
Setelah 2 hari di rumah sakit Pelangi meminta pulang karena sudah merasa sehat dan sudah bosan berada di rumah sakit. Selama di rumah sakit Adam juga selalu memberikan perhatian pada istri dan putranya. Selama 2 hari juga Adam mengerjakan tugas dan kerjanya dari rumah sakit karena Adam memberikan ruangan yang VVIP agar bisa nyaman selama di sana. Egar dan pak Eri juga sudah kembali ke Jakarta. Mas apakah hari ini kita sudah boleh pulang? Kenapa sih kamu mau buru-buru pulang sayang, aku gak mau nanti kamu kenapa-kenapa di rumah karena kamu habis melahirkan. Mas gak usah lebay deh, aku sudah sehat dan bisa mengasuh Dika juga beraktivitas seperti biasa. Baiklah-baiklah aku akan konsultasi dengan dokter dulu, kayak nya Dika haus sayang tuh udah bangun dari tidur nya. Adam memberikan putranya pada Pelangi untuk di susui, sedang dia pergi menemui dokter. Setengah jam kemudian Adam sudah kembali ke ruangan dengan membawa vitamin yang di berikan dokter untuk istrinya. Sayang kita langsung pulang ke Semarang kan? Kita pulang ke rumah Bu Rina dulu mas, aku harus berpamitan pada cucu dan Putri Bu Rina. Oke....oke... Adam membawa tas perlengkapan baby dan pakaian Pelangi selama di rumah sakit dan Pelangi menggendong bayi nya. Mereka berjalan menuju keluar ternyata sudah ada mobil yang menanti mereka karena Adam sudah memesan nya ketika dia ke apotik menebus resep vitamin dari dokter. Sampai di rumah Bu Rina tampak Iwan dan Bu Rina menyambut kedatangan mereka. Bu Rina mengambil bayi mungil itu dari gendongan ibu nya, sedang Pelangi hanya terbengong melihat warung Bu Rina yang sudah di sulap sedemikian rupa. Gak usah kaget gitu nduk, semua itu ulah suamimu yang bersikeras membangun warung ibu dengan alasan ingin membalas Budi pada ibuk. Pelangi memandang Adam dan tersenyum, dia pun mendekati Adam kemudian mencium pipi suami tercinta sebagai ungkapan terima kasihnya. Adam yang mendapat ciuman tiba-tiba itu hanya menggelengkan kepala dan tersenyum. Sore itu tampak para tetangga dekat berdatangan melihat bayi Pelangi dan memberikan ucapan selamat serta mendoa' kan bayi Pelangi. Wah ganteng sekali bayi nya, pasti bapak nya juga ganteng celetuk salah satu tetangga Bu Rina. Iya buk, bapak nya ganteng banget jawab Bu Rina yang memangku bayi Pelangi. Rumah Bu Rina pasti akan ramai dan Iwan pasti seneng dapat teman bermain. Bu Rina menarik nafasnya,,,, Pelangi akan pulang bersama suaminya ke Semarang buk jawab Bu Rina terdengar sedih. Pelangi mendekat dan memeluk Bu Rina,,, jangan sedih buk in sha Allah kami akan sering kemari, di sini sudah seperti rumahku sendiri kata Pelangi membujuk Bu Rina. Bu Rina hanya mengangguk dan tersenyum. Mereka semua bercengkerama sampai hari menjelang Maghrib kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing. Kamu jadi pulang kapan nduk? Mungkin besok pagi buk, mas Adam harus kembali kerja lagi. Dia sudah cuti 3 hari gak enak sama rekan yang menggantikan kerjanya. Baiklah,,,ibu hanya bisa mendoa' kan kamu dan anakmu sehat selalu juga semoga kalian hidup berbahagia. Jika ada masalah hadapi dengan kepala dingin jangan langsung kabur dari suami nduk itu gak baik, pesan Bu Rina. Itu semua juga kesalahan saya buk kata Adam yang baru saja keluar dari kamar mendekati mereka berdua. Nak Adam..... Saya juga salah tak mau mendengar pembelaan dari Pelangi, mungkin ego kami yang sama-sama tinggi hingga kami sementara berpisah. Sungguh saya menyesal buk. Sudah lah nak Adam ini semua menjadi pelajaran buat kalian berdua, apalagi sekarang sudah ada anak diantara kalian hadapilah semua masalah dengan kepala dingin. Maaf ya nak Adam ibuk jadi menasehati kalian padahal ibuk bukan siapa-siapa kalian. Tidak apa-apa buk, itu tandanya ibu sayang pada kami berdua. Kami akan selalu mengingat nasehat ibuk ini, dan semoga ibuk tak keberatan dengan kami yang akan sering datang kemari jawab Adam. Jangan sungkan nak Adam pintu rumah ibuk selalu terbuka untuk kalian kapanpun kalian datang. Boleh saya peluk nak Adam? Adam memandang ke arah istrinya dan mendapati anggukan dari istrinya. Adam mendekat dan memeluk Bu Rina. Terima kasih nak Adam, nak Adam mengingatkan ibuk pada anak ibuk yang sudah meninggal dunia. Hari semakin larut mereka masuk kedalam kamar masing-masing, meski berada di kasur yang tak begitu besar Adam Pelangi dan juga baby Dika dapat tidur dengan nyenyak malam itu.
__ADS_1
bersambung.....
__ADS_1
😘😘
__ADS_1