
Jogjakarta, akhir musim hujan 20**
"Saya terima nikah dan kawinnya Rinjani Aulia Binti Hutomo Aswatama dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Radit dengan fasih dan kuat
"Sah?"
"Sah"
Semua orang yang menyaksikan prosesi akad nikah mengucap rasa syukur, Rinjani menitikkan air mata bahagia, Radit malah menyandarkan kepalanya di bahu Rinjani sambil menggengam kedua jemarinya
"Terima kasih sayang" kata Radit pelan dengan tubuh bergetar lalu memeluk tubuh istrinya. Momen yang penuh haru namun khidmat itu diabadikan para tamu dan fotografer
"Aku mencintaimu suami" bisik Rinjani di telinga Radit, membuat pria itu tersenyum lebar penuh kebahagiaan lalu memasangkan cincin nikah di atas cincin bermatakan batu safir.
...
"Aku mau nyanyi" kata Radit setelah beberapa saat di pelaminan, tamu pun sudah tidak terlalu banyak seperti dua jam lalu. Rinjani menggelengkan kepala saat Radit menariknya ke band pengiring, dia seperti mengalami de ja vu
"Orang lain menikah saja aku nyanyi, apalagi kalau aku yang nikah" kata Radit dengan percaya diri
"Terserah kamu suami" gumam Rinjani menatap punggung Radit yang lebar dan sangat sempurna menggunakan busana adat Jogja Paes Ageng Kanigaran.
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu
~Tulus~
__ADS_1
Sepanjang lagu, Radit memeluk tubuh Rinjani seolah ini adalah dansa pertama mereka.
...
Dengan telaten Radit menghapus makeup tiga centi Rinjani, yang entah sudah berapa kapas muka dihabiskannya, sang mempelai wanita hanya duduk terdiam menikmati salah satu moment favoritnya.
"Sekali seumur hidup yah sayang, pake makeup kek gini" kata Radit melap dengan pelan di bagian dahi Rinjani
"Sudah dua kali tau" balas Rinjani manyun
"Oh iya" kekeh Radit "tapi ini yang terakhir" lanjutnya sambil mencubit pipi Rinjani "sudah bersih, sisa pakai sabun muka. Mandi gih"
Rinjani lalu berdiri beranjak menuju kamar mandi berpintu kayu jati berwarna coklat. Mereka memutuskan untuk tidak menghabiskan malam pertama di hotel melainkan di rumah ibu.
"Mau tak mandiin kah sayang?" Kata Radit sambil senyum menyeringai, dia memang sudah duluan mandi dari tadi
"Maybe next yah suami, aku gak mau di kamar mandi sampai subuh, apalagi kita lagi di rumah" balas Rinjani berbalik sambil mengerucutkan bibirnya
...
"Hari ini aku banyak mengalami de ja vu" kata Rinjani pelan sembari naik ke tempat tidur
"Bukan de ja vu sayang, memang pengulangan cuma tokoh prianya berbeda" kekeh Radit merengkuh tubuh Rinjani
"Forget it" sungut Rinjani
"Kita beneran tidak honeymoon sayang?"
"Sekarang kita di Jogja kota wisata, lusa kita sudah balik ke Bali juga kota wisata" gumam Rinjani sambil mencium wangi tubuh Radit
"Maksudku yah ke Eropa mungkin, kemana gitu?" Tanya Radit sambil mencium kening Rinjani
"Nunggu kita punya anak yah suami, biar nanti fotonya rame, aku pengen mereka dari kecil hingga tumbuh besar travelling bersama kita " kata Rinjani pelan
__ADS_1
Radit mengeratkan pelukannya, tiap Rinjani memanggilnya suami dirinya seperti terbang ke awan-awan. Sejak mengakui perasaan tak sekalipun Rinjani memanggil sayang, honey ternyata dia menyimpan panggilan "suami" dan sekarang membahas soal anak, sepertinya aku harus memperbanyak olahraga kardio biar jantungku kuat dengan segala lonjakan bahagia selalu menghantam dadaku batinnya.
"Emangnya mau berapa anak?"
"Tujuh, kek nomer punggung David Beckhan" kekeh Rinjani "pemain bola favoritmu"
"Kebanyakan sayang, kasihan nanti kamu ngurusnya" kata Radit mulai mencium leher Rinjani yang membuatnya berbalik menatap suaminya yang seperti telah dikuasai oleh nafsu. Mereka kemudian saling berciuman, gigitan pelan di bibir, lidah berpagut. Sensor xxxxx...
"Aku mencintaimu Rinjani" kata Radit saat mencapai puncak pertamanya dengan mata berkaca-kaca
"Kamu nangis?" Tanya Rinjani memeluk suaminya
"Aku bahagia, sangat bahagia Rinjani. Ini seperti mimpi memilikimu sepenuhnya, tubuh, jiwa, raga"
Rinjani kemudian mencubit perut sixpack Radit
"Ouchh.. sakit sayang"
"Masih bilang mimpi, jangan besar gitu juga OUCHnya, tar kedengaran orang rumah"
"Kedengaran mana aku atau istriku yang mendesah seperti tadi? Hmmmm?" Bisik Radit di telinga Rinjani
###
maaf yah guys, saya gak bisa bikin adegan wik wik 🤭
jangan lupa baca novel terbaru saya yah "All You Need Is Love" 🙏🏻
love,
D 😘
__ADS_1