan Rafa bersama denganku hari ini. "


" Baiklah, tuan.. " sebelum pergi Livia melirik kearah Zayn.


*Bruuuukkk*..


" Aauuu... "


" Ada apa Livia..?? "


Zayn segera berdiri menghampiri Livia yang terjatuh sambil menggendong baby Rafa.


" Saya hanya tersandung kursi, tuan. Tidak apa-apa.. "


" Astaga.. ada apa ini, tuan..?? " pekik bi nela yang baru saja datang membawa nampan berisikan minuman dan juga camilan.


" Livia terjatuh bi. Tolong bantu dia kembali ke kamarnya, bi !! "


Dengan segera bi nela meletakkan nampan yang dia bawa ke atas meja. kemudian dia membantu Livia berdiri dan mengajaknya kembali ke kamar.


' *Sial.. rencanaku gagal* '


Awalnya Livia ingin menarik perhatian Zayn, tetapi bi nela lekas datang.


" Kenapa Livia sering kali mencoba untuk dekat dengan ku.. " gumam Zayn sambil memperhatikan kedua wanita itu berjalan menjauh.


Dia kembali duduk dikursi sambil memangku baby Rafa. Zayn tampak bahagia jika dia dekat dengan anaknya itu. Masalah tentang Nadin, bahkan terlupakan begitu saja.


Tbc.

__ADS_1


 


__ADS_2