
Satu hari sebelum ke Batam, Pelangi dan Adam berangkat ke Jakarta menggunakan kereta api. Adam dan Pelangi beriringan memasuki ruang tunggu karena Sena hanya bisa mengantar sampai depan. Sayang bolehkah aku menggandeng tanganmu? Pelangi menggeleng pelan karena percuma saja dia menolak karena tangan Adam sudah menggenggam tangannya dan tersenyum tanpa dosa. Di dalam kereta mereka bercerita apa saja dan di tengah perjalanan Pelangi tertidur. Adam membawa kepala Pelangi agar bersandar di bahunya. Adam mengecup kening Pelangi dengan lembut. Sampai di Jakarta masih jam setengah 4 pagi, mereka segera pergi ke kantor langsung karena kalo harus pulang ke rumah mereka besok bisa ketinggalan pesawat. Adam membawa Pelangi ke kantornya dan menyuruhnya tidur di kamar tersembunyi yang ada di dalam kantornya, sedang Adam membuka lap topnya untuk mengecek semua pekerjaan nya. Pelangi yang sudah tak dapat tidur menemani Adam untuk mengerjakan pekerjaan nya dan mengirim beberapa email balasan untuk partner nya yang ada di luar negri. Pelangi mengamati tulisan atau email yang di kirim Adam. Adam merenggangkan ototnya setelah menyelesaikan pekerjaannya. Gimana bahasa inggris mu? sudah lancar kah? Buktikan saja tantang Pelangi balik. Adam berbicara pada Pelangi dengan menggunakan bahasa Inggris dan Pelangi menjawabnya dengan fasih. Adam pun tersenyum bangga, kemudian dia menyuruh Pelangi untuk mandi dan bersiap-siap karena sudah jam 6 pagi. Mereka menunggu kedatangan Nining, Egar dan pak Eri di lobi kantor dengan meminum kopi juga roti untuk mengganjal perut mereka. Jam 7 mereka menuju ke bandara. Di dalam mobil Pelangi hanya diam, Adam yang melihatnya pun bertanya. Kenapa kamu diem aja Pelangi? Em...anu pak saya takut naik pesawat karena memang saya belum pernah naik pesawat. Adam malah menertawakan nya. Santai aja Pelangi, gak akan kenapa-kenapa kok. naik pesawat itu seperti naik bis biasa gak terasa apa-apa kata Nining menenangkan nya. Jangan gitu bos, itu tugasmu Lo celetuk Egar yang membuat Nining mengerutkan keningnya. Sampai di bandara mereka segera boarding tiket karena kebetulan sampai di sana sudah saatnya boarding. Mereka bergegas menuju pesawat, Nining menggandeng tangan nya yang terlihat sudah berkeringat karena takut. Adam meletakkan tas milik Pelangi dan miliknya di bagasi kemudian dia menyuruh Nining untuk duduk dengan Egar dan pak Eri sedang dia sendiri duduk di sebelah Pelangi. Sengaja Pelangi di dudukkan dekat jendela agar dia bisa melihat pemandangan dari atas pesawat. Sayang jangan tegang gitu dong bisik Adam di telinga Pelangi, namun Pelangi tak menggubrisnya karena dia masih merasakan ketakutan yang luar biasa. Hei....liat aku wajah Pelangi di tangkup nya. Pelangi,,, tak akan terjadi apa-apa, kamu percaya padaku kan? Pelangi menatap Adam dan mengangguk perlahan. Jangan takut aku akan selalu menggenggam tanganmu, sekarang tarik nafas mu perlahan dan keluarkan. Adam mengajak Pelangi ngobrol hingga akhirnya Pelangi dapat merilek kan dirinya. Pesawat mulai take off, Pelangi yang merasakan adanya pergerakan pesawat mengenggam erat tangan Adam. Adam hanya mengelus tangan yang menggenggam nya dan mengelus kepala Pelangi dengan lembut, kamu bisa melihat ke jendela dan menikmati pemandangan dari atas sini tapi kalo kamu takut pejamkan saja matamu. Pelangi memandang ke luar jendela dan menarik nafasnya, pandangan yang menakjubkan itu membuatnya lupa akan ketakutannya. Adam tersenyum dan terus mengajak Pelangi ngobrol. Kurang lebih 1 jam perjalanan mereka di atas awan tibalah di bandara Hang Nadim Batam, mereka semua segera turun dan membawa barang-barang untuk pameran. Adam menyewa 1 mobil untuk mengangkut mereka ke hotel tempat akan di adakan ya pameran itu. Di dalam mobil Egar sempat menggoda Pelangi yang takut naik pesawat tadi. Gimana Pelangi? masih takut gak? padahal besok kamu naik pesawat lagi lho pulangnya. Tadinya sih takut banget Gar, tapi setelah kurasa-rasakan ternyata gak semenakutkan seperti yang ada di bayanganku. Hebat kamu bisa dengan mudah mengatasi ketakutan kamu. Jelas dong ada aku yang bisa menenangkannya celetuk Adam. Sombong,,, ku kira bukan karena kamu deh bos, karena dia sendiri yang melawan rasa takutnya itu. Gimana kalo kita buktikan saja besok senyum Adam yang mengandung makna itu. Begitu sampai di hotel mereka hanya mendapatkan 2 kamar, namun sebelumnya mereka melihat dan menata barang mereka di stand yang sudah di berikan pada mereka untuk pameran.
__ADS_1
bersambung......
__ADS_1
happy reading teman-teman semua,,,,,
__ADS_1
jangan lupa berikan like,vote dan komen nya ya
__ADS_1
😘😘
__ADS_1