
Pagi itu Pelangi bangun siang karena kebetulan dia juga lagi haid jadi tidak punya kewajiban sholat. Pelangi masih saja tidur melingkar padahal sudah jam 8 pagi. Ibu akhirnya membangunkan Pelangi dengan mengelus-elus tangannya, Pelangi menggeliat dan mulai membuka matanya. Nduk bangun dulu sudah siang ini, kamu belum sarapan lho. Apa kamu gak masuk kerja? Pelangi libur buk, memang sudah jam berapa sih buk? Sudah jam 8 lho nduk,,,ayo bangun dulu mandi biar seger. Pelangi bangun dan langsung masuk kamar mandi. Ibu sedang menyapu rumah ketika Pelangi keluar dari kamar, maafkan aku ya buk sudah bangun siang. Gak apa-apa kamu pasti capek banget, makan dulu gih. Itu kenapa kamu beli oleh-oleh banyak sekali nduk? Iya buk, sebenarnya aku hanya beli beberapa saja yang lain di belikan si bos. Oh ya sudah biar nanti ibu bagi-bagi ke tetangga. Pelangi sarapan kemudian membersihkan piring bekas makannya dan mencuci baju kotor yang kemarin di bawa ke luar kota. Pelangi mencuci sambil mendengarkan musik dari hp nya. Hari itu Pelangi benar-benar menikmati hari liburnya di rumah dengan tiduran dan menonton televisi. Sore menjelang Pelangi mandi dan membantu ibunya menyiapkan makanan di meja makan. Selepas Maghrib ketika ayah, ibu dan Pelangi menuju meja makan terdengar pintu rumah di ketuk.
Tok...tok....tok....ibu mendekati dan membuka pintunya.
Assalamu 'alaikum....
Wa'alaikumussalam,,,,,cari siapa ya pak?
Kami mau bersilaturrohmi dengan ibu dan keluarga, boleh kami masuk?
Silahkan pak,,,, ibu memanggil ayah dan Pelangi. Pelangi kaget karena yang datang bertamu ternyata Egar,pak Eri, Adam dan seorang yang Pelangi tidak kenal. Dia semakin kaget karena Adam membawa banyak oleh-oleh buat keluarganya.
Maaf ada apa ini pak Adam?
__ADS_1
Duduk dulu Pelangi, saya ingin ngobrol dengan orang tuaku jawab Adam. Kedua orang tua Pelangi duduk berhadapan dengan Adam, kemudian seseorang di samping Adam memulai obrolannya.
Begini pak, sebelumnya perkenalkan saya ChaCha kakak dari Adam pria di sebelah saya ini. Kami mohon maaf jika kedatangan kami mengejutkan bapak sekeluarga, kedatangan kami yang mendadak dan tiba-tiba ini bermaksud untuk meminang putri bapak untuk Adik saya ini. Dan ini ada sedikit oleh-oleh dari kami dan cincin buat mengikat putri bapak. Ayah, ibdan juga Pelangi benar-benar terkejut. Pelangi menatap tajam pada Adam, sedang yang di tatapnya hanya tersenyum.
Kami sekeluarga mendapatkan kehormatan dengan kedatangan bapak Adam sekeluarga yang ternyata adalah atasan di tempat anak saya bekerja.Terus terang bapak dan keluarga sangat terkejut nak mendengar maksud kedatangan pak ChaCha dan juga yang lainnya. Bapak menerima maksud baik pak ChaCha dan keluarga, namun jujur saya tidak dapat memutuskan untuk menerima atau pun menolak pinangan dari pak ChaCha. Semua keputusan saya berikan pada Pelangi, karena nantinya dia yang akan menjalani nya. Maaf saya menyela, saya ingin berbicara sebentar dengan pak Adam. Pelangi mengajak Adam ngobrol di teras, ibu menyajikan minum untuk mereka semua.
Pelangi tampak marah sekali pada Adam namun Adam hanya menanggapinya dengan santai.
Apa maksud nya semua ini mas? kenapa mendadak seperti ini?
Pelangi mendesah,,,tapi kan saya sudah bilang sama bapak kalo kita jalani aja dulu sampai kita yakin pada perasaan kita masing-masing.
Aku gak mau Pelangi, aku maunya kita halal sekarang biar bebas pacaran sama kamu.
__ADS_1
Pelangi menggelengkan kepalanya.
Jadi kamu menolak ku Pelangi? Padahal aku yakin kamu juga punya rasa yang sama padaku makanya aku berani melamar kamu sekarang. Pelangi menarik nafas dalam dan kembali ke dalam rumah, di lihat nya mereka semua berbincang dengan akrab. Pelangi duduk di sebelah ayahnya dan memandangi mereka semua. Adam tertunduk lesu karena ketakutan ya akan penolakan Pelangi. Dia mengajak mas ChaCha dan yang lain pamit pulang, namun di hentikan Pelangi. Apa mas Adam gak mau mendengar jawabanku?
Adam menatap Pelangi,,,,gak perlu Pelangi aku sudah tau jawabanmu jawabnya dengan nada kecewa.
Yakin...... ya sudah kalo gak mau dengar padahal aku menerimanya lho, kata Pelangi sambil tersenyum. Adam yang mendengarnya seketika tersenyum lebar, tolong ulangi Pelangi kami ingin mendengarnya lagi jawab Adam. Mereka kembali duduk.
Pelangi menarik nafas dan mengucap basmalah,,, pak Adam Batubara saya Pelangi menerima pinangan ini dan bersedia menjadi calon istri pak Adam yang terhormat. Adam tak dapat menahan bahagianya dia mendekat dan akan memeluk Pelangi namun di halangi ayah Pelangi. Maaf pak belum muhrim. Kalo bisa malam ini juga saya halalkan pak jawab Adam mantab. Mereka semua tertawa,,,,, sabar bos baru juga menyatakan masak mau langsung halal goda Egar. Ibu mengajak mereka semua makan malam, tapi ibu juga bingung karena makanan yang ada hanya cukup untuk mereka bertiga makan. Adam yang mengerti kegundahan ibu Pelangi menyuruh Egar mengambil makanan yang sudah dia beli tadi sebelum mereka berkunjung, karena Adam yakin pasti keluarga Pelangi belum ada persiapan. Mereka pun akhirnya makan malam bersama dan membicarakan hari pernikahan antara Pelangi dan Adam
bersambung........
terus dukung author ya teman-teman agar author bisa menyelesaikan cerita ini.
__ADS_1
beri dukungan like,vote dan juga komennya ya
😘😘