Cinta Pelangi

Cinta Pelangi
episode 73


__ADS_3

Sudah 3 hari Pelangi menemani putranya namun putranya itu tak juga mau membuka matanya. Adam melakukan aktivitasnya sebagai dokter di rumah sakit itu, namun setelah selesai praktik nya dia akan segera menemani Pelangi di kamar putranya. Dengan telaten Pelangi membasuh seluruh tubuh putranya dengan menggunakan handuk basah dan sangat perlahan,,,, Sayang kapan kamu mau bangun? mama udah kangen sama celoteh mu, bangunlah nak. Apa kamu gak mau main dan jalan-jalan lagi sama mama, papa, sama nenek dan kakek. Pelangi duduk sambil terus memegangi tangan putra nya, dia merasakan sedikit pergerakan di tangan putranya. Sayang tangan kamu gerak,,,, tak lama Dika membuka matanya dengan perlahan. Pelangi segera memencet tombol yang berada di samping tempat tidur Dika, Sayang Pelangi tersenyum dan air matanya langsung turun tanpa permisi di pipi mulusnya itu. Tangan Dika terulur menghapus air mata mama nya, mama jangan nangis katanya sambil tersenyum. Pelangi mengangguk dan tersenyum, tak lama dokter beserta perawat datang ke kamar Dika. Dok,,,Dika sudah siuman. Alhamdulillah buk, ini lebih cepat dari perkiraan kami. Dokter mendekat dan memeriksa keadaan Dika. Setelah pemeriksaan selesai,,,, Bagaimana kondisi nya dok? Alhamdulillah buk tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi, Dika hanya tinggal pemulihan saja. Dokter Adam sudah di beri tau Bu? Belum dok, ini masih jam kerjanya saya takut mengganggu pekerjaannya. Baiklah kalo begitu saya permisi. Apa Dika sudah boleh memakan sesuatu dok? Boleh tapi beri saja minum dulu, makanan boleh tapi jangan langsung makanan berat ya. Dokter pun pergi meninggalkan ruang rawat Dika. Pelangi mendekati putranya, memeluk dan menciumi nya. Mama,,,,Dika haus. Iya mama ambilkan minum, Pelangi memberikan minum Dika perlahan. Masih ada yang sakit sayang? Gak kok mah. Dika pengin makan sesuatu? Dika menggeleng, papa mana ma? Papa lagi kerja sayang, sebentar lagi papa datang. Pelangi duduk di samping putranya sambil mengelus kepala Dika. Ma,,kemarin Dika mimpi ketemu sama Oma di suatu tempat yang indah, terus Oma pergi ninggalin Dika sendirian dan Oma gak ngajak Dika pergi. Oma hanya menoleh dan tersenyum, terus Dika liat mama lari meluk Dika sambil nangis. Gak apa-apa sayang, berarti Oma sudah bahagia di surga Dika jangan lupa terus doa' in Oma ya. Dika mengangguk, ma boleh Dika minta apel? Tentu saja boleh sayang, Pelangi mengambil apel mengupas dan memotong nya kemudian memberikan nya pada Dika setelah di cuci nya dulu. Pintu kamar di buka, Adam yang masih memakai baju dokter segera mendekati putranya setelah tadi mendapatkan kabar dari dokter yang tadi memeriksa Dika. Adam mencium kening Dika,,, anak pintar apa masih ada yang sakit sayang? Gak ada papa, Dika sudah baikan kok. Alhamdulillah syukurlah kalo begitu, makan yang banyak sayang biar cepet sembuh. Dika menganggukkan kepalanya. Mama belum makan kan, papa mau ke ruangan dulu melepas jas terus beli makan buat kita. Mama mau makan apa? Apa saja pa, semua yang papa beli pasti mama makan. Sayang,,, Dika pengen makan apa? Dika hanya menggelengkan kepala nya. Adam mencium kening Dika dan istrinya bergantian kemudian keluar dari kamar. Tak lama kedua orang tua Pelangi datang melihat keadaan cucu nya yang sudah bangun dari tidur panjang nya. Dika senang sekali dengan kedatangan nenek dan kakek nya, nampak bercerita panjang lebar dan sesekali di selingi tawa. Kakek memberikan sebuah Hadiah buat Dika dan Dika nampak menyukai hadiah itu. Adam datang membawa banyak makanan untuk nya, istri dan mertuanya. Mereka makan bersama di sofa dalam kamar itu, Dika minta sesekali di suapi mama nya.

__ADS_1


bersambung......

__ADS_1


😘😘

__ADS_1


__ADS_2