
Sampai di rumah Pelangi sudah ceria kembali, dia melihat Dika sedang makan di meja makan. Wah pinter sekali anak mama mau bisa makan sendiri, Pelangi mengecup kening Dika yang masih mengunyah makanannya. Maaf ya sayang tadi mama pergi sendiri. Iya gak apa-apa kok ma, tadi abang di belikan es krim sama om nya. Oh iya, Abang sudah berterima kasih kah sama om nya? Sudah dong ma. Alhamdulillah, Abang lanjutkan makan ya mama mau liat dedek Sovi. Dika mengangguk,
Mbak Ida boleh lanjut kerja kalo belum selesai, terima kasih udah temenin Abang makan. Iya buk gak apa sudah tugas saya juga. Pelangi bergegas ke kamar melihat Sovi dan membawanya keluar untuk makan juga. Pelangi benar-benar mengurus anak-anaknya dengan baik. Selepas mengajak Dika sholat magrib mereka menunggu kepulangan Sena di ruang keluarga sambil melihat tv. Tak berapa lama Sena pulang, Dika dan Sovi berlarian memeluk Sena yang baru saja pulang dari kerja. Sudah-sudah biar ayah mandi dulu, kan ayah dari kerja pasti gerah. Dika dan Sovi segera kembali duduk manis melihat tv, mereka sangat patuh pada Pelangi dan Sena. Pelangi mencium tangan Sena dan menaruh tas yang di bawa Sena ke ruang kerjanya. Sementara Sena mandi Pelangi menyiapkan pakaian yang akan di pakai Sena dan juga menyiapkan minum. Sebelum makan malam Pelangi memberikan kejutan pada Sena di bantu putra-putri nya. Tampak binar bahagia di mata Sena. Mereka merayakan ulang tahun Sena dengan sederhana, meski hanya sebuah kue tart dan lilin tampak kebahagiaan meliputi Sena. Dia mencium Pelangi dan anak-anak secara bergantian, kemudian di lanjutkan makan malam di meja makan. Setelah itu mereka bercengkerama dan bergurau di ruang keluarga. Begitulah Sena, jika berada di rumah maka dia akan selalu bermain dan bercanda dengan Pelangi dan anak-anak. Itu yang menjadikan nya bahagia dan selalu giat untuk bekerja demi kebahagiaan mereka. Sampai akhirnya anak-anak tertidur di depan tv, kalo sudah begitu maka Sena dan Pelangi akan memindahkan mereka ke dalam kamar masing-masing. Mas, aku ada sesuatu buat kamu. Sena mengernyitkan keningnya mendengar perubahan panggilan Pelangi terhadapnya. Setelah Pelangi berada disisi nya dan memberikan kado untuknya, dia masih saja memandang Pelan. Kenapa kamu ngeliatin kayak gitu? Coba ulangi sekali lagi sayang, kamu tadi memanggilku apa? Manggil apa sih Sen,? Bukan yang tadi sebelum kamu ngasih aku kado ini. Pelangi nampak terdiam.... Apa boleh aku tanya sesuatu padamu Sen? Sena hanya mengangguk. Apa kamu bener-bener mencintaiku Sen? Sena menarik nafasnya dalam, Apa masih kurang pembuktian cintaku padamu sayang? Sudah berapa lama kebersamaan kita sekarang ini, apa yang harus aku lakukan untuk membuktikan cintaku? Aku hanya takut, kalo kamu sudah memilikiku utuh kamu akan meninggalkanku. Sena meraih Pelangi dan memeluknya, kamu tau dari dulu aku sangat mencintaimu bahkan sampai sekarang aku masih sangat mencintaimu. Aku juga takut sikapmu akan berubah pada anak-anak setelah nanti kamu mendapatkan anak dariku. Sayang,,,,,, aku janji dan bersumpah demi Allah kasih sayangku pada anak-anak akan tetap sama dan jika nanti kita punya anak aku tak akan membeda-bedakan nya. Mereka terdiam untuk sesaat. Tunggu... tunggu tadi kamu bilang kalo aku punya anak lagi? apa artinya kamu sudah mengizinkanku untuk memilikimu seutuhnya? Apa yang sudah merubah hatimu, apa ada paksaan? Pelangi menggelengkan kepalanya, sudah saat nya kita bahagian mas, sudah saat nya aku memberikan hak mu atas diriku karena aku memang sudah menjadi milik mu. Apakah berarti malam ini kamu sudah rela menjadi milikku seutuhnya sayang? Pelangi mengangguk dan tersenyum. Sena memeluk erat Pelangi dan tak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di tunggunya sekian lama. Sena melupakan kado yang tadi di berikan Pelangi, baginya memiliki Pelangi seutuhnya adalah kado terindah dalam hidup nya. Dia ******* lembut bibir merah yang selama ini hanya bisa di kecupnya. Pelangi pasrah dan memberikan semuanya pada Sena malam itu, karena baginya Adam sudah bahagia dan dirinya juga harus bahagia bersama Sena. Malam itu merupakan malam pertamaku untuk Sena dan Pelangi setelah kurang lebih 2 tahun pernikahan mereka. Sena begitu bahagia setelah dapat mereguk nikmatnya dunia bersama Pelangi yang amat di cintai nya dan kini telah menjadi istrinya. Setelah menyelesaikan penyatuan mereka Sena mengecup kembali seluruh wajah cantik istrinya dan mengucapkan terima kasih berkali-kali pada istrinya. Malam itu mereka tidur saling berpelukan dan mengulang kembali kegiatan mereka sampai beberapa kali.
__ADS_1
bersambung......
Kira-kira gimana ya kisah selanjutnya????
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan komen nya ya....🙏
😘😘
__ADS_1