
Beberapa tahun Sena menikah dengan Pelangi namun tak juga di karuniai anak, namun tak ada tuntutan dan penyesalan dari Sena karena telah menganggap Sovi dan Dika sebagai anak nya. Sena sangat menyayangi dan memanjakan mereka, kehidupan berjalan dengan harmonis. Adam juga sering bertemu dan mengajak mereka untuk berlibur bersama, Sena tak mempermasalahkan meski dia dan Pelangi mesti berlibur bersama Adam dan juga keluarga kecil Egar. Sena sudah melihat kesetiaan Pelangi padanya, karena meski mereka berada Adam namun dia hanya bersikap biasa saja seperti hal nya pada Egar dan Adam pun tak mempermasalahkan yang penting bagi nya dia bisa selalu bersama Dika. Sampai suatu hari Pelangi tanpa sengaja melihat berita bahwa sebuah pesawat mengalami kecelakaan, gegas dia mengingat pesawat yang di tumpangi suaminya pagi tadi. Pelangi luruh dan terduduk di depan tv, dia tak mempunyai daya untuk berdiri namun tak juga ada air mata keluar dari mata nya. Tak berapa lama hp nya berbunyi dan Pelangi segera mengangkat nya. Setelah dia mendapat telpon dari Adam barulah dia tersadar dan bangkit untuk berpakaian kemudian menuju bandara di temani Adam. Di bandara mereka mencari kepastian tentang keberadaan Sena dan dari fihak bandara pun menyarankan agar keluarga bersabar karena fihak mereka bersama tim SAR sedang melakukan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat tersebut. Sudah 3 jam mereka menunggu namun belum menemukan hasil, Adam mengajak Pelangi untuk pulang dulu dan menunggu kabar dari fihak maskapai. Adam salut dengan Pelangi yang begitu sabar menghadapi ujian ini, tak ada air mata yang keluar dari pipi wanita yang sudah memberikan nya anak. Sudah dua hari berlalu namun tak juga ada kabar tentang suami nya, Pelangi percaya bahwa suaminya masih hidup dan berada di suatu tempat. Adam dan Egar selalu menemani Pelangi untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan Sena, sampai-sampai dia mengajak Egar menuju ke tempat kejadian pesawat itu jatuh dan ikut dalam pencarian namun tak juga ketemu. Sampai 1 Minggu tak ada kabar dari Sena, anak-anak sudah mulai menanyakan keberadaan ayah mereka. Pelangi perlahan memberikan pengertian pada mereka tentang pesawat yang di tumpangi ayah mereka mengalami kecelakaan. Setelah mendengar itu Sovi langsung masuk rumah sakit, karena Sovi begitu dekat dengan ayah nya. Anak yang baru berusia 4 tahun itu begitu shok mendapati kenyataan bahwa ayah nya mengalami kecelakaan. Pelangi dan Adam selalu menghibur Sovi, Adam pun semakin dekat dengan Sovi. Adam merasakan kasih sayang yang keluar begitu saja pada gadis kecil yang lincah dan ceria itu. Adam selalu membelikan Sovi mainan dan mengajak nya bermain agar Sovi kembali ceria. Pelangi merasa kan kelegaan yang luar biasa, Sovi yang ngendrop perlahan bisa kembali ceria. Setelah kejadian naas itu Pelangi menggantikan Sena untuk mengurus perusahaan, Pelangi berusaha keras untuk menjalan kan perusahaan itu. Adam juga tak pernah jemu mengajarkan Pelangi bagaimana mengelola perusahaan dan menghadapi semua masalah perusahaan. Pelangi yang nol mengenai bisnis berusaha keras untuk menjalankan perusahaan itu demi kelangsungan hidup keluarganya meski terkadang dia sering menangis di tengah malam mengenang kebersamaan nya bersama Sena. Namun Pelangi tak pernah menampakan nya pada semua orang, dia terlihat begitu tegar menghadapi hidup tanpa suami yang menemani nya lagi.
__ADS_1
bersambung,,,,,
__ADS_1
maaf ya temen-temen semua beberapa hari ini author gak bisa up karena kesibukan.
__ADS_1
berikan like, vote dan komen nya buat author
__ADS_1
😘😘
__ADS_1