
Dua bulan setelah kelahiran si kembar, orang tua baru itu masih tinggal di Jogja, dan mungkin akan menetap lebih lama dikarenakan ternyata mengurus bayi kembar membuat mereka kewalahan dengan kondisi Rinjani masih dalam pemulihan pasca operasi, untungnya ibu dan mama ikut membantu. Kebanyakan sih kedua ibu yang mengurus si kembar, mereka sangat excited dengan kehadiran cucu pertama dan kedua. Sementara Rinjani bagian memberi ASI saja, dia dilarang terlalu banyak bergerak.
"Si kembar tidur?" Tanya Rinjani melihat suaminya masuk ke kamar
"Gak, lagi ma oma dan uti" jawab Radit membaringkan tubuhnya di samping Rinjani
"Ayah capek yah?" Kekeh Rinjani kemudian meletakkan telepon genggamnya di meja nakas, dia sedari tadi berkomunikasi via pesan dengan Bu Wayan dan Erwin.
"Gaklah sayang, anak kita kok itu. Saya cuma kangen istriku" Kata Radit menarik tubuh Rinjani dalam pelukannya "cintaku" lanjutnya bergumam dan mencium puncak kepala Rinjani
"Makasih yah suami, sudah mengurus kakak ma adek"
"Fifty fifty ma oma dan ibu, mereka sebenarnya lebih banyak mengurus si kembar, aku cuma duduk melihat sambil belajar"
"Aku gak belajar, tapi masih banyak waktu" gumam Rinjani
"Naluri ibu lebih cepat, nanti juga mengerti kok sayang, kamu pasti bisa" balas Radit mengelus lembut rambut istrinya
"Iya..., Sepertinya mama bakal bolak-balik ke Jogja, rumah juga lepas kontrak awal bulan depan, mama gak mau kasih lagi. Mungkin kita bisa gantian rumah sini dan rumah satunya"
"Baguslah sayang, kita bakal lama di Jogja, rumah di Bali paling kelar 7-8 bulan lagi" kata Radit kemudian menutup matanya
Rumah mereka yang di Bali sedang tahap renovasi, Radit mempekerjakan temannya dari design bangunan sepaket dengan tukang-tukangnya dari Jogja. Temannya yang bernama Ezra, yah Radit dan Ezra sekarang menjadi teman akrab, Rinjani saja heran dengan kedekatan suami dan mantan suaminya, sounds funny tapi itulah yang benar-benar terjadi. Beberapa kali Ezra datang bertamu untuk diskusi tentang design rumah, kemudian setelah itu Radit dan Ezra hanya berkomunikasi via telepon. Suaminya telah menyerahkan segalanya ke tangan Ezra.
...
"Mbak, ada tamu" kata bibi ketika Rinjani habis menyusui si kembar di kamar kakak dan adek
"Siapa?"
"Seorang ibu-ibu mbak"
"Oh, aku ke depan. Bi, bisa jagain bentar ibu lagi ke dapur soalnya"
"Baik mbak"
Rinjani pun melangkahkan kakinya menuju pintu depan, dan mendapati ibu Kristina sedang duduk di kursi beranda, mantan ibu mertuanya alias mamanya mas Ezra
"Ibu" kata Rinjani
"Rinjani, maaf ibu tiba-tiba datang tanpa ngasih kabar dulu, apa kabar nak?" Seru Ibu Kristina langsung memeluk Rinjani dan menepuk halus punggung mantan menantunya
"Sehat bu" sahut Rinjani pelan
"Kamu makin cantik saja, gimana baby-babymu nak? Oh yah, ini kado dari ibu" kata Bu Kristina mengangsurkan bungkusan besar yang terbungkus kertas kado dengan gambar kartun frozen
"Mereka juga sehat-sehat bu, lagi bobo di kamar" jawab Rinjani sambil tersenyum kecil dengan gurat bahagia di wajahnya
"Maaf ibu tahu dari Ezra, kalau kamu tinggal di sini dan sudah melahirkan. Tapi dia tidak tahu kalau ibu datang menengokmu" kata Ibu Kristina menatap dengan sendu, matanya sedikit berkaca-kaca membuat ada haru menyentuh di sudut hati Rinjani
"Mas Ezra yang ngerjain renovasi rumah kami bu di Bali"
"Iya, dia juga ngomong itu nak, dan sudah tiga minggu Ezra di sana"
"Ibu sudah gak di Jakarta?"
"Tidak lagi Rinjani, ibu balik ke Jogja sudah hampir setahun ini, Ezra gak mau ngurus usaha batik, dia lebih senang melanjutkan minatnya. Sudah bikin kantor sendiri pula, yah mau gimana lagi di jalanin saja nak"
"Baguslah bu, mas Ezra juga designnya bagus-bagus" gumam Rinjani memikirkan Erza selama mereka menikah sangat terfokus dengan pekerjaannya
"Suamimu mana nak?" Tanya Bu Kristina sambil meraih tangan Rinjani
"Radit sedang ke kantor bu"
"Oh... Begini nak maksud kedatangan ibu, sebenarnya mau minta tolong. Sepertinya hanya Rinjani yang bisa membantu ibu" kata Bu Kristina menatapnya dengan serius
Ada keheningan di antara mereka, namun Bu Kristina tidak melepaskan pandangannya dari wajah Rinjani
"Ezra, ingin menceraikan istrinya. Memang mereka ibu jodohkan, tapi Natasha mencintai Ezra nak. Mereka sudah 2 tahun menikah tidak di kasih momongan karena Ezra meminta istrinya memasang KB spiral"
"Oh Tuhan" pekik Rinjani tersentak mendengar perkataan Bu Kristina "mas Ezra tidak mungkin melakukan seperti itu bu" tambahnya sambil menggelengkan kepalanya
"Itulah yang terjadi Rinjani, perasaan Ezra kepada kamu nak yang membuatnya seperti itu"
__ADS_1
"Saya pikir rumah tangga mereka baik-baik saja bu" kilah Rinjani setelah melihat Ezra di Belanda kemarin sepertinya pernikahannya baik-baik saja, pertemuan pertama mereka di Bali Ezra dan Natasha, sementara Rinjani sendiri selama menikah dengan Ezra tidak pernah liburan berdua
"Sayangnya tidak. Ibu mohon bicaralah ke Ezra, hanya kamu satu-satunya yang bisa dia dengar. Ibu apalagi Natasha sudah tak di anggapnya"
Rinjani tertunduk diam, tiba-tiba dia seperti di suruh memasuki dapur orang tanpa permisi
"Tapi bu.. siapalah saya yang memasuki ranah rumah tangga mas Ezra"
"Kamu wanita yang paling dicintainya, dia pasti mendengarkanmu Rinjani" sanggah Bu Kristina dengan cepat membuat Rinjani semakin serba salah
Lika dan Kila ♥️
...
Sepulang mantan ibu mertua Rinjani membuatnya hanya duduk terdiam, untungnya si kembar tidak rewel apalagi ada ibu yang selalu siaga karena mama sudah kembali ke Kalimantan minggu lalu. Radit sudah mengatakan akan di kantor sampai sore, jadi dia berbagi tugas dengan ibu mengurus kakak dan adek.
"Sore cintaku" sapa Radit setelah melihat istrinya duduk di sofa favoritnya di dekat kolam, setelah tak mendapatkan Rinjani di kamar tidur dan kamar si kembar
"Suami" seru Rinjani langsung berdiri memeluk Radit "aku rindu" lanjutnya bergumam dan mencium wangi maskulin suaminya yang bercampur keringat namun tetap memancarkan aroma khas Radit yang membuatnya nyaman dan damai
"Kamu bosan di rumah?" Tanya Radit geli melihat Rinjani yang sangat manja
"Tidak juga"
"Berarti iya" kekeh Radit lalu mencium ringan bibir istrinya "aku juga rindu sayang"
"Bagaimana harimu di kantor suami?" Tanya Rinjani kemudian menarik tangan suaminya menuju kamar tidur mereka
"Meeting biasa, cek ke warehouse sekalian. Nothing special sayang"
"Tadi Bu Kristina, mama mas Ezra datang" kata Rinjani setelah mereka sudah terduduk di tepian tempat tidur kamar tidur mereka. Dia tidak ingin pembahasan mantan ibu mertuanya terdengar oleh ibu Arum, walau tadi sempat Rinjani melihat sorot mata mama mertuanya ingin tahu lebih banyak perihal kedatangan Ibu Kristina
"Oh yah? Nengok kembar yah sayang?" tanya Radit dengan polos
"Sebentar saja sih, kakak ma adek lagi bobo saat ditengokin. Tapi bukan itu yang dibahas mama mas Ezra selama di sini"
"Terus apa?"
"Mas Ezra sepertinya akan kembali ke Jogja hari jumat depan deh sayang, mungkin aku bisa mengatur janji dengannya sabtu atau minggu. Kita ketemu di luar saja, kamu bisa bicara dengan Mas Ezra lebih leluasa" kata Radit dengan perhatian, dia sepertinya melihat masalah ini termasuk urusan urgent yang perlu diselesaikan dengan cepat
"Apa tidak masalah jika aku berbicara tentang rumah tangga mereka? Ikut campur begitu suami?"
"Jika hanya kamu satu-satunya harapan terakhir, mas Ezra sudah jauh berubah bukan?"
"Baiklah saya coba" Rinjani bergumam tidak yakin, hatinya bimbang "suami, mandi yuk" serunya kemudian berdiri, tidak baik memikirkan orang lain ketika bersama orang yang dicintainya
Radit dari mukanya yang terlihat lelah langsung berubah penuh semangat
"Bareng?" Tanyanya dengan senyum menyeringai
Rinjani mengangguk mengiyakan
"Asyik, ini gak papa?" Tanya Radit meraba perut datar istrinya yang masih terlihat guratan kasar bekas luka caesarnya
"Sudah dua bulan suami, welcome back to the jungle" tawa Rinjani dengan lepas, memeluk Radit, kekasih hatinya.
...
Rinjani tersenyum penuh cinta menatap suaminya mendorong stroller kembar kakak dan adek menjauh dari tempatnya duduk dengan Ezra di restoran jepang mall di mall ambarukmo
"Dia benar-benar suami idaman" gumam Ezra
"Kamu juga bisa mas" balas Rinjani menatap Ezra dengan tajam
"Aku??"
"Ya"
Ezra menggelengkan kepalanya, dia terlihat gusar diperhatikan oleh Rinjani
"Kamu membohongiku mas" cicit Rinjani terus menatap mantan suaminya
__ADS_1
"Mama habis menemuimu?" Tanya Ezra dengan hati-hati, dia sedikit curiga dengan segala pertanyaan mama semua tentang Rinjani, setelah tahu bahwa dia yang mengerjakan proyek renovasi rumah mantan istrinya.
Ezra tidak sejahat yang orang pikirkan, andai dia ingin rujuk paksa dengan Rinjani, sejak awal pertemuan di Bali dia bisa langsung mengatakan ke mamanya dan pastinya mereka bisa kembali menjadi suami istri
"Ya dan aku tahu semuanya" jawab Rinjani mengangguk
"Rinjani, maafkan aku" kata Ezra dengan penuh penyesalan
"Mas, aku juga minta maaf karena ikut campur seperti ini"
"Tidak apa-apa kok Rinjani" sahut Ezra dengan tersenyum simpul, diperhatikan oleh mantan istrinya seperti ini sudah membuatnya bahagia, setidaknya dia tahu kalau Rinjani masih peduli dengan kehidupannya
"Mas Ezra tolong dipikirkan ulang lagi, soal perpisahan dengan mbak Natasha" bujuk Rinjani dengan penuh kelembutan yang pastinya membuat hati Ezra berdesir hebat
"Aku tidak mencintainya" gumam pelan Ezra menatap sendu Rinjani "hanya kamu" lanjutnya dalam hati
"Tapi mbak Natasha mencintai mas Ezra, mas pernah juga mengatakan ini ke aku "jangan mengulangi kesalahan yang sama" saat di Amsterdam"
"Aku harus bagaimana Rinjani? Daripada mengekang Natasha dalam pernikahan, padahal dia bisa mendapatkan pria yang mencintainya"
"Kenapa bukan mas yang memberikan cinta, di coba membuka hati" kata Rinjani meraih tangan Ezra menggenggamnya "mas bisa?" Bujuknya lagi dengan sorot mata tulus menatap mantan suaminya
"Rinjani, aku...." kata Ezra tak bisa melanjutkan pembelaannya
"Mas pasti bisa, perlahan. Aku ingin melihat mas bahagia juga" kata Rinjani menyunggingkan senyum merekah
"Apa kamu akan senang jika aku tetap mempertahankan pernikahanku Rinjani?" tanya Ezra
"Pastinya mas, aku akan bahagia jika itu mas lakukan"
Ezra lalu tersenyum melihat sorot mata Rinjani yang berbinar bahagia menatapnya, dia tidak melewatkan tiap detik kebersamaan dengan wanita yang selalu menghadirkan debaran di hatinya
Demi kamu, aku akan lakukan batinnya
"Baiklah, jika itu membuatmu bahagia" kata Ezra tersenyum tipis "aku pulang dulu, sampaikan ke Radit besok sore aku ke rumah kalian untuk membahas progress renovasi yah" lanjutnya sambil berdiri dan menepuk halus bahu Rinjani
"Semangat yah mas Ezra" teriak Rinjani tersenyum lebar sembari mengepalkan tangan kanannya
Ezra hanya tertawa lepas dan kemudian membalikkan badannya melangkah menuju tangga eskalator
Rinjani pun mengecek ponselnya, ada pesan dari Radit mengatakan jika dia dan si kembar di depan gerai C*ntro menunggunya
"Suamiiii" seru Rinjani ketika melihat Radit dan si kembar didekati empat wanita di bangku tempat duduk mereka,
Aku mengurusi suami orang, sementara suamiku sendiri sedikit lagi diambil wanita lain geramnya dalam hati
Perhatian keempat wanita itu tertuju pada Rinjani, mereka takjub dengan tampilan istri -hot daddy yang sedari tadi mereka dekati- tak nampak jika habis mengandung anak kembar, wajah cantik dan berseri, sungguh bukan level untuk disaingi.
"Sayang" balas Radit kemudian berdiri "makasih yah mbak-mbak, sudah maen dengan kembar" lanjutnya membungkukkan badan sebagai tanda perpisahan
"Sudah selesai?" Tanya Radit menatap penuh cinta ke istrinya
"Iyah, mas Ezra duluan juga yang pulang" jawab Rinjani menggamit manja tangan Radit yang mendorong stroller
"I love you sayang" kata Radit mengecup pelan pipi Rinjani
"Aku juga cinta ayahnya Lika dan Kila, sangat" sahut Rinjani dan saat itu juga mata mereka saling berpandangan penuh kasih sayang, sama besarnya.
###
**alo kesayangan 🥰,
sudah jumat saja 🤘🏻**
penjelasan judulnya untuk sayang-sayang yang bukan orang jawa : sabaya pati, sabaya mukti mempunyai arti bahwa selalu rukun dan hidup damai hingga akhir hayat
author bukan orang jawa ya, ini juga baru dapat wejangan sih dari simbah deket rumah 😁
oh yah novelnya mau dibikin sampai si kembar dewasa kah?? 😆😄
**love,
__ADS_1
D 😘**