
" Terimakasih atas kerja samanya tuan zayn."
mereka saling berjabat tangan.
" iyah..Terimakasih banyak tuan dior.. maaf jika saya tadi terlambat untuk datang "
" Tidak masalah... baiklah saya permisi tuan Zayn. " tuan Dior segera keluar dari ruangan rapat.
Zayn terlihat sedang duduk sambil membaca kembali dokumen yang barusaja disepakati olehnya dan juga rekan bisnisnya. Sedangkan Leon sedang sibuk membereskan beberapa alat pendukung yang tadi dipakai ketika rapat.
" Tuan dari tadi saya mendengar suara dari ponsel Anda " suara Leon memecahkan keheningan diruangan tersebut.
" Ah.. Iyah aku sampai lupa untuk melihatnya " Zayn merogoh kantong celananya, seketika matanya melotot.
" Astaga ada apa Alva melakukan panggilan sebanyak ini " gumam zayn.
" Leon aku serahkan masalah ini padamu. Sepertinya sedang terjadi sesuatu dirumah "
Zayn segera beranjak.
" Baik tuan "
Leon melihat Zayn mengangguk sebelum keluar dari ruangan itu.
~~
" Bagaimana , apa Daddy mengangkat panggilan darimu ? "
Alva menggeleng. Mereka sedang panik, hanya ada bi nela sebagai orang dewasa yang mengurusi prosedur dari pihak rumah sakit. Bahkan mereka tidak ada yang membawa dompet. Hanya Alva yang membawa ponselnya.
" Coba sekali lagi " perintah Rafa
Alva berdehem, kemudian mencoba melakukan panggilan sekali lagi.
" Syukurlah... hallo dad... mami sedang ada di rumah sakit xxxxxxx. "
"......"
" Cepatlah kemari, kami sedang menunggumu dad "
"....... "
" Yah.. hati-hati dad "
Hhhuuuuhhhffff....
Alva menghela nafas panjang.
" Syukurlah Daddy mengangkatnya,. dia kebetulan sedang berjalan keluar dari kantor "
" Yah... syukurlah "
" Bibi... kenapa mami lama sekali di dalam, apa yang sedang Dokter itu lakukan bi "
" tuan muda Rafa , nyonya sedang menunggu pembukaannya sempurna.. mungkin sebentar lagi. "
" Lalu kenapa kami tidak boleh masuk, bibi "
" Iyah.. memang begitu aturan dari setiap rumah sakit tuan muda Alva "
" Sudahlah kita tunggu saja hingga dad datang. " sahut Rafa
" Kau ini.. biarkan saja dad yang akan menemani mami nanti. kita anak kecil memang tidak boleh masuk, kau ini ada-ada saja " lanjutnya dengan sedikit kesal
Beberapa menit berlalu, Seorang dokter perempuan keluar dari kamar Nadin.
__ADS_1
" suami pasien "
Mereka bertiga saling melemparkan pandangan sejenak mereka menggeleng.
" Pembukaan sudah hampir sempurna, kami akan segera melakukan tindakan. Baiklah... "
" Permisi.... " hossh hosshh hoshhh
Zayn datang menyela perkataan dokter tersebut, dengan wajah memerah karena tadi dia habis berlari dari parkiran menuju tempat mereka sekarang.
" Apa anda suaminya "
Zayn mengangguk.
" Baiklah, tolong temani istri anda. Kami akan segera melakukan tindakan. "
Dokter itu segera masuk dan di ikuti oleh Zayn. Terlihat Nadin sudah siap pada posisinya. Disampingnya sudah ada dua orang perawat yang mendampingi.
Dokter itu segera membimbing Nadin untuk mengatur nafas dan juga mengejan. Zayn yang berada disamping Nadin, ikut merasa nyeri melihat Nadin yang sedang mengejan..
" Eeeeennnnggggggg... hosshh....hhoossh "
" Iya.. dorong lagi Bu.... "
Sudah hampir 2 jam lamanya Nadin berada di dalam kamar itu sambil menunggu pembukaannya sempurna. Hanya dalam waktu 30 menit Nadin berhasil mendorong keluar bayi yang ada didalam rahimnya, Tepat pukul satu siang hari bayi mungil itu lahir.
Oeeekk... ooeekkk... ooeekkk..
" Selamat... bayinya sangat cantik.. "
Ini adalah pengalaman pertama bagi Zayn, Dia melihat langsung proses ketika nadin melahirkan anaknya. wajahnya begitu pucat, Tangannya gemetaran dan dahinya mengeluarkan banyak keringat. Sedari tadi dia menahan rasa ngeri, dia sungguh tidak tega melihat Nadin yang sedang kesakitan.
Tapi semua rasa itu seakan memudar ketika dirinya mendengar suara tangisan dari anaknya, bayi mungil yang baru saja lahir.
" Sayang.. terimakasih... dia sudah lahir.. " Nadin mengangguk. Zayn mengusap ujung matanya yang sudah berair.
" Baiklah tuan, silahkan tinggalkan ruangan ini. kami akan membersihkan ibu dan bayinya " ucap dokter tadi
~~
Hhhuuuuhhhffff.....
Zayn menyenderkan tubuhnya di depan pintu kamar bersalin. Dia Barusaja keluar dari sana. Zayn memejamkan matanya, Wajahnya masih terlihat pucat. Dia kembali mengingat apa yang terjadi beberapa menit yang lalu. Seketika ingatan itu membuat dirinya bergidik ngeri.
" Dad.. bagaimana mami "
" bagaimana keadaan mami dan adik, dad "
kedua anaknya itu dengan tidak sabar menunggu Jawaban dari Zayn. Zayn Hanya mengamati kedua anaknya yang sedang khawatir.
" Dad, apa mereka baik - baik saja "
" katakan sesuatu dad. "
" Apa yang terjadi "
" Dad kumohon bicaralah "
Kedua anaknya itu sungguh dibuat panik sekaligus khawatir pada keadaan mami dan adik mereka. Melihat dari ekspresi zayn, mereka bisa menyimpulkan sesuatu hal yang tidak mereka inginkan telah terjadi.
" Dad... "
" Tidak.... kumohon jangan... "
Rafa dan juga Alva segera memeluk Zayn. mereka berdua menangis dalam pelukannya. Mereka tidak akan sanggup jika terjadi sesuatu yang buruk pada maminya.
__ADS_1
" Hei.. kenapa kalian malah menangis seperti ini. Dasar cengeng.. Mami dan adik kalian sedang dalam perawatan. Kita tunggu saja sebentar lagi "
jelas Zayn setelah sekian menit memaku dengan memasang wajah lesu .
Mereka berdua menatap Zayn dengan tatapan kesal.
" Lalu kenapa Daddy seperti ini "
" Iyah.. aku berfikir jika mami ... "
" Hhusss kau ini, bicara apa " Rafa segera memotong perkataan Alva, karena dia tau jika Alva akan berkata sesuatu yang buruk tentang maminya.
" hhuuuhhhft.... kalian ini. Daddy sedang mengatur nafas. Barusaja Daddy sedang menjalani uji adrenalin di dalam sana "
Kedua anaknya menatap Zayn dengan penuh tanya.
" uji adrenalin.. " ucap mereka bersamaan.
Sedangkan bi nela yang ada dibelakang mereka sudah menahan tawanya sedaritadi.
' *tuan Zayn pasti sedang ketakutan, setelah melihat nyonya melahirkan , hi hi hi* '
" Ahh kalian masih kecil. Mana tau urusan orang dewasa"
Zayn segera menggiring kedua anaknya itu untuk duduk di kursi tunggu.
*******
" Mam.. " Alva dan Rafa segera menghampiri Nadin yang sedang memberikan asi. Nadin barusaja dipindahkan ke kamar rawat inap.
" Hai.. sayang, dimana Daddy kalian "
" Aku disini " sahut Zayn yang baru saja masuk kedalam kamar nadin
" Apa masih merasa takut, Hem " goda Nadin
" takut... " tanya Rafa
" Yah.. Daddy kalian hampir saja pingsan ketika tadi menemani mami di dalam "
" Saayangggg " sahut Zayn. Dia akan tidak mau jika anaknya tau dan mentertawakan dirinya.
Nadin tertawa kecil mengingat suaminya yang garang menjadi lembek ketika melihat proses persalinannya tadi. Sungguh menggelikan.
" sayang kamu sudah menyiapkan nama untuk putri cantik kita " tanya Nadin. seketika raut wajah Zayn berubah senang.
" Sudah sayang. Queenara Syah Mark. Bagaimana ? "
" Iyah.. dia pasti akan jadi ratu nantinya. " ucap rafa pelan sambil mengelus pelan pipi adik kecilnya itu.
Keluarga Zayn terlihat begitu bahagia dengan kehadiran baby queen diantara mereka. Mereka saling berebut untuk bisa menggendong bayi itu. Dia terlihat sangat cantik dan juga menggemaskan.
Zayn terharu melihat Nadin dan juga kedua anaknya itu sedang menciumi baby queen. Ini adalah pemandangan terindah yang pernah ada dalam hidupnya. Menyaksikan sendiri kebahagiaan dalam keluarganya.
' Sesuatu yang sederhana seperti ini, mampu membuatku bahagia. "
Selalu dukung autho yah reader...
jangan lupa komen, vote dan kasih jempolnya yah..
maacihhh..
__ADS_1