
Hari Sabtu tiba sepulang sekolah Dika segera berganti pakaian dan bersiap-siap untuk menemui papa nya. Pelangi dan Sena memberikan pengertian pada Dika agar dia bersikap baik dan menghormati papa nya. Tak berapa lama Sena, Pelangi dan juga Sovi mengantar Dika menemui papa nya di KFC tempat yang sudah di janjikan Adam. Mereka makan siang bersama dan saling bercengkerama seolah tak terjadi apa-apa di antara mereka, meski hati Adam terasa begitu sakit namun demi Dika dan Pelangi dia berpura-pura untuk bahagia. Sayang nanti malam kamu akan tinggal di rumah papa Adam, Abang jangan nakal ya jangan buat papa Adam repot nasehat Pelangi pada Dika. Iya mah, aku akan jadi anak yang baik dan tak akan mengecewakan mamah dan juga ayah. Abang jangan lama-lama ya di rumah papa Abang. Adam memperhatikan gadis kecil yang cantik di gendong Sena, dia terkejut karena mata dan hidung nya sangat mirip dengan nya. Dari tadi Adam tak memperhatikan dengan jelas gadis itu, karena dia hanya memperhatikan putra nya. Apa dia juga putri ku ya tanya nya dalam hati. Tapi mana mungkin dia putriku, sudah lebih dari 2 tahun aku hilang ingatan dan sejak itu juga aku kehilangan istriku. Kalo dia anak Sena kenapa tak mirip sama sekali dengan Sena malah mirip denganku, hati Adam berperang antara ya dan tidak kalo gadis kecil itu juga putri nya.
Papah ayo kita pergi sekarang, aku sudah kangen sama kamarku dulu kata Dika membuyarkan perang batin yang di alaminya.
Ah iya,,, ayo kita pulang, Sen Pelangi aku permisi pulang dulu.
Mas, tolong jangan buat Abang sedih lagi kata Pelangi ketika Dika sudah masuk ke dalam mobil Adam.
__ADS_1
Adam hanya menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam mobil kemudian membawa mobil nya keluar dari pelataran KFC itu.
Sayang,,, kita mau langsung pulang atau adek mau main dulu?
Adek mau main prosotan sama ayunan di taman boleh yah?
Di rumah Adam
__ADS_1
Sesampainya di rumah Adam, Dika segera berlari menuju kamarnya. Jangan lari sayang nanti jatuh, teriak Adam. Dika segera masuk tanpa memperdulikan Nining yang sedang duduk menonton tv. Lho... eh....lho bukankah itu Dika mas, tanya Nining pada Adam yang baru saja masuk rumah. Iya dia akan menginap di sini dan akan tidur di kamar nya. Kenapa kamu gak izin dulu sama aku mas? Kenapa aku harus izin sama kamu, ini rumahku aku berhak mengizinkan siapa saja untuk tidur di sini tanpa harus meminta persetujuan apalagi izin mu. Tapi aku kan istrimu mas teriak Nining karena Adam pergi meninggalkan nya tanpa menggubris kata-kata nya.
Gimana bang? Abang seneng bisa tidur di kamar ini lagi? maafin papa ya bang yang sudah melupakanmu kata Adam sambil menggenggam tangan Dika dan meneteskan air matanya. Dika mengusap air mata itu,,, papa gak salah kok kan papa lagi sakit jadi papah gak ingat sama aku dan mama. Tapi papah sudah menyakiti mu nak, papah janji mulai saat ini papah akan membuat Abang bahagia lagi. Abang tau papah adalah papah yang hebat dan Abang yakin papah akan membahagiakan Abang. Mereka saling berpelukan, dan berbaring di kasur sambil bercerita hingga mereka ketiduran.
bersambung....
Tetep dukung author ya teman-teman agar author semangat up setiap hari
__ADS_1
berikan like, dan vote nya ya......😘