Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa
Reunion


__ADS_3

Rinjani memasukkan handphone dan segala hal penting kembali ke dalam shopper bag nya, jam sudah menunjukkan pukul 19.10 di telepon genggamnya artinya mereka lembur 2 jam dari jam kerja 8 pagi - 5 sore. Rumah mode RRWardhana sudah tutup 10 menit lalu, namun para pegawainya masih menunggu Rinjani pulang duluan, walau sebenarnya dia tidak keberatan ditinggal sendiri dan menutup ruko yang telah berjalan selama tiga bulan.


"Happy weekend yah" kata Rinjani sesaat keluar ruangannya dan menyapa para pegawainya


"Happy weekend juga bu" balas kompak Bu Wayan, Indrijani, Mega, dan Nira


Senyum Rinjani kemudian mengembang melihat rubicon orange dan suaminya sudah menunggu di depan ruko


"Aku kangen" ucap Rinjani memeluk Radit sesaat naik ke dalam mobil



Rinjani ☝🏻


"Aku lebih kangen, sendirian di rumah tidak melihatmu membuatku bosan" kata Radit mencium puncak kepala Rinjani


"Ayo, nanti di liat pegawai" kekeh Rinjani kemudian memasang seatbelt


Jarak ruko dan rumah mereka sebenarnya dekat, hanya 300 meter. Rumah mereka masuk ke dalam bukan di jalan poros, sementara ruko yang berada di depan. Radit membelikan dua ruko itu dan menjadikannya satu, kemudian mendesign interiornya untuk rumah mode yang cozy.


"Jadi gak usah pulang ganti baju sayang?" Tanya Radit melirik istrinya, berkebaya biru dan songket hitam, mereka mau dinner di luar sekalian berbelanja bulanan di mall level 21


"Tar lama lagi,... habis pulang tar sekalian baru mandi"


"Mandi bareng?" Kata Radit dengan senyum menyeringai


"Iya" jawab singkat Rinjani kemudian mencium pipi suaminya


"Tahu gak sayang, karena foto-foto instagra* mu yang terus pakai kebaya gitu banyak diambil akun-akun bali, kamu cantik sih" rungut Radit melirik istrinya


"Sepertinya iya, biarlah. Setidaknya memberikan contoh untuk kembali berpakaian khas Indonesia, efeknya followers juga makin banyak. Bagus buat RRWardhana, tapi kita kewalahan dengan terus bertambahnya klien" curhat Rinjani


"Di kerja semampunya, jangan banyak janji sayang. Ada yang bilang - banyak penjahit masuk neraka karena mereka banyak janji gak ditepati" kekeh Radit kemudian di cubit oleh Rinjani


"Aku mau rekrut pegawai baru, dua tenaga jahit dan 1 designer. Biar aku ada tandemnya"


"Lakukan yang menurutmu terbaik sayang" kata Radit menatap penuh kasih kepada Rinjani


...


Setelah mereka menyantap makanan khas jepang, dengan saling bergenggaman menuju lantai paling bawah tempat supermarket mall tersebut.


Rinjani fokus memilih olive oil di rak pajangan sementara Radit melihat minyak jagung.


"Kayaknya sehat minyak kelapa deh sayang" kata Radit


"Tergantung loh suami, di channel food luar pakenya olive oil"

__ADS_1


Radit kemudian dengan candid mengambil foto Rinjani dan kemudian bergumam "istriku yang paling cantik" level bucin Radit memang tidak ada yang mengalahkan


"Kakak... Kakak cantik" kata seorang anak cewek berdress pink menarik sarung songket Rinjani,


"Hei anak siapa ini?" Seru Radit seraya melayangkan pandangannya di sekeliling lorong rak pajangan


"Halo adek, namanya siapa?" Tanya Rinjani dengan berjongkok kemudian anak itu langsung memeluknya dengan erat


"Kakak cantik, namaku Maisya" ucapnya dengan sedikit terbata-bata


Tunggu dulu, sepertinya dia ingat nama ini. Rinjani membuka pelukan anak cewek umur 5 tahun dan menangkup wajahnya


"Wah Maisya beneran, ya ampun sekarang sudah besar, masih ingat kakak yah" pekik pelan Rinjani lalu mencium pipi chubby Maisya, anak itu cuma tersipu malu kemudian tersenyum lebar mengangguk pelan


"Siapa?" Tanya Radit heran


"Maisya Una Rajendra, anak Pak Harry Rajendra, papamu mana dek?" Tanya Rinjani kemudian berdiri dan mengenggam jemari mungil anak cewek itu


"Ayo sayang" kata Radit sembari meninggalkan troli belanjaan mereka


Mereka tidak terlalu susah mempertemukan Maisya dengan orang tuanya yang hanya terpisah dua blok


"Papaaaa..." Teriak Maisya begitu melihat Harry namun tetap berada di genggaman Rinjani


"Rinjani" kata Harry pelan menatap dalam wanita di depannya, bergantian ke anaknya tanpa mempedulikan pria di belakang Rinjani


"Maisya tadi dengan istri saya ke bagian buah" balas Harry lalu menatap sendu ke arah Rinjani


Harry Rajendra 👇🏻



"Maisya...Maisya" teriak histeris seorang wanita yang langsung berhenti setelah melihat anak yang dicarinya "nak, mami cari kamu kemana-mana, kenapa langsung menghilang" seru wanita cantik berdress coklat dengan rambut di warnai coklat terang langsung memeluk Maisya


Tiga orang dewasa saat itu hanya terdiam melihat adegan yang seperti drama sinetron, sedikit berlebihan


"Oh iyah pak, kenalkan ini suami saya" kata Rinjani mengenggam jemari kiri suaminya,


"Radit"


"Harry" membalas tangan Radit dengan senyum tipis


"Raditya kan?" Seru istri Harry langsung berdiri dan mendekat ke arah Radit "Raditya SMP 2 kan? Kita dulu panggil kamu Ditya...Ingat aku gak? Melisa Putri kita pernah sekelas terus aku pindah kembali ke Jakarta" lanjutnya menarik tangan Radit


"Melisa.. hmm oh yang ponakannya pak kepala sekolah" kata Radit datar mencoba mengingat masa SMPnya


"Iya bener" pekiknya lagi "gak nyangka kita ketemu di sini, apa kabar?"

__ADS_1


"Baik, eh kenalin ini istriku Rinjani"


Rinjani dan Melisa kemudian saling bersalaman, namun Radit di serobot oleh Melisa untuk mengobrol. Tinggallah Harry dan Maisya yang kembali menggenggam jemari Rinjani


"Kakak cantik minta peluk" pinta Maisya menarik tangan Rinjani


Harry tersenyum lebar melihat keakraban anaknya dengan wanita yang dicintainya.


"Ingatannya bagus yah pak, masih ingat aku" kata Rinjani mendongak ke arah Harry


"Maisya tidak pernah lupa kamu, dia selalu nyari ke bibi -mana kakak cantik? Mau main dengan kakak cantik, kek gitu"


"Padahal sudah 4 tahun" kata Rinjani sambil mengusap lembut punggung Maisya yang menyandarkan kepalanya di bahunya


Harry mengangguk mengiyakan, selama itu pula aku menderita merindumu hatinya membatin


"Papa....Maisya mau foto dengan kakak" pinta Maisya menatap papanya penuh harap


Harry langsung merogoh saku celananya mengambil telepon genggamnya dan memotret Maisya yang duduk di pangkuan Rinjani dengan senyum merekah.


"Cantik" gumam Harry, ini akan menjadi wallpaper handphoneku tambahnya lagi dalam hati


"Ayo kita pergi ambil troli belanjaan kita sayang" kata Radit kembali bergabung


"Oh iya, Maisya.. kakak mau belanja dulu yah, sampai ketemu lagi" bujuk Rinjani sambil mencium pipi Maisya yang dengan enggan melepaskan Rinjani


"Ayo nak, kapan-kapan bisa main dengan kakak" bujuk Harry menggendong Maisya


"Oh iyah, Ditya jangan lupa lusa kita ketemu dengan teman yang lain yah" kata Melisa mengakhiri pertemuan aneh mereka berlima


Ting...


"Ditya.. ini nomerku.. Melisa... Btw, kamu tumbuh dewasa dan tampan" dengan ikon tersipu


Radit hanya membaca lalu menyimpan nomer Melisa, kemudian berjalan menuju istrinya yang masih bingung akan membeli olive oil buatan mana.


###


Bucin kita, Raditya Bayuaji Girindrawardhana



alo kesayangan,


maaf baru update Radit Rinjani, tenang masih panjang kok jalan ceritanya.. cuma lagi fokus ngejar abang Keanu di sebelah 🤭


***Love,

__ADS_1


D 😘***


__ADS_2