
Malam itu mereka makan malam bersama meski tertunda namun mereka akhirnya menikmati makanan dengan rasa suka cita. Mereka semua layaknya sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul penuh dengan kehangatan. Sovi pun selalu menempel pada Bayu, karena dia tau hanya saat ini saja mereka bisa ketemu untuk selanjutnya akan sangat jarang untuk bisa bertemu.
Adek nempel terus sama ayah, papa jadi cemburu nih masa papa di anggurin?
__ADS_1
Ye papa ni kan mumpung adek bisa ketemu ayah, nanti kalo kita udah pulang ke Semarang pasti adek ketemunya papa mulu jadi bosen adek......Ha....ha...ha.... mereka semua tertawa mendengar perdebatan Adam dan Sovi. Inces jangan lupa sekarang inces udah punya adek lho, ayah kan juga harus menyayangi adek inces. Ya...ya...ya... yang penting ayah gak lupa aja kalo ayah punya inces. Tawa kembali pecah, Pelangi, Dika dan istri Bayu hanya bisa tersenyum melihat kehangatan dan keakraban antara Adam, Bayu dan Sovi juga Aji. Papa bolehkah malam ini kita tidur di sini? Sayang.... kita harus kembali ke hotel di sini kan cuma punya 1 ruang tamu. Mama Sam papa tidur di kamar tamu, adek sama Abang tidur di depan tv. Adam memandang sang istri meminta persetujuan nya. Maaf tapi memang keadaan rumah kami yang memang kecil, tak bisa menampung kalian semua. Bagi kami gak masalah Bay, tergantung anak-anak saja mau nya gimana. Malah aku nggak enak udah ngerepotin kamu dan istri. Kami gak merasa di repot kan kok pak Adam jawab istri Bayu. Jangan panggil aku pak dong mbak,,,,, Panggil saya Sita saja pak. Oh iya mbak Sita kita ini kan sekarang keluarga jadi mbak panggil saya Adam atau mas juga boleh celetuk Adam. Em iya, jadi gimana mas mau menginap di sini kah? Abang mau tidur di depan tv sama adek? tanya Pelangi dengan lembut. Dika terdiam sebentar,,, demi adek Abang rela deh mah kalo harus tidur di depan tv yang penting dia bahagia jawab Dika. Makasih Abang Dika ia the best lah pokok e, Sovi memeluk Abang nya sebagai tanda terima kasih nya. Mereka bercengkerama di depan tv sampai larut, Bayu pun menidurkan putra nya di dalam kamar dan kembali ke ruang tv. Istri Bayu tak keberatan kalo malam ini Bayu melepaskan semua kerinduan nya pada putri yang pernah terlupakan oleh nya sampai kurang lebih 6 tahun ini. Sejak kecelakaan pesawat itu Bayu tak dapat pulang karena dia hilang ingatan dan tak dia tak membawa tanda pengenal sama sekali. Saat malam semakin larut Pelangi dan Adam pergi ke kamar yang sudah di sediakan istri Bayu, dan Dika sudah terlelap meski hanya tidur beralaskan kasur lipat dan selimut. Hanya tinggal Sovi dan Bayu yang masih terjaga, Bayu pun membacakan sebuah dongeng untuk Sovi sebagai pengantar tidur nya. Sovi terlelap dengan damai di pangkuan ayah nya, karena lelah dan ngantuk yang sudah mendera nya akhirnya Bayu pun tidur di samping Sovi.
Pagi yang cerah datang, Pelangi membantu istri Bayu memasak di dapur untuk sarapan mereka. Pelangi hanya menggelengkan kepala melihat Bayu yang tertidur di sebelah Sovi. Sebegitu rindu kah kamu sama Sovi mas, padahal kamu tau dia bukan lah darah daging mu tapi kamu menyayanginya melebihi aku yang ibu kandungnya batin Pelangi. Setelah semua masakan selesai di buat Pelangi membangunkan Dika, Sovi dan juga Bayu. Istri Bayu sibuk mengurus Aji dan Adam sudah pulang dari jalan-jalan pagi nya.
__ADS_1
bersambung.,.,
Terus dukung author ya teman-teman, biar author bisa semangat untuk menyelesaikan cerita ini.
__ADS_1
Jangan lupa berikan like, vote dan komen nya ya....😘😘